Struktur Organisasi UKM: Cara Menata Tim Kecil Supaya Bisnis Bisa Scale
"Semua orang ngerjain semuanya."
Kedengarannya fleksibel. Kenyataannya: tidak ada yang benar-benar bertanggung jawab atas apapun. Kalau ada masalah, saling tunjuk. Kalau ada tugas baru, nunggu owner assign.
Bisnis dengan 3 orang pun butuh struktur. Bukan birokrasi, tapi kejelasan.
Kenapa UKM Butuh Struktur Organisasi
Tanpa struktur, tiga hal terjadi.
Pertama, owner jadi single point of failure. Semua pertanyaan, semua keputusan, semua masalah bermuara ke satu orang. Bisnis chaos kalau owner pergi.
Kedua, overlap dan gap. Dua orang mengerjakan hal yang sama karena tidak ada pembagian jelas. Sementara ada area lain yang tidak ada yang handle karena semua pikir "itu bukan tugas saya."
Ketiga, tidak bisa scale. Mau hire orang baru tapi tidak tahu posisi apa yang dibutuhkan. Tidak ada role definition, tidak ada job description, tidak tahu apa yang harus dikerjakan orang baru.
3 Fungsi Fundamental di Setiap Bisnis
Apapun jenis bisnis Anda, ada 3 fungsi yang harus ada:
1. Deliver (Operasional/Produksi)
Fungsi yang menghasilkan dan mengirimkan produk atau jasa ke customer. Ini core bisnis Anda.
Contoh:
- F&B: dapur, produksi, packaging, delivery
- Jasa: eksekusi project, service delivery
- Retail: procurement, inventory, fulfillment
2. Sell (Komersial)
Fungsi yang mendatangkan customer dan menghasilkan revenue.
Contoh:
- Marketing: content, ads, social media
- Sales: prospecting, closing, follow-up
- Customer relations: retention, upsell
3. Support (Administrasi)
Fungsi yang memastikan bisnis berjalan smooth di belakang layar.
Contoh:
- Finance: invoicing, pembukuan, payroll
- HR: rekrutmen, training
- Admin: perizinan, compliance, facilities
Di bisnis dengan 3 orang, mungkin 1 orang handle Deliver + sebagian Support, 1 orang handle Sell, dan owner handle sisanya. Tidak masalah. Yang penting fungsinya terdefinisi.
Cara Membuat Org Chart untuk Tim Kecil
Tim 3-5 Orang
Owner
(Strategy, Final Decision)
|
+---------+---------+
| |
Operations Commercial
(Deliver + (Sales +
Support) Marketing)
Owner masih terlibat di banyak hal, tapi sudah ada pembagian area. Setiap orang tahu domain-nya.
Contoh nyata untuk bisnis katering:
Pemilik (Andi)
Strategy, Menu, Key Clients
|
+---------+---------+
| |
Chef (Budi) Sales (Citra)
- Produksi - Handle order
- Quality control - Social media
- Stok bahan - Follow up client
- Packaging - Invoicing
Tim 6-10 Orang
Owner
(Strategy Only)
|
+--------+---+--------+
| | |
Ops Lead Sales Lead Finance
| |
+--+--+ +--+--+
| | | |
Staff Staff Staff Staff
Di level ini, owner seharusnya sudah tidak operasional. Ada lead di setiap fungsi yang menjalankan sehari-hari.
Contoh nyata untuk bisnis retail online:
Pemilik (Andi)
Strategy, Partnership
|
+--------+----+--------+
| | |
Ops Lead Sales Lead Admin
(Budi) (Citra) (Dewi)
| |
+--+--+ +--+--+
| | | |
Packing CS Ads Content
(Eka) (Fani)(Gani)(Hani)
Kapan Harus Naik Level?
Tanda bisnis perlu evolusi struktur:
Dari flat ke team lead: Ketika owner menghabiskan lebih dari 50% waktu untuk supervisi harian. Saatnya angkat 1 orang jadi lead.
Dari 1 lead ke 2-3 lead: Ketika 1 lead menghandle area yang terlalu berbeda (misal: produksi sekaligus marketing). Area-area itu butuh fokus yang berbeda.
Dari team lead ke manager: Ketika setiap area sudah punya 3+ orang dan butuh koordinasi yang lebih kompleks.
Role Definition: Bukan Job Description Formal
Anda tidak perlu bikin JD 3 halaman. Cukup 4 elemen per role:
1. Area tanggung jawab (3-5 area utama)
Role: Operations Lead
Area:
- Memastikan order terproses tepat waktu
- Quality control produk sebelum kirim
- Mengelola stok dan procurement
- Supervisi tim operasional
- Reporting mingguan ke owner
2. Decision rights (apa yang boleh diputuskan sendiri)
Boleh putuskan sendiri:
- Procurement < Rp 5jt
- Jadwal shift tim
- Penanganan komplain operasional standar
Butuh approval owner:
- Procurement > Rp 5jt
- Vendor baru
- Perubahan SOP
3. KPI (bagaimana keberhasilannya diukur)
KPI:
- Order on time delivery > 95%
- Waste rate < 5%
- Team productivity (order/person/day)
- Customer complaint rate < 2%
4. Report to dan Supervise
Lapor ke: Owner (weekly review)
Supervisi: Staff Packing, Staff QC
Empat elemen ini cukup. Simpel tapi semua orang tahu posisinya.
Kesalahan Umum dalam Menata Struktur Organisasi UKM
Banyak owner yang mencoba membuat struktur tapi justru menambah masalah. Hindari kesalahan-kesalahan berikut.
Kesalahan 1: Copy paste struktur perusahaan besar. Anda lihat org chart perusahaan besar dengan 5 layer management, lalu mencoba menerapkan itu di bisnis 8 orang. Hasilnya: birokrasi tanpa value. UKM butuh struktur yang flat dan agile, bukan hierarki berlapis-lapis.
Kesalahan 2: Membuat role berdasarkan orang, bukan kebutuhan bisnis. "Andi bagus di social media, jadi kita bikin posisi Social Media Specialist." Seharusnya: "Bisnis butuh fungsi marketing digital. Siapa yang paling cocok handle?" Kalau Anda mendesain role berdasarkan orang, ketika orang itu resign, role-nya ikut hilang.
Kesalahan 3: Tidak mendefinisikan accountability. Org chart sudah rapi, tapi tidak jelas siapa yang accountable atas apa. Akibatnya tetap sama: kalau ada masalah, semua saling tunjuk. Setiap kotak di org chart harus punya KPI dan area tanggung jawab yang terukur.
Kesalahan 4: Tidak pernah update. Struktur yang dibuat saat bisnis punya 3 orang masih dipakai saat bisnis sudah 10 orang. Struktur organisasi harus di-review minimal setiap 6 bulan atau setiap kali ada perubahan signifikan di tim.
Kesalahan 5: Owner tetap di semua kotak. Struktur sudah ada lead untuk setiap fungsi, tapi di praktiknya owner masih terlibat di semua keputusan. Ini membuat lead tidak punya real authority dan struktur hanya jadi pajangan. Kalau Anda sudah assign lead, berikan mereka decision rights yang nyata.
Contoh Role Definition Lengkap untuk UKM
Berikut contoh lengkap role definition untuk 3 posisi umum di UKM. Anda bisa gunakan ini sebagai template dan sesuaikan dengan bisnis Anda.
Role: Sales Lead
Fungsi: Mengelola seluruh aktivitas penjualan dan memastikan target revenue tercapai.
Area Tanggung Jawab:
1. Mengelola pipeline dan memastikan follow-up konsisten
2. Closing deal dan negotiation
3. Training dan supervisi sales team
4. Reporting sales metrics mingguan
5. Koordinasi dengan marketing untuk lead quality
Decision Rights:
- Hijau (langsung): Diskon max 10%, follow-up timeline, meeting schedule
- Kuning (putuskan + lapor): Diskon 10-20%, proposal customization, payment terms
- Merah (minta approval): Diskon > 20%, deal > Rp 50jt, kerjasama baru
KPI:
- Monthly revenue vs target
- Close rate > 20%
- Average deal size
- Pipeline coverage ratio > 3x
- Response time < 4 jam
Lapor ke: Owner (weekly review)
Supervisi: Sales staff
Role: Operations Lead
Fungsi: Memastikan seluruh operasional bisnis berjalan sesuai standar dan tepat waktu.
Area Tanggung Jawab:
1. Produksi/service delivery sesuai jadwal
2. Quality control sebelum produk sampai ke customer
3. Inventory management dan procurement
4. Supervisi tim operasional harian
5. Continuous improvement proses operasional
Decision Rights:
- Hijau (langsung): Jadwal shift, procurement < Rp 3jt, handling stok rutin
- Kuning (putuskan + lapor): Procurement Rp 3-10jt, overtime approval, vendor substitution
- Merah (minta approval): Procurement > Rp 10jt, vendor baru, perubahan SOP major
KPI:
- On-time delivery > 95%
- Defect rate < 3%
- Waste rate < 5%
- Customer complaint rate < 2%
- Inventory accuracy > 98%
Lapor ke: Owner (weekly review)
Supervisi: Staff produksi, staff QC, staff warehouse
Role: Finance and Admin
Fungsi: Mengelola keuangan, administrasi, dan memastikan compliance bisnis.
Area Tanggung Jawab:
1. Pencatatan keuangan harian (pemasukan, pengeluaran)
2. Invoicing dan collection
3. Payroll dan administrasi HR
4. Perizinan dan compliance
5. Financial reporting bulanan
Decision Rights:
- Hijau (langsung): Pembayaran rutin sesuai jadwal, petty cash < Rp 500rb
- Kuning (putuskan + lapor): Pengeluaran Rp 500rb - Rp 5jt yang sudah di-budget
- Merah (minta approval): Pengeluaran > Rp 5jt, pengeluaran di luar budget, pinjaman
KPI:
- Collection rate > 95%
- Invoice accuracy 100%
- Financial report tepat waktu
- Cash flow positive setiap bulan
- Compliance 100% (pajak, perizinan)
Lapor ke: Owner (weekly review + monthly financial review)
Supervisi: Admin staff (jika ada)
Hire Berdasarkan Struktur, Bukan Feeling
Tanpa struktur, hiring berdasarkan "kayaknya butuh orang lagi." Dengan struktur, hiring berdasarkan data:
Step 1: Lihat org chart. Role mana yang paling overload?
Step 2: Cek KPI role tersebut. Apakah KPI turun karena overload?
Step 3: Hitung cost of not hiring: revenue yang hilang, customer yang kecewa, quality yang turun.
Step 4: Baru decide hire. Karena role sudah didefinisikan, job description tinggal copy dari role definition. Onboarding juga lebih cepat karena sudah ada SOP dan RACI.
Struktur Organisasi dalam Business Operating System
Struktur organisasi bukan sekadar kotak dan garis. Dia terhubung dengan semua komponen lain:
- Setiap kotak di org chart punya RACI yang jelas
- Setiap role punya KPI yang di-track
- Setiap role punya OKR per quarter
- Setiap role punya SOP untuk task utamanya
- Setiap role punya accountability di weekly meeting
- Owner bisa mendelegasi karena role sudah terdefinisi
Ketika semua ini terhubung, hasilnya: bisnis yang jalan tanpa owner harus turun tangan setiap hari.
Ingin membangun struktur organisasi dan seluruh Business Operating System dalam 2 bulan? Program BOS dari Founder+ membantu Anda menata tim, definisi role, dan semua sistem operasional bisnis secara langsung. Lihat program
FAQ
Apakah bisnis dengan 3-5 orang perlu struktur organisasi formal?
Perlu, tapi bukan formal dalam artian birokrasi. Yang dibutuhkan adalah kejelasan: siapa handle area apa, siapa lapor ke siapa, dan siapa yang bertanggung jawab atas hasil. Tanpa kejelasan ini, semua orang akan terus bertanya ke owner untuk segala hal. Struktur untuk tim kecil cukup sederhana, yaitu 1 halaman org chart dengan role definition singkat per orang.
Bagaimana kalau 1 orang merangkap banyak role?
Itu normal di UKM. Yang penting, setiap role tetap didefinisikan dengan jelas meskipun dijalankan oleh 1 orang. Ketika bisnis tumbuh dan Anda hire orang baru, Anda tinggal memisahkan role-role itu. Tanpa definisi role yang jelas, Anda tidak tahu posisi mana yang harus di-hire duluan. Catat berapa jam per minggu yang dihabiskan setiap role, itu data untuk keputusan hiring.
Kapan tanda bisnis perlu menambah orang?
Ada 3 sinyal: pertama, ada role yang konsisten overtime lebih dari 50 jam per minggu selama 3 bulan berturut-turut. Kedua, kualitas pekerjaan turun karena overload. Ketiga, ada opportunity bisnis yang tidak bisa diambil karena tidak ada bandwidth. Hire berdasarkan data, bukan feeling.
Apa saja role fundamental yang harus ada di setiap UKM?
Minimal 3 fungsi: operasional (produksi atau service delivery), komersial (sales dan marketing), dan support (finance dan admin). Di awal, owner mungkin handle semuanya. Tapi begitu hire orang pertama, prioritaskan fungsi yang paling banyak makan waktu owner dan paling bisa di-standardisasi lewat SOP.
Bagaimana cara memastikan struktur organisasi tidak hanya jadi pajangan?
Hubungkan dengan sistem lain: setiap role punya KPI yang di-track mingguan, setiap role ada di RACI matrix, setiap role punya SOP untuk task utamanya, dan setiap role punya OKR per quarter. Struktur organisasi yang hidup adalah yang terhubung dengan accountability system dan di-review di meeting rutin.
Butuh mentoring langsung? Founderplus BOS menyediakan 15 sesi mentoring selama 2 bulan dengan harga Rp1.999.000.
Mulai Hari Ini: Gambar Org Chart Anda
Ambil kertas. Gambar kotak untuk setiap orang di tim Anda, termasuk diri Anda. Tulis 3 area tanggung jawab utama di setiap kotak. Lihat: adakah area yang overlap? Adakah area yang tidak ada pemiliknya? Itu starting point Anda.
Mau tahu apakah struktur tim Anda sudah optimal? Cek Kesehatan Bisnis Anda, assessment gratis untuk identifikasi gap di organisasi dan accountability bisnis Anda.