Founderplus
Tentang Kami
Business Operations

OKR untuk UKM: Cara Setting Target yang Benar-Benar Tercapai

Published on: Wednesday, Jan 14, 2026 By Tim Founderplus

OKR untuk UKM: Cara Setting Target yang Benar-Benar Tercapai

Anda sudah punya target revenue. Anda sudah bilang ke tim "tahun ini harus naik 30%." Tapi akhir quarter, semua orang sibuk, target masih jauh dari tercapai, dan tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa.

Ini bukan soal kurang kerja keras. Tim Anda sudah sibuk setiap hari. Masalahnya ada di cara setting dan tracking target yang tidak terstruktur. Semua orang bekerja, tapi belum tentu mengerjakan hal yang paling penting. Di sinilah OKR masuk.

Panduan ini akan membahas secara lengkap bagaimana Anda menyusun, menjalankan, dan me-review OKR yang benar-benar bisa menggerakkan bisnis UKM Anda ke level berikutnya.

Apa Itu OKR: Objectives and Key Results

OKR adalah framework setting target yang dipopulerkan oleh Google, tapi sebenarnya sudah dipakai sejak Intel masih perusahaan kecil. Konsepnya sederhana.

Objective adalah tujuan kualitatif yang ingin dicapai. Bukan angka, tapi arah. Objective menjawab pertanyaan: "Apa yang ingin kita capai?" Contoh: "Tim sales bisa closing tanpa owner turun tangan."

Key Result adalah ukuran kuantitatif yang membuktikan Objective tercapai. Ini angka yang bisa diverifikasi. Key Result menjawab pertanyaan: "Bagaimana kita tahu sudah berhasil?" Contoh: "Close rate naik dari 10% ke 25%" atau "Owner hanya terlibat di 20% deals, turun dari 80%."

Gabungan keduanya membentuk satu unit yang jelas: apa yang mau dicapai dan bagaimana cara mengukur keberhasilannya.

Kenapa Format Ini Powerful?

Kebanyakan target bisnis gagal karena dua alasan. Pertama, terlalu abstrak. "Meningkatkan penjualan" itu bukan target, itu harapan. Kedua, tidak ada ukuran progress. Anda baru tahu berhasil atau gagal di akhir periode, ketika sudah terlambat untuk memperbaiki.

OKR mengatasi kedua masalah itu. Objective memberikan arah yang jelas dan memotivasi. Key Result memberikan angka yang bisa dicek setiap minggu. Kalau angkanya tidak bergerak, Anda tahu harus adjust strategi sekarang, bukan nanti.

OKR vs KPI: Kapan Menggunakan Masing-Masing

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan pemilik UKM. Jawabannya: Anda butuh keduanya, tapi untuk tujuan yang berbeda.

KPI Menjaga yang Sudah Berjalan

KPI mengukur kesehatan operasional bisnis Anda. Revenue bulanan, customer satisfaction, delivery on time. Ini angka-angka yang harus dijaga setiap hari. Kalau KPI turun, ada masalah di operasional yang perlu diperbaiki.

Contoh KPI: "Mempertahankan revenue Rp 300 juta per bulan."

OKR Mendorong Perubahan

OKR mendorong hal baru. Inisiatif yang belum pernah dilakukan. Target yang memaksa tim keluar dari zona nyaman.

Contoh OKR: "Buka channel penjualan online yang contribute 30% dari total revenue dalam 1 quarter."

Tabel Perbandingan

Aspek KPI OKR
Tujuan Menjaga performa yang ada Mendorong perubahan dan pertumbuhan
Sifat Stabil, ongoing Ambisius, time-bound
Timeline Ongoing (tanpa batas waktu) Per quarter (3 bulan)
Target Harus tercapai 100% Tercapai 60-70% sudah bagus
Contoh Revenue Rp 300jt/bulan Buka revenue stream baru 30%

Bisnis yang sehat punya keduanya. KPI menjaga mesin tetap berjalan. OKR mendorong mesin ke level yang lebih tinggi. Untuk perbandingan yang lebih mendalam, baca OKR vs KPI: perbedaan dan kapan menggunakan masing-masing.

Ingin memahami keseluruhan metrik bisnis yang harus Anda pantau? Cek Kesehatan Bisnis Anda, assessment gratis untuk identifikasi gap terbesar di operasional bisnis Anda.

Cara Menulis Objective yang Baik

Objective yang baik membuat tim bersemangat, tahu arah, dan fokus pada hal yang paling penting. Berikut panduan lengkapnya.

Ciri Objective yang Baik

1. Kualitatif, bukan angka.

Objective bukan tempat untuk angka. Angka ada di Key Result. Objective adalah arah dan aspirasi.

Salah: "Revenue Rp 500 juta per bulan" Benar: "Tim sales bisa menghasilkan revenue secara konsisten tanpa ketergantungan ke owner"

2. Inspiring tapi actionable.

Objective harus membuat tim merasa "ini penting, ini bisa kita capai." Bukan terlalu mudah sehingga tidak memotivasi, tapi juga bukan terlalu abstrak sehingga tidak tahu harus mulai dari mana.

Terlalu abstrak: "Jadi perusahaan terbaik di Indonesia" Terlalu kecil: "Bales semua chat customer" Pas: "Customer merasa dilayani cepat dan profesional tanpa harus menunggu owner"

3. Berangkat dari masalah terbesar bisnis.

Jangan mulai dari "mau apa." Mulai dari "apa yang paling sakit." Tanya ke diri sendiri dan tim:

  • Apa yang bikin bisnis ini tidak bisa scale?
  • Apa yang bikin owner harus selalu turun tangan?
  • Kalau cuma boleh fix 1 hal quarter ini, apa yang paling berdampak?

Jawaban dari pertanyaan itu jadi Objective Anda.

4. Maksimal 2-3 Objective per quarter.

Ini aturan yang tidak boleh dilanggar untuk UKM. Dengan tim 5-20 orang, Anda tidak punya bandwidth untuk mengerjakan lebih dari 3 inisiatif besar sekaligus. Kalau dipaksa, semua akan dikerjakan setengah-setengah dan tidak ada yang benar-benar selesai.

Contoh Objective untuk Berbagai Situasi UKM

Bisnis yang owner-dependent: "Tim bisa menjalankan operasional harian tanpa owner harus ada di tempat setiap hari"

Bisnis yang revenue stagnan: "Menemukan dan memvalidasi satu channel pertumbuhan baru yang sustainable"

Bisnis yang customer-nya tidak loyal: "Customer merasa cukup puas untuk merekomendasikan kita ke orang lain secara organik"

Bisnis yang operasionalnya berantakan: "Proses operasional berjalan konsisten dengan kualitas yang bisa diprediksi"

Cara Menulis Key Result yang Terukur

Key Result adalah bagian yang membuat OKR berbeda dari wishlist. Tanpa Key Result yang terukur, Objective Anda cuma slogan di dinding kantor.

3 Ciri Key Result yang Baik

1. Ada angka yang jelas, bukan "meningkat" tapi "naik dari X ke Y."

"Meningkatkan customer satisfaction" bukan Key Result. "Customer satisfaction score naik dari 3.8 ke 4.3" itu Key Result. Angka "dari X ke Y" penting karena memberikan baseline (posisi saat ini) dan target (posisi yang dituju).

2. Bisa dicek progress-nya setiap minggu.

Kalau Key Result Anda baru bisa dicek di akhir quarter, Anda sudah terlambat. Pilih Key Result yang progress-nya bisa dilihat mingguan.

Contoh yang bisa dicek mingguan: "Jumlah leads masuk naik dari 100 ke 300 per bulan" (bisa dicek progress per minggu: 25, 50, 75 per minggu).

Contoh yang baru ketahuan di akhir: "Menyelesaikan rebranding" (ini project, bukan Key Result).

3. Tim bisa langsung mempengaruhi angkanya.

"Market share naik 5%" terdengar bagus, tapi tim Anda tidak bisa langsung mengontrol market share. Pecah jadi angka yang lebih actionable: "Jumlah customer aktif naik dari 500 ke 750" atau "Repeat purchase rate naik dari 20% ke 35%."

Berapa Banyak Key Result per Objective?

Idealnya 2-4 Key Result per Objective. Kurang dari 2, Anda mungkin tidak mengukur Objective secara lengkap. Lebih dari 4, fokus terpecah.

Contoh Lengkap: Dari Objective ke Key Result

Objective: Tim sales bisa closing tanpa owner turun tangan

Key Result Baseline Target Cara Ukur
Close rate 10% 25% Data CRM mingguan
Owner involvement di deals 80% 20% Log meeting sales
Revenue per sales person Rp 50jt/bulan Rp 80jt/bulan Laporan penjualan

Objective: Customer merasa dilayani cepat dan profesional

Key Result Baseline Target Cara Ukur
Response time CS 4 jam < 1 jam Report chat/email
Customer satisfaction score 3.6/5 4.3/5 Survey after service
Escalation rate ke owner 70% < 15% Log escalation

Siklus OKR: Quarterly Cadence yang Efektif

OKR bukan sesuatu yang Anda set sekali lalu lupakan. Ada ritme yang perlu dijalankan supaya OKR benar-benar menggerakkan bisnis.

Planning Phase (Minggu Terakhir Quarter)

Durasi: 1-2 hari

Di akhir setiap quarter, Anda dan tim duduk bersama untuk menentukan OKR quarter berikutnya. Prosesnya:

  1. Review quarter lalu: Apa yang tercapai? Apa yang tidak? Kenapa?
  2. Identifikasi masalah terbesar: Dari semua tantangan bisnis, mana yang paling kritis untuk 3 bulan ke depan?
  3. Draft Objective: Tulis 2-3 Objective yang menjawab masalah terbesar
  4. Tentukan Key Result: Untuk setiap Objective, tulis 2-4 Key Result yang terukur
  5. Cascade ke tim: Pecah company OKR menjadi OKR tim dan individu

Libatkan tim dalam proses ini. OKR yang di-set hanya oleh owner tanpa input tim biasanya tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tim yang ikut menentukan target mereka sendiri cenderung lebih committed.

Weekly Check-in (Setiap Senin, 15 Menit)

Durasi: 15 menit

Ini adalah ritual terpenting dalam siklus OKR. Tanpa weekly check-in, OKR Anda cuma wishlist yang dilupakan setelah minggu pertama.

Format check-in:

  1. Masing-masing report progress Key Result (angka, bukan cerita)
  2. Identifikasi blocker
  3. Tentukan 3 prioritas minggu ini yang akan menggerakkan Key Result

Gunakan format tabel sederhana:

Key Result Target Minggu Lalu Minggu Ini Status
Close rate 25% 15% 17% On track
Owner involvement 20% 55% 48% Behind
CSAT score 4.3 4.0 4.1 On track

Status menggunakan 3 kategori saja:

  • On track: Progress sesuai rencana
  • At risk: Masih mungkin tercapai tapi butuh perhatian ekstra
  • Behind: Kemungkinan besar tidak tercapai tanpa perubahan strategi

Kalau ada yang "behind," diskusikan action-nya langsung. Jangan tunggu akhir bulan. Integrasikan weekly check-in ini ke dalam meeting mingguan Anda supaya tidak jadi meeting tambahan.

Monthly Review (Akhir Bulan, 1 Jam)

Durasi: 1 jam

Review bulanan lebih dalam dari weekly check-in. Di sini Anda bertanya:

  • Apakah strategi yang kita jalankan sudah benar?
  • Apakah ada Key Result yang perlu di-adjust?
  • Apakah ada external factor yang mengubah prioritas?

Monthly review bukan tempat untuk mengubah Objective. Objective tetap untuk satu quarter. Tapi strategi dan pendekatan untuk mencapainya bisa berubah. Untuk panduan lengkap cara review yang efektif, baca cara evaluasi mingguan untuk UKM.

Quarterly Review dan Re-planning (Akhir Quarter, Setengah Hari)

Durasi: 3-4 jam

Di akhir quarter, Anda melakukan review menyeluruh dan planning untuk quarter berikutnya. Ini adalah momen refleksi terpenting.

Scoring OKR: Beri skor 0-1.0 untuk setiap Key Result.

Skor Arti
0.0 - 0.3 Gagal, tidak ada progress signifikan
0.4 - 0.6 Progress ada tapi belum cukup
0.7 - 1.0 Berhasil atau sangat dekat dengan target

Skor rata-rata 0.6-0.7 untuk satu Objective itu bagus. Kalau selalu 1.0, target Anda kurang ambisius. Kalau selalu di bawah 0.3, target terlalu tidak realistis.

Setelah scoring, lakukan retrospective: apa yang berhasil, apa yang tidak, dan apa yang bisa diperbaiki di quarter berikutnya. Baru kemudian masuk ke planning phase untuk OKR quarter baru. Baca panduan review OKR kuartalan untuk framework yang lebih detail.

Contoh OKR untuk Berbagai Departemen UKM

Berikut contoh OKR lengkap yang bisa Anda adaptasi untuk berbagai area bisnis.

OKR Sales

Objective: Tim sales punya sistem closing yang bisa diprediksi dan tidak tergantung satu orang

Key Result Baseline Target
Close rate dari leads 12% 25%
Pipeline accuracy (predicted vs actual) 40% 80%
Setiap sales person capai minimal 80% target individu 1 dari 3 3 dari 3

Dengan OKR ini, Anda tidak hanya mengejar angka revenue, tapi membangun sistem sales yang bisa diprediksi. Hasilnya lebih sustainable.

Untuk contoh OKR sales yang lebih detail dengan berbagai skenario, baca contoh OKR untuk tim sales.

OKR Marketing

Objective: Channel marketing menghasilkan leads berkualitas yang bisa di-convert oleh tim sales

Key Result Baseline Target
Qualified leads per bulan 80 200
Cost per qualified lead Rp 75rb Rp 40rb
Lead-to-customer conversion rate 5% 12%

Perhatikan kata "qualified." Bukan sekadar jumlah leads, tapi leads yang benar-benar bisa di-convert. Ini mencegah marketing hanya mengejar volume tanpa memperhatikan kualitas.

Untuk contoh lebih lengkap, baca contoh OKR untuk tim marketing.

OKR Operasional

Objective: Proses operasional berjalan konsisten tanpa tergantung pada satu orang

Key Result Baseline Target
SOP terdokumentasi untuk semua proses utama 3 dari 10 10 dari 10
Delivery on time rate 85% 96%
Defect rate 3% < 1%

OKR operasional biasanya berkaitan erat dengan dokumentasi SOP. Ketika proses sudah terdokumentasi, konsistensi meningkat dan ketergantungan pada individu berkurang.

OKR HR

Objective: Tim merasa didukung untuk berkembang dan mau stay jangka panjang

Key Result Baseline Target
Employee satisfaction score 3.2/5 4.0/5
Voluntary turnover 15%/quarter < 5%/quarter
Setiap karyawan punya development plan 0% 100%

People OKR sering diabaikan di UKM, padahal ini salah satu yang paling berdampak. Tim yang puas dan berkembang menghasilkan output yang jauh lebih baik. Lihat contoh OKR untuk HRD untuk variasi yang lebih lengkap.

OKR Finance

Objective: Keuangan bisnis sehat dan bisa diprediksi untuk perencanaan jangka menengah

Key Result Baseline Target
Gross margin 32% 42%
Cash flow positif setiap bulan 8 dari 12 bulan 12 dari 12 bulan
Budget forecast accuracy 60% 85%

Cascading OKR: Dari Company ke Individu

Salah satu kesalahan terbesar dalam implementasi OKR adalah OKR hanya ada di level perusahaan. Tim dan individu tidak tahu bagaimana pekerjaan mereka sehari-hari berkontribusi ke target besar.

Prinsip Cascading

Company OKR dipecah menjadi OKR tim, kemudian OKR individu. Setiap level mendukung level di atasnya.

Company Objective: Tim bisa jalan tanpa owner 24/7

├── Tim Sales:
│   Objective: Proses sales berjalan mandiri
│   KR: Close rate naik ke 25%
│   KR: Pipeline tercatat lengkap di CRM
│
├── Tim CS:
│   Objective: Handle semua komplain tanpa escalation ke owner
│   KR: Escalation rate turun dari 70% ke 10%
│   KR: SOP handling untuk 15 kasus terumum
│
├── Tim Ops:
│   Objective: Produksi berjalan konsisten tanpa supervisi owner
│   KR: Defect rate < 1%
│   KR: On time delivery > 96%
│
└── Individual (CS Lead - Rina):
    KR: Buat dan implementasi SOP CS dalam 4 minggu
    KR: Training tim CS 2x per minggu selama 1 bulan
    KR: Handle 20 komplain per minggu secara mandiri

Setiap orang tahu apa tanggung jawabnya dan bagaimana kontribusinya ke target besar. Tidak ada lagi tim yang nunggu arahan. Semua bergerak ke arah yang sama.

Pastikan juga bahwa role dan tanggung jawab setiap orang sudah jelas. Tanpa kejelasan role, cascading OKR akan menimbulkan kebingungan dan overlap.

Proses Review OKR yang Efektif

Review adalah bagian yang paling sering dilewatkan, dan juga yang paling menentukan keberhasilan OKR. Tanpa review, OKR cuma dokumen yang dibuka di awal quarter dan dilupakan setelahnya.

Weekly Check-in: 15 Menit yang Menentukan

Setiap Senin, sebelum atau sesudah meeting mingguan, luangkan 15 menit khusus untuk OKR check-in.

Aturan:

  • Laporkan angka, bukan cerita. "Close rate minggu ini 18%," bukan "minggu ini lumayan oke."
  • Identifikasi 1 blocker terbesar per orang
  • Tentukan 3 prioritas minggu ini yang akan menggerakkan Key Result

Yang harus dihindari:

  • Mengubah target di tengah jalan tanpa alasan kuat
  • Membahas detail operasional yang tidak terkait OKR
  • Membiarkan meeting melebihi 15 menit

Monthly Deep Dive: 1 Jam untuk Evaluasi Strategi

Di akhir setiap bulan, lakukan review yang lebih mendalam:

  1. Progress check: Setiap Key Result di-score 0-1.0 berdasarkan progress saat ini
  2. Trend analysis: Apakah progress-nya linear, accelerating, atau stagnant?
  3. Strategy review: Kalau progress stagnant, apakah pendekatan perlu diubah?
  4. Resource check: Apakah ada resource tambahan yang dibutuhkan?

Quarterly Retrospective: Belajar dari Pengalaman

Di akhir quarter, kumpulkan tim untuk retrospective:

  • Apa yang berhasil? Catat dan jadikan best practice
  • Apa yang tidak berhasil? Catat dan hindari di quarter berikutnya
  • Apa yang mengejutkan? Insight baru yang tidak terduga
  • Apa yang harus berbeda di quarter depan? Perbaikan proses

Retrospective yang jujur menghasilkan OKR yang lebih baik di quarter berikutnya. Setiap cycle, Anda dan tim semakin terampil dalam setting dan mencapai target.

Tools dan Template untuk OKR Tracking

Anda tidak perlu software mahal untuk menjalankan OKR. Yang paling penting adalah konsistensi, bukan tools-nya.

Level 1: Google Spreadsheet (Rekomendasi untuk Mulai)

Spreadsheet sudah lebih dari cukup untuk UKM. Buat file dengan format:

Tab: Company OKR

# Objective Key Result Target Owner W1 W2 W3 ... W12 Score
1 Tim bisa jalan tanpa owner Close rate 25% Sales Lead 12% 14% 16% ...
Owner involvement 20% Owner 75% 68% 62% ...
2 Customer puas dan loyal CSAT score 4.3 CS Lead 3.8 3.9 4.0 ...
Repeat rate 35% Marketing 22% 23% 24% ...

Tab: Individual OKR

Nama Objective Key Result Target W1 W2 W3 W4
Rina (CS) Handle komplain mandiri Komplain solved sendiri 20/minggu 8 12 16 20
Budi (Sales) Closing mandiri Deals closed per minggu 5/minggu 2 3 3 4

Setiap minggu isi angka aktual. Simpel, visual, dan langsung kelihatan siapa yang on track dan siapa yang butuh bantuan.

Untuk template siap pakai, cek template OKR gratis yang bisa langsung Anda copy dan adaptasi.

Level 2: Notion atau Trello

Kalau Anda sudah konsisten dengan spreadsheet selama 1-2 quarter dan ingin tampilan yang lebih visual, Notion atau Trello bisa jadi upgrade. Keduanya punya fitur yang mendukung tracking OKR:

  • Notion: bisa buat database OKR dengan view kanban, calendar, dan table
  • Trello: bisa buat board per quarter dengan card per Key Result

Kelebihan: lebih visual, bisa menambahkan comments dan attachments. Kekurangannya: butuh waktu setup.

Level 3: Dedicated OKR Software

Tools seperti Weekdone, Profit.co, atau Gtmhub dirancang khusus untuk OKR. Fiturnya lengkap: alignment view, progress tracking otomatis, reporting, dan notifikasi.

Ini cocok untuk UKM yang sudah 15+ orang dan sudah menjalankan OKR minimal 2 quarter. Sebelum itu, spreadsheet sudah lebih dari cukup.

Rekomendasi: Mulai dari spreadsheet. Buktikan prosesnya dulu. Kalau sudah konsisten 2 quarter, baru evaluasi apakah butuh tools yang lebih sophisticated.

Mau setup OKR dengan template yang sudah terbukti? Program BOS dari Founder+ menyediakan template, framework, dan pendampingan langsung untuk membangun sistem OKR yang bekerja. Lihat program lengkap

10 Kesalahan OKR yang Paling Sering Dilakukan UKM

1. Terlalu Banyak Objective

Tiga sudah maksimal untuk tim kecil. Lebih dari itu, fokus terpecah dan tidak ada yang selesai dengan baik. Lebih baik menyelesaikan 2 Objective dengan sempurna daripada mengerjakan 5 Objective setengah-setengah.

2. Key Result yang Tidak Bisa Di-influence

"Revenue naik 50%" terdengar bagus, tapi kalau tim tidak tahu harus ngapain untuk mencapainya, itu bukan Key Result yang berguna. Pecah jadi leading indicator yang bisa dipengaruhi langsung: jumlah prospek, close rate, average order value.

3. Tidak Ada Weekly Review

OKR yang cuma di-set di awal quarter dan di-review di akhir itu sudah gagal dari awal. Progress harus dicek setiap minggu. Tanpa weekly review, OKR cuma jadi dokumen pajangan.

4. Objective yang Sebenarnya KPI

"Maintain revenue Rp 200 juta/bulan" bukan OKR, itu KPI. OKR harusnya mendorong perubahan. "Buka revenue stream baru yang contribute 20% dari total revenue" itu baru OKR.

5. OKR Tanpa Cascading

Company OKR yang tidak dipecah ke tim dan individu tidak akan dieksekusi. Setiap orang harus tahu bagaimana pekerjaan hariannya berkontribusi ke OKR perusahaan. Kalau tidak ada cascade, OKR hanya jadi tanggung jawab owner.

6. Target Selalu 100%

Kalau setiap quarter OKR Anda selalu tercapai 100%, target Anda kurang ambisius. OKR yang baik harusnya stretch. Target yang tercapai 60-70% berarti Anda sudah mendorong tim cukup jauh tanpa membuat mereka patah semangat.

7. Mengubah OKR di Tengah Quarter

Objective tidak boleh diubah di tengah quarter kecuali ada perubahan fundamental di bisnis (misalnya pandemi atau kehilangan client terbesar). Kalau Objective berubah setiap bulan, tim kehilangan arah dan kepercayaan pada proses.

Key Result boleh di-adjust kalau ada data baru yang menunjukkan target terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tapi adjustment harus dilakukan secara transparan dengan alasan yang jelas.

8. OKR Sebagai Alat Menghukum

Kalau OKR yang tidak tercapai selalu direspons dengan hukuman atau marah, tim akan mulai set target yang mudah. Ini mengalahkan tujuan OKR. OKR yang tidak tercapai 100% adalah sinyal untuk belajar, bukan untuk blame.

9. Tidak Melibatkan Tim dalam Setting OKR

OKR yang di-set hanya oleh owner tanpa input tim biasanya tidak mendapatkan buy-in. Libatkan tim dalam proses planning. Mereka lebih tahu detail operasional dan bisa memberikan input tentang target yang realistis.

10. Skip Retrospective

Tanpa retrospective di akhir quarter, Anda mengulangi kesalahan yang sama terus menerus. Luangkan waktu untuk bertanya: "Apa yang bisa kita lakukan lebih baik di quarter depan?" Ini investasi 2-3 jam yang menghemat berminggu-minggu di quarter berikutnya.

OKR sebagai Bagian Business Operating System

OKR adalah salah satu komponen dari Business Operating System, tapi bukan satu-satunya. Untuk bisnis yang benar-benar bisa berjalan tanpa owner 24/7, Anda juga butuh:

OKR menjadi powerful ketika semua komponen ini bekerja bersama sebagai satu sistem yang terintegrasi. Inilah yang membuat bisnis bisa jalan tanpa owner.

Ingin membangun Business Operating System lengkap untuk bisnis Anda? Program BOS 2 Bulan dari Founder+ membantu Anda membangun semua komponen ini, termasuk OKR, KPI, SOP, dan sales system, dalam 15 sesi intensif. Cek program lengkapnya

FAQ

Apakah OKR cocok untuk bisnis kecil dengan tim 3-5 orang?

Sangat cocok. OKR justru paling powerful di tim kecil karena alignment lebih mudah dicapai. Dengan 3-5 orang, Anda bisa langsung cascading dari company OKR ke individu tanpa birokrasi. Yang penting: jangan bikin terlalu banyak Objective. Cukup 2-3 per quarter. Mulai dari 1 Objective di quarter pertama untuk belajar prosesnya.

Apa bedanya OKR dan KPI?

KPI mengukur performa rutin yang harus dijaga, misalnya revenue bulanan dan customer satisfaction. OKR mendorong perubahan dan pertumbuhan, yaitu hal baru yang ingin dicapai. Bisnis butuh keduanya: KPI untuk menjaga yang sudah jalan, OKR untuk mendorong yang belum tercapai. Baca perbandingan lengkap OKR vs KPI.

Seberapa sering OKR harus di-review?

Minimal weekly check-in 15 menit untuk cek progress Key Result. Monthly review 1 jam untuk evaluasi apakah perlu adjust strategi. Dan quarterly review setengah hari untuk set OKR baru. Konsistensi review ini yang membedakan OKR yang berhasil dan yang cuma jadi dokumen pajangan. Integrasikan weekly check-in ke meeting mingguan Anda.

Bagaimana kalau tim tidak paham OKR dan susah diajak setting target?

Ini masalah yang sangat umum. Mulai sederhana: ajak tim bikin 1 Objective bersama, lalu masing-masing bikin 2-3 Key Result. Jangan langsung sempurna. Cycle pertama biasanya berantakan, dan itu normal. Yang penting mulai, lalu improve setiap quarter. Gunakan template OKR gratis sebagai starting point.

Apakah OKR harus 100% tercapai?

Tidak. OKR yang baik harusnya tercapai 60-70%. Kalau selalu 100%, target Anda kurang ambisius. Kalau selalu di bawah 30%, target terlalu tidak realistis. Sweet spot-nya adalah target yang membuat tim stretch tapi tidak patah semangat. Skor 0.6-0.7 per Key Result menunjukkan bahwa tim sudah bekerja keras dan targetnya cukup menantang.

Mulai dari 1 Objective Minggu Ini

Jangan tunggu sempurna. Jangan tunggu semua tim paham. Jangan tunggu tools yang ideal.

Ambil 1 masalah terbesar bisnis Anda sekarang. Jadikan Objective. Bikin 2-3 Key Result. Mulai tracking minggu depan. Review setiap Senin.

OKR pertama Anda pasti tidak sempurna. Quarter pertama biasanya berantakan. Itu normal. Yang membedakan bisnis yang berhasil dengan OKR dan yang gagal bukan di kualitas OKR pertama mereka. Yang membedakan adalah konsistensi menjalankan dan memperbaiki prosesnya setiap quarter.

Mulai sekarang. Perbaiki sambil jalan.

Mau didampingi membangun OKR dan seluruh sistem bisnis yang lengkap? Cek Kesehatan Bisnis Anda, assessment gratis untuk tahu seberapa siap bisnis Anda membangun sistem.

Pelajari framework ini lebih dalam di Founderplus Academy

Dapatkan akses ke 450+ materi pembelajaran, template siap pakai, dan feedback langsung dari mentor berpengalaman.

Mulai Belajar

Bangun bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

Program intensif 3 bulan untuk membangun bisnis dari nol. Validasi ide, bangun MVP dengan bimbingan praktisi. Enable other businesses to grow. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar Launchpad Sekarang