Founderplus
Tentang Kami
Growth

Contoh OKR Sales: Template untuk Tim Revenue dan Penjualan

Published on: Saturday, Mar 07, 2026 By Tim Founderplus

Tim sales kamu sudah punya target bulanan, tapi setiap kuartal hasilnya tidak konsisten. Bulan pertama slow start, bulan kedua mulai kejar, bulan ketiga panic closing. Targetnya tercapai -- kadang -- tapi prosesnya kacau dan tidak bisa diprediksi.

Masalahnya bukan di kemampuan tim. Masalahnya di cara mengukur keberhasilan. Target penjualan tradisional hanya bilang "capai Rp 300 juta bulan ini" tanpa memberikan gambaran tentang apa yang harus berubah agar angka itu tercapai secara konsisten.

Di sinilah OKR sales menjadi relevan. Bukan menggantikan target revenue, tapi melengkapinya dengan kerangka yang lebih komprehensif. Artikel ini memberikan contoh OKR sales yang bisa langsung kamu adaptasi untuk tim penjualan, lengkap dengan konteks bisnis UKM Indonesia yang realistis.

Jika kamu belum familiar dengan dasar-dasar OKR, baca dulu panduan lengkapnya di OKR untuk Startup: Dari Goal Setting ke Eksekusi yang Terukur sebelum masuk ke template spesifik sales di bawah.

Kenapa Tim Sales Butuh OKR, Bukan Cuma Target

Sebagian besar UKM Indonesia mengelola tim sales dengan satu alat: target revenue bulanan. "Bulan ini harus closing Rp 200 juta." Titik. Tidak ada konteks tentang bagaimana caranya, dari segmen mana, dengan conversion rate berapa, atau pipeline size seperti apa.

Target revenue itu penting, tapi ia hanya mengukur output akhir. OKR sales mengukur proses dan perubahan yang mendorong output tersebut.

Analoginya sederhana. Target penjualan seperti timbangan badan -- hanya menunjukkan angka akhir. OKR seperti tracking kalori, frekuensi olahraga, dan jam tidur -- mengukur perilaku yang menentukan angka di timbangan.

Perbedaan utamanya:

  • Target penjualan menjawab: "Berapa yang harus kita capai?"
  • OKR sales menjawab: "Apa yang harus berubah agar kita bisa mencapai dan melampaui target secara konsisten?"

Ketika tim sales hanya diukur dari angka closing, yang terjadi adalah short-term thinking. Deal dipush tanpa kualifikasi yang benar, diskon diberikan terlalu mudah, dan customer yang tidak cocok tetap di-close demi target. OKR yang dirancang dengan baik mengarahkan perilaku tim ke arah yang lebih sehat dan sustainable.

Prinsip Menyusun OKR Sales yang Efektif

Sebelum masuk ke contoh, ada beberapa prinsip yang perlu dipahami agar OKR sales benar-benar berfungsi.

Objective harus inspiratif, bukan transaksional. "Meningkatkan revenue ke Rp 500 juta" bukan objective yang baik -- itu key result. Objective yang baik menggambarkan kondisi yang ingin dicapai: "Membangun mesin penjualan yang menghasilkan revenue prediktif setiap bulan."

Key result harus outcome-based. "Melakukan 100 cold call per minggu" adalah aktivitas, bukan key result. "Meningkatkan qualified pipeline dari Rp 400 juta ke Rp 800 juta" adalah key result karena mengukur hasil, bukan aktivitas.

Selalu pakai format "dari X ke Y". Tanpa baseline, key result tidak bermakna. "Meningkatkan conversion rate ke 15%" tidak memberikan konteks. "Meningkatkan conversion rate dari 8% ke 15%" jauh lebih jelas dan trackable.

Batasi 2-3 objective per kuartal. Tim sales kecil (2-5 orang) yang mengejar terlalu banyak objective tidak akan fokus di satupun. Pilih 2 objective yang paling kritis untuk kuartal ini.

Contoh OKR Sales: 6 Template Siap Pakai

Berikut contoh OKR sales yang dirancang untuk konteks UKM Indonesia dengan revenue Rp 50-500 juta per bulan dan tim sales 2-5 orang. Sesuaikan angka-angka dengan kondisi bisnis kamu.

1. OKR Revenue Growth

Objective: Membangun fondasi revenue yang konsisten dan bisa diprediksi setiap bulan.

Key Result Baseline Target
Meningkatkan monthly recurring revenue Rp 150 juta Rp 250 juta
Meningkatkan average deal size Rp 8 juta Rp 14 juta
Menurunkan revenue concentration dari top 3 klien 60% total revenue 35% total revenue

Mengapa contoh OKR sales ini penting: Revenue yang bergantung pada beberapa klien besar sangat berisiko. Key result ketiga mendorong tim untuk mendiversifikasi sumber pendapatan, bukan hanya mengejar angka total.

2. OKR Pipeline Management

Objective: Menciptakan pipeline penjualan yang sehat dan selalu terisi untuk 2 kuartal ke depan.

Key Result Baseline Target
Meningkatkan total qualified pipeline value Rp 400 juta Rp 900 juta
Meningkatkan jumlah qualified leads per bulan 15 leads 35 leads
Menurunkan average sales cycle 45 hari 28 hari

Mengapa ini penting: Banyak UKM baru panik cari leads ketika pipeline kosong. OKR ini memaksa tim untuk selalu mengisi pipeline jauh sebelum kebutuhan mendesak.

3. OKR Conversion dan Closing

Objective: Meningkatkan efektivitas tim sales dalam mengkonversi prospek menjadi pelanggan yang tepat.

Key Result Baseline Target
Meningkatkan proposal-to-close rate 20% 35%
Meningkatkan lead-to-qualified rate 30% 50%
Menurunkan diskon rata-rata per deal 18% 10%

Mengapa ini penting: Conversion rate yang rendah biasanya bukan masalah closing skill, tapi masalah kualifikasi di awal. Key result kedua memaksa tim untuk lebih selektif, yang secara otomatis meningkatkan close rate.

Perhatikan key result ketiga. Menurunkan rata-rata diskon bukan berarti dilarang kasih diskon, tapi mendorong tim menjual berdasarkan nilai, bukan harga. Ini berkaitan langsung dengan pricing strategy yang profitable -- kalau diskon terlalu besar, margin kamu habis.

4. OKR Account Management dan Retention

Objective: Menjadikan pelanggan existing sebagai sumber revenue yang stabil dan bertumbuh.

Key Result Baseline Target
Meningkatkan customer retention rate 75% 90%
Meningkatkan net revenue retention 95% 115%
Menurunkan rata-rata waktu response keluhan pelanggan 24 jam 4 jam

Mengapa ini penting: Mendapatkan pelanggan baru biaya-nya 5-7x lebih mahal daripada mempertahankan yang ada. Net revenue retention di atas 100% artinya pelanggan existing menghasilkan lebih banyak dari waktu ke waktu melalui upsell dan cross-sell.

5. OKR Customer Expansion dan Upsell

Objective: Mengoptimalkan revenue dari pelanggan existing melalui upsell dan cross-sell yang bernilai.

Key Result Baseline Target
Meningkatkan expansion revenue sebagai persentase total revenue 10% 25%
Meningkatkan jumlah pelanggan yang upgrade paket 5 per kuartal 15 per kuartal
Meningkatkan average revenue per account Rp 12 juta/tahun Rp 18 juta/tahun

Mengapa ini penting: Expansion revenue adalah growth yang paling efisien karena tidak butuh biaya akuisisi baru. Kalau kamu memahami unit economics dengan baik, kamu tahu bahwa LTV pelanggan yang melakukan upgrade jauh lebih tinggi dari pelanggan baru.

6. OKR Sales Process dan System

Objective: Membangun sistem penjualan yang berjalan terstruktur dan tidak bergantung pada satu orang.

Key Result Baseline Target
Meningkatkan data accuracy di CRM/pipeline tracker 40% terisi lengkap 90% terisi lengkap
Mendokumentasikan sales playbook untuk 3 segmen utama 0 playbook 3 playbook
Menurunkan onboarding time sales baru 8 minggu 3 minggu

Mengapa ini penting: Ini adalah contoh OKR sales yang sering diabaikan. Banyak UKM bergantung pada satu "sales star" yang kalau resign, semuanya ambruk. OKR ini membangun sistem yang lebih besar dari individu.

Cara Memilih OKR Sales yang Tepat untuk Bisnis Kamu

Enam contoh di atas tidak perlu dijalankan semuanya sekaligus. Pilih berdasarkan kondisi bisnis kamu saat ini.

Kalau revenue masih fluktuatif: Mulai dari OKR #1 (Revenue Growth) dan #2 (Pipeline Management). Fokus ke konsistensi dan predictability.

Kalau closing banyak tapi revenue kecil: Fokus ke OKR #3 (Conversion) untuk meningkatkan deal size dan menurunkan diskon, ditambah OKR #5 (Expansion) untuk memaksimalkan pelanggan existing.

Kalau churn tinggi dan pelanggan banyak yang kabur: Prioritaskan OKR #4 (Retention) dan #5 (Expansion). Percuma menambah pelanggan baru kalau yang lama terus pergi.

Kalau tim sales mulai bertambah: OKR #6 (System) jadi kritis. Sebelum menambah orang, pastikan ada sistem dan playbook yang bisa diikuti.

Prinsipnya: maksimal 2 objective per kuartal. Pilih yang paling kritis, eksekusi dengan konsisten, evaluasi di akhir kuartal.

Cara Menyelaraskan OKR Sales dengan OKR Perusahaan

OKR sales tidak berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan objective perusahaan secara keseluruhan.

Contoh alignment:

OKR Perusahaan: Objective: Mencapai profitabilitas operasional di Q2 2026.

  • KR1: Meningkatkan gross margin dari 35% ke 50%
  • KR2: Mencapai monthly revenue Rp 400 juta
  • KR3: Menurunkan CAC dari Rp 2 juta ke Rp 1,2 juta

OKR Sales (turunan): Objective: Meningkatkan revenue dengan deal yang lebih profitable dan efisien.

  • KR1: Meningkatkan average deal size dari Rp 8 juta ke Rp 14 juta (mendukung KR perusahaan #1 dan #2)
  • KR2: Menurunkan rata-rata diskon dari 18% ke 10% (mendukung KR perusahaan #1)
  • KR3: Meningkatkan close rate dari inbound leads dari 15% ke 30% (mendukung KR perusahaan #3)

Perhatikan bagaimana setiap key result sales secara langsung mendukung key result perusahaan. Ini adalah cascading yang efektif -- bukan sekadar copy-paste angka dari atas, tapi menerjemahkan target perusahaan ke tindakan spesifik yang bisa dilakukan tim sales.

Kesalahan Umum Saat Membuat OKR Sales

1. Menyamakan OKR dengan Target Penjualan

Ini kesalahan paling sering. Founder menulis "Capai revenue Rp 300 juta" sebagai satu-satunya OKR. Itu bukan OKR, itu sales target biasa yang dibungkus format baru. OKR harus mencakup perubahan dan perbaikan, bukan sekadar angka target.

2. Semua Key Result Berbasis Aktivitas

"Lakukan 50 meeting per bulan" atau "Kirim 200 proposal per kuartal" -- ini semua aktivitas, bukan outcome. Tim bisa saja melakukan 200 meeting tanpa hasil. Key result harus mengukur dampak, bukan kesibukan.

3. Tidak Ada Baseline

"Meningkatkan conversion rate ke 25%" -- dari berapa? Tanpa baseline, kamu tidak tahu apakah targetnya ambisius atau terlalu mudah. Selalu tulis "dari X ke Y."

4. OKR Tidak Pernah Direview

OKR yang ditulis di awal kuartal lalu dilupakan sama saja tidak ada. Lakukan weekly check-in singkat (15-20 menit) untuk update progress setiap key result. Gunakan confidence level sederhana: hijau (on track), kuning (perlu perhatian), merah (butuh intervensi).

5. Terlalu Banyak OKR Sekaligus

Tim sales 3 orang dengan 5 objective dan 15 key result akan kewalahan. Hasilnya, tidak ada satupun yang dikerjakan dengan serius. Disiplin memilih 2 objective terpenting justru membutuhkan keberanian lebih besar daripada mendaftar semua yang ingin dicapai.

Template OKR Sales: Format yang Bisa Langsung Dipakai

Gunakan format ini untuk menyusun OKR sales tim kamu:

OBJECTIVE: [Pernyataan kualitatif tentang perubahan yang ingin dicapai]
Periode: Q_ 20__
Owner: [Nama penanggung jawab]

KR1: Meningkatkan/Menurunkan [metrik] dari [baseline] ke [target]
     Status: [Hijau/Kuning/Merah]
     Progress minggu ini: [Update singkat]

KR2: Meningkatkan/Menurunkan [metrik] dari [baseline] ke [target]
     Status: [Hijau/Kuning/Merah]
     Progress minggu ini: [Update singkat]

KR3: Meningkatkan/Menurunkan [metrik] dari [baseline] ke [target]
     Status: [Hijau/Kuning/Merah]
     Progress minggu ini: [Update singkat]

Format ini cukup sederhana untuk dimulai dengan spreadsheet. Tidak perlu tools mahal. Yang penting prosesnya berjalan dulu.

Kalau bisnis kamu sudah siap menggunakan sistem yang lebih terintegrasi untuk tracking OKR sales bersama metrik operasional lainnya, BOS (Business Operating System) menyediakan dashboard yang menghubungkan OKR dengan data penjualan real-time -- jadi kamu tidak perlu update manual setiap minggu.

Dari Template ke Eksekusi: Langkah Pertama

Contoh OKR sales di atas hanya bernilai kalau dieksekusi. Berikut langkah praktis untuk mulai:

  1. Kumpulkan baseline data. Sebelum menyusun OKR, kumpulkan data aktual: berapa conversion rate saat ini, berapa average deal size, berapa retention rate. Tanpa data ini, OKR hanya tebakan.

  2. Pilih 2 objective paling kritis. Dari 6 kategori di atas, pilih yang paling relevan dengan masalah terbesar tim sales kamu saat ini.

  3. Libatkan tim sales dalam penyusunan. OKR yang dipaksakan dari atas tidak akan di-own oleh tim. Ajak mereka berdiskusi -- mereka punya insight dari lapangan yang founder sering tidak punya.

  4. Jalankan weekly check-in. Setiap Senin pagi, 15 menit, review progress setiap key result. Ini yang membedakan OKR yang hidup dari dokumen mati.

  5. Evaluasi dan iterasi setiap kuartal. Di akhir kuartal, scoring setiap key result (0.0-1.0), evaluasi apa yang berhasil dan tidak, lalu susun OKR kuartal berikutnya.

OKR sales bukan formalitas baru yang ditambahkan di atas tumpukan target yang sudah ada. Ini adalah cara berpikir yang berbeda tentang bagaimana tim penjualan seharusnya dikelola -- dari sekadar mengejar angka menjadi membangun sistem yang menghasilkan angka secara konsisten.

Untuk memahami lebih dalam bagaimana menyusun strategi pricing yang mendukung target revenue tim sales, pelajari framework lengkapnya di kursus Smart Pricing, Strong Planning. Kursus ini membahas cara menentukan harga yang profitable sekaligus kompetitif -- fondasi penting sebelum tim sales kamu bisa menjual dengan percaya diri.

FAQ

Apa bedanya OKR sales dan target penjualan biasa?

Target penjualan biasanya hanya satu angka revenue yang harus dicapai. OKR sales lebih komprehensif karena mencakup objective kualitatif tentang arah perubahan, plus 2-4 key result yang mengukur berbagai dimensi keberhasilan -- bukan hanya angka closing, tapi juga pipeline, konversi, dan kualitas deal.

Berapa jumlah OKR yang ideal untuk tim sales kecil?

Untuk tim sales 2-5 orang, idealnya 2 objective per kuartal dengan masing-masing 3 key result. Total 6 key result sudah cukup untuk memberikan fokus tanpa membuat tim kewalahan. Lebih dari itu justru menghilangkan fungsi OKR sebagai alat prioritas.

Apakah OKR sales harus selalu berisi target revenue?

Tidak harus. OKR sales yang baik mencakup dimensi lain seperti pipeline health, conversion rate, customer retention, atau ekspansi akun. Fokus hanya pada revenue membuat tim mengejar closing jangka pendek dan mengabaikan fondasi penjualan yang sustainable.

Bagaimana cara scoring OKR sales di akhir kuartal?

Gunakan skala 0.0 sampai 1.0 untuk setiap key result. Score 0.6-0.7 menunjukkan target yang tepat -- menantang tapi achievable. Jika selalu 1.0, target terlalu mudah. Jika selalu di bawah 0.3, ada masalah di target setting atau eksekusi yang perlu dievaluasi.

Kapan waktu yang tepat UKM mulai pakai OKR untuk tim sales?

Begitu tim sales sudah lebih dari 1 orang dan ada pembagian akun atau territory. Pada titik ini, alignment menjadi penting agar setiap anggota tim bergerak ke arah yang sama. Bahkan tim sales 2 orang sudah bisa merasakan manfaat OKR karena membuat ekspektasi dan prioritas jadi eksplisit.

Bangun bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

Program intensif 3 bulan untuk membangun bisnis dari nol. Validasi ide, bangun MVP dengan bimbingan praktisi. Enable other businesses to grow. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar Launchpad Sekarang