Founderplus
Tentang Kami
Product & Development

OKR untuk Roadmap Produk: Cara Prioritas Fitur yang Tepat

Published on: Saturday, Jan 17, 2026 By Tim Founderplus

OKR untuk Roadmap Produk: Cara Prioritas Fitur yang Tepat

Customer minta fitur A. Tim sales bilang fitur B lebih urgent. Developer ingin bayar technical debt. Partner minta integrasi C. Lalu Anda sendiri punya ide fitur D yang menurut Anda bisa jadi game changer.

Akhirnya? Semua dikerjakan setengah-setengah. Tidak ada yang selesai dengan baik. Tim lelah, produk berantakan, dan customer tetap tidak puas.

Masalah ini bukan soal kurang kerja keras. Masalah ini soal tidak punya framework untuk menentukan apa yang harus dibangun duluan. Dan di sinilah OKR bisa membantu.

Masalah Utama: Terlalu Banyak yang Mau Dibangun

Setiap bisnis yang sedang tumbuh pasti menghadapi ini. Request datang dari mana-mana:

  • Customer mengeluh soal fitur yang kurang atau bug yang mengganggu
  • Tim sales butuh fitur baru supaya bisa closing deal lebih besar
  • Developer ingin refactor kode yang sudah berantakan
  • Manajemen punya visi strategis yang kadang tidak nyambung dengan realitas lapangan
  • Kompetitor baru saja launch fitur yang bikin Anda panik

Tanpa framework yang jelas, keputusan prioritas biasanya diambil berdasarkan siapa yang paling keras teriak. Atau lebih parah lagi, berdasarkan mood founder di hari itu.

Hasilnya? Roadmap yang berubah setiap minggu, tim yang bingung, dan produk yang tidak punya arah jelas.

Langkah 1: Kumpulkan Semua Request (Tanpa Filter Dulu)

Sebelum bisa memprioritaskan, Anda perlu tahu semua opsi yang ada. Kumpulkan input dari berbagai sumber:

Dari customer langsung:

  • Feedback dari customer interview dan support ticket
  • Review di app store, media sosial, atau forum komunitas
  • Data dari survey atau NPS (Net Promoter Score)

Dari tim internal:

  • Request dari tim sales berdasarkan percakapan dengan prospek
  • Input dari tim support tentang masalah yang paling sering muncul
  • Wish list dari developer tentang technical debt yang perlu dibayar

Dari data produk:

  • Analytics: fitur mana yang paling sering dipakai dan mana yang diabaikan
  • Funnel analysis: di mana user paling sering drop off
  • Error logs: bug mana yang paling berdampak

Dari pasar:

  • Apa yang dilakukan kompetitor
  • Tren industri yang relevan
  • Peluang baru yang muncul

Hasilnya adalah satu daftar panjang berisi semua hal yang bisa dibangun. Belum terurut, belum difilter. Ini baru bahan mentah.

Langkah 2: Tetapkan OKR Dulu, Baru Pilih Fitur

Di sinilah kebanyakan tim melakukan kesalahan. Mereka langsung mencoba mengurutkan daftar fitur tanpa punya kriteria yang jelas. OKR memberikan kriteria itu.

Cara Kerja OKR untuk Roadmap

Format dasarnya sederhana:

Kita akan mencapai [OBJECTIVE] yang diukur dengan [KEY RESULTS] berikut.

Objective adalah tujuan kualitatif yang ingin dicapai. Sifatnya:

  • Jangka menengah, tidak berubah setiap bulan
  • Inspiratif tapi realistis
  • Maksimal 2-3 objective per kuartal

Key Result adalah ukuran kuantitatif untuk menilai progress. Sifatnya:

  • Spesifik dan terukur (ada angkanya)
  • Punya batas waktu yang jelas
  • 3-5 key result per objective

Kalau Anda belum familiar dengan konsep dasar OKR, baca dulu panduan lengkap OKR untuk UKM sebelum lanjut ke bagian berikutnya.

Contoh OKR untuk Roadmap Produk

Objective 1: Meningkatkan penggunaan produk oleh user aktif

Key Results:

  • Naikkan Monthly Active Users (MAU) sebesar 2x dalam 3 bulan
  • Naikkan daily session duration dari 5 menit ke 12 menit
  • Tingkatkan fitur adoption rate dari 30% ke 60%

Objective 2: Mengurangi ketidakpuasan customer

Key Results:

  • Kurangi jumlah support ticket sebesar 40% dalam 3 bulan
  • Naikkan NPS score dari 25 ke 45
  • Kurangi app crash rate dari 2% ke 0.5%

Objective 3: Mempercepat konversi dari trial ke berbayar

Key Results:

  • Naikkan trial-to-paid conversion rate dari 8% ke 15%
  • Kurangi waktu dari signup ke "aha moment" dari 7 hari ke 2 hari
  • Naikkan revenue per user sebesar 30%

Sekarang, ketika ada request fitur baru, pertanyaannya bukan "apakah ini bagus?" tapi "apakah ini membantu mencapai key result kita?"

Kalau jawabannya tidak, masuk backlog. Sesederhana itu.

Langkah 3: Buat Daftar Fitur yang Sudah Diprioritaskan

Setelah OKR ditetapkan, saringlah daftar fitur berdasarkan kontribusinya terhadap key result:

Prioritas berdasarkan timeline

Pasti dikerjakan (1-3 bulan ke depan)

  • Fitur yang langsung mendukung key result kuartal ini
  • Sudah jelas requirement-nya
  • Tim sudah siap mengeksekusi
  • Contoh: fitur onboarding baru untuk mengurangi waktu ke "aha moment"

Kemungkinan dikerjakan (3-6 bulan)

  • Mendukung key result tapi bukan yang paling berdampak
  • Masih perlu riset atau validasi lebih lanjut
  • Contoh: integrasi dengan tools populer untuk meningkatkan stickiness

Nanti saja (6+ bulan)

  • Ide bagus tapi belum relevan dengan OKR saat ini
  • Butuh resource besar yang belum tersedia
  • Contoh: ekspansi ke pasar baru yang belum divalidasi

Tips stack ranking

Untuk fitur yang sama-sama mendukung OKR, urutkan berdasarkan:

  1. Impact: seberapa besar pengaruhnya terhadap key result
  2. Effort: seberapa banyak waktu dan resource yang dibutuhkan
  3. Confidence: seberapa yakin Anda bahwa fitur ini akan bekerja

Fitur dengan impact tinggi, effort rendah, dan confidence tinggi dikerjakan duluan. Ini yang disebut "quick wins."

Di Founderplus Academy, ada modul khusus tentang product prioritization framework termasuk ICE scoring, RICE framework, dan MoSCoW method. Cocok untuk Anda yang ingin lebih dalam mempelajari teknik prioritas produk.

Langkah 4: Kenapa OKR Membuat Roadmap Lebih Baik

Kalau Anda masih ragu apakah perlu repot memakai OKR untuk roadmap, ini beberapa keuntungan yang langsung terasa:

Memaksa Anda merencanakan secara rutin. OKR berjalan per kuartal. Artinya setiap 3 bulan, Anda harus duduk dan berpikir ulang: apa yang paling penting sekarang? Ini mencegah Anda terjebak dalam mode "reaktif" terus-menerus.

Mendapat komitmen dari semua pihak. Ketika OKR disepakati bersama, semua orang tahu arahnya. Tim sales tidak bisa seenaknya minta fitur baru tanpa menjelaskan hubungannya dengan key result. Developer juga punya alasan kuat kenapa technical debt perlu dibayar (kalau berdampak pada key result).

Transparansi. Semua orang bisa melihat apa yang sedang dikerjakan dan kenapa. Tidak ada lagi pertanyaan "kenapa fitur saya belum dibangun?" karena jawabannya sudah ada di OKR.

Fokus. Ini mungkin keuntungan terbesar. OKR memberi Anda izin untuk mengatakan "tidak" dengan percaya diri. "Maaf, fitur ini tidak masuk roadmap kuartal ini karena tidak mendukung key result kita."

Stretch goals meningkatkan motivasi. OKR yang bagus itu ambisius. Target yang menantang tapi mungkin dicapai membuat tim lebih bersemangat dibanding target yang terlalu mudah atau terlalu mustahil.

Pelajari juga perbedaan OKR dan KPI supaya Anda menggunakan framework yang tepat untuk kebutuhan yang tepat.

Langkah 5: Komunikasikan Roadmap ke Semua Pihak

Roadmap yang hanya ada di kepala founder atau di dokumen yang tidak pernah dibuka itu sama saja tidak ada. Komunikasi adalah bagian yang sering dilewatkan.

Yang perlu dikomunikasikan:

  • Apa yang akan dibangun dalam 3 bulan ke depan (dan kenapa)
  • Apa yang sengaja TIDAK dibangun (dan kenapa)
  • Bagaimana progress terhadap key result

Cara mengkomunikasikan:

  • Weekly review internal: update progress key result ke tim
  • Monthly update ke stakeholder: fitur apa yang sudah release, apa dampaknya
  • Quarterly review: evaluasi OKR, lihat mana yang tercapai dan mana yang meleset

Jangan lupa close the loop. Setelah fitur di-launch, ukur apakah benar-benar berdampak pada key result. Kalau ternyata tidak, itu bukan kegagalan. Itu pembelajaran untuk memperbaiki prioritas di kuartal berikutnya.

Proses review OKR kuartalan yang konsisten memastikan Anda tidak hanya membuat OKR di awal kuartal lalu melupakannya.

Langkah 6: Iterasi dan Sesuaikan

Roadmap bukan dokumen statis. Setiap minggu, evaluasi:

  • Apakah ada data baru yang mengubah asumsi?
  • Apakah key result masih relevan?
  • Apakah ada perubahan pasar yang perlu direspons?

Tapi ingat: perubahan roadmap harus punya alasan yang kuat. Jangan mengubah prioritas hanya karena ada request baru yang terdengar menarik. Kalau setiap minggu roadmap berubah, itu bukan "agile", itu chaos.

Aturan praktisnya: objective tidak berubah selama kuartal berjalan. Key result boleh disesuaikan kalau ada data baru yang signifikan. Daftar fitur boleh ditukar kalau ada cara lebih efisien untuk mencapai key result yang sama.

Butuh sparring partner untuk menyusun roadmap produk Anda? Di Founderplus BOS, Anda bisa mendapat 15 sesi mentoring selama 2 bulan (Rp1.999.000) untuk membantu Anda menyusun OKR dan roadmap yang actionable.

Rangkuman: 6 Langkah OKR Roadmap

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda mulai hari ini:

  1. Kumpulkan semua input dari customer, tim, data produk, dan pasar
  2. Tetapkan OKR sebelum memilih fitur (2-3 objective, 3-5 key result per objective)
  3. Prioritaskan fitur berdasarkan kontribusinya terhadap key result
  4. Susun timeline yang realistis (pasti / mungkin / nanti)
  5. Komunikasikan roadmap ke tim dan stakeholder secara rutin
  6. Review dan iterasi setiap kuartal, sesuaikan berdasarkan data

Yang paling penting: mulai dari OKR, bukan dari daftar fitur. Ketika Anda tahu mau ke mana, memilih jalan yang tepat jadi jauh lebih mudah.

Untuk template OKR yang siap pakai, download gratis di artikel Template OKR Gratis. Dan kalau Anda ingin melihat contoh OKR untuk tim spesifik, cek contoh OKR Marketing dan contoh OKR Sales.

FAQ

Apa bedanya roadmap berbasis OKR dengan roadmap biasa?

Roadmap biasa biasanya berisi daftar fitur yang diurutkan berdasarkan request customer atau keinginan manajemen. Roadmap berbasis OKR dimulai dari tujuan bisnis (objective), lalu fitur dipilih berdasarkan kontribusinya terhadap key result yang terukur. Hasilnya lebih fokus dan setiap fitur punya alasan jelas kenapa dibangun.

Berapa banyak fitur yang ideal dalam satu kuartal?

Tergantung ukuran tim, tapi prinsipnya lebih sedikit lebih baik. Untuk tim kecil (3-5 developer), fokus pada 3-5 fitur utama per kuartal sudah cukup. Lebih baik menyelesaikan 3 fitur dengan kualitas tinggi daripada memulai 10 fitur dan tidak ada yang selesai sempurna.

Bagaimana kalau customer minta fitur yang tidak sesuai OKR?

Catat semua request, tapi jangan langsung masukkan ke roadmap. Evaluasi apakah request tersebut mendukung key result yang sudah ditetapkan. Kalau tidak, masukkan ke backlog untuk pertimbangan kuartal berikutnya. OKR membantu Anda mengatakan tidak dengan alasan yang jelas.

Kapan roadmap perlu diubah di tengah kuartal?

Roadmap boleh diubah kalau ada perubahan signifikan di pasar, data baru yang mengubah asumsi, atau key result sudah tercapai lebih awal. Tapi jangan mengubah roadmap hanya karena ada request baru yang terdengar menarik. Perubahan harus melalui evaluasi terhadap OKR.

Apakah UKM kecil perlu product roadmap formal?

Tidak harus formal dengan tools mahal, tapi Anda tetap butuh daftar prioritas yang jelas. Spreadsheet sederhana dengan kolom fitur, OKR terkait, dan timeline sudah cukup. Yang penting bukan formatnya, tapi disiplin untuk memilih apa yang dikerjakan dan apa yang ditunda.

Bangun bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

Program intensif 3 bulan untuk membangun bisnis dari nol. Validasi ide, bangun MVP dengan bimbingan praktisi. Enable other businesses to grow. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar Launchpad Sekarang