Founderplus
Tentang Kami
Business & Finance

Daftar VC Indonesia 2026: Lengkap dengan Fokus Industri dan Ticket Size

Published on: Wednesday, Feb 11, 2026 By Tim Founderplus

Mau raise funding tapi bingung harus ketuk pintu siapa? Anda sudah punya produk yang jalan, traction mulai kelihatan, dan sekarang butuh modal untuk akselerasi pertumbuhan. Masalahnya, lanskap venture capital di Indonesia itu luas dan terus berubah. Ada puluhan VC aktif dengan fokus industri, ticket size, dan stage investasi yang berbeda-beda.

Salah pilih VC bisa berarti buang waktu berbulan-bulan pitching ke investor yang memang tidak pernah invest di sektor atau stage Anda. Sebaliknya, kalau Anda tahu persis siapa yang harus di-approach, proses fundraising jadi jauh lebih efisien.

Artikel ini adalah daftar lengkap VC Indonesia 2026 yang masih aktif berinvestasi, dilengkapi dengan fokus industri, ticket size, stage investasi, dan portfolio unggulan masing-masing. Sebelum masuk ke daftar, kita juga akan bahas bagaimana VC menilai startup dan apa ekspektasi return mereka, supaya Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Catatan penting: sebelum Anda mulai proses fundraising, pastikan unit economics startup Anda sudah solid. Investor jenis apapun akan menanyakan angka-angka ini.

Bagaimana VC Menilai Startup yang Layak Didanai

Sebelum melihat daftar VC, Anda perlu memahami dulu apa yang ada di kepala mereka saat mengevaluasi startup. Karena pada akhirnya, tidak peduli seberapa lengkap daftar VC yang Anda punya, kalau startup Anda tidak memenuhi kriteria mereka, hasilnya tetap penolakan.

VC menilai startup berdasarkan empat pilar utama.

1. Tim Founder

Ini adalah faktor nomor satu, terutama di tahap early stage. VC ingin melihat bahwa tim Anda punya kombinasi yang tepat: kemampuan teknis untuk membangun produk, pemahaman mendalam tentang masalah yang diselesaikan, dan kemampuan eksekusi yang terbukti.

Bukan berarti Anda harus lulusan Stanford atau punya pengalaman di Google. Yang lebih penting adalah founder-market fit, yaitu alasan kuat mengapa tim Anda yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah ini dibanding orang lain.

Pertanyaan yang pasti ditanyakan VC tentang tim: Bagaimana para founder saling kenal? Apa pengalaman masing-masing yang relevan? Bagaimana pembagian peran dan tanggung jawab? Apakah pernah bekerja sama sebelumnya?

2. Produk dan Market

VC ingin melihat bahwa produk Anda menyelesaikan masalah nyata di pasar yang cukup besar. Bukan ide brilian yang tidak ada pembelinya, dan bukan solusi biasa di pasar yang terlalu kecil.

Validasi produk bisa ditunjukkan melalui berbagai cara: user retention yang tinggi, Net Promoter Score yang positif, waitlist yang panjang, atau bahkan revenue awal. Kalau Anda masih di tahap sangat awal, setidaknya tunjukkan bahwa Anda sudah melakukan validasi ide secara sistematis dan ada bukti bahwa pasar memang menginginkan solusi ini.

3. Traction dan Metrik

Data berbicara lebih keras dari narasi. VC ingin melihat angka-angka yang menunjukkan bahwa bisnis Anda bergerak ke arah yang benar. Metrik yang mereka cari tergantung pada stage dan model bisnis, tapi biasanya mencakup:

  • Revenue (MRR/ARR untuk SaaS, GMV untuk marketplace)
  • Growth rate (month-over-month atau year-over-year)
  • Unit economics (LTV, CAC, LTV/CAC ratio)
  • Retention/churn rate
  • Engagement metrics (DAU/MAU, session time)

Di tahap seed, VC mungkin toleran dengan angka yang masih kecil selama trennya positif. Di tahap Series A, ekspektasinya sudah jauh lebih tinggi. Pelajari cara menyusun pitch deck yang benar-benar dibaca investor untuk menyajikan metrik ini secara efektif.

4. Skalabilitas Model Bisnis

VC tidak tertarik dengan bisnis yang tumbuh linear. Mereka mencari startup yang punya potensi tumbuh eksponensial, di mana menambah 10x pelanggan tidak membutuhkan 10x biaya. Ini berarti model bisnis Anda harus punya leverage, baik itu teknologi, network effect, atau efisiensi operasional yang meningkat seiring skala.

Lean startup approach bisa membantu Anda memvalidasi skalabilitas model bisnis sebelum butuh modal besar.

Ekspektasi Return dan Valuasi VC

Memahami ekspektasi VC adalah kunci untuk negosiasi yang lebih baik. VC bukan dermawan. Mereka adalah fund manager yang harus mengembalikan uang investor mereka (LP) dengan return yang signifikan.

Target Return VC

Rata-rata VC menargetkan return 3-5x dari total fund mereka. Kedengarannya tidak besar, tapi ingat bahwa mayoritas startup dalam portfolio mereka akan gagal. Dari 20-30 investasi dalam satu fund, mungkin hanya 2-3 yang menjadi "home run."

Karena itulah, untuk setiap investasi individual, VC menargetkan potensi return 10-100x. Logikanya sederhana: jika 70% portfolio gagal, 20% memberikan return 1-3x, maka 10% sisanya harus memberikan return yang cukup besar untuk menutup semua kerugian dan masih menghasilkan profit untuk fund secara keseluruhan.

Implikasi untuk Founder

Apa artinya ini buat Anda? Beberapa hal penting:

VC hanya invest di bisnis yang bisa menjadi sangat besar. Kalau total addressable market Anda terlalu kecil untuk mendukung valuasi miliaran, VC mungkin bukan sumber pendanaan yang tepat. Pertimbangkan perbedaan angel investor vs VC untuk memahami pilihan lain.

Timeline exit biasanya 5-7 tahun. VC punya fund lifecycle yang terbatas, biasanya 10 tahun. Mereka perlu exit (melalui IPO atau akuisisi) dalam timeframe tersebut untuk mengembalikan uang ke LP.

Valuasi yang terlalu tinggi di awal bisa jadi bumerang. Kalau Anda raise di valuasi Rp 100 miliar tapi bisnis hanya tumbuh ke Rp 50 miliar, itu disebut "down round" dan sangat menyakitkan untuk semua pihak. Lebih baik raise di valuasi yang realistis dan terus naik di setiap round.

Penguasaan cashflow management dan pricing strategy yang tepat akan membantu Anda membangun pondasi keuangan yang menarik bagi VC.

Daftar VC Indonesia 2026: Tier 1 (VC Besar dan Mapan)

Ini adalah VC-VC yang sudah lama beroperasi di Indonesia, punya track record kuat, dan mengelola fund dalam jumlah besar. Mereka biasanya menjadi lead investor dalam round pendanaan.

VC Fokus Industri Ticket Size Stage Portfolio Notable Website
East Ventures Tech generalist, digital economy $100K - $5M Pre-Seed, Seed, Series A Tokopedia, Ruangguru, Kudo, Warung Pintar eastventures.com
AC Ventures Fintech, logistics, SME enablement $1M - $10M Seed, Series A, Series B Ula, Stockbit, Julo, Mekari acv.vc
Alpha JWC Ventures Consumer, fintech, SaaS, healthtech $500K - $15M Seed to Growth Kopi Kenangan, Lemonilo, Ajaib, Carro alphajwc.com
Northstar Group Consumer, tech, healthcare $5M - $50M+ Growth Stage Tiket.com, Gojek (awal), Halodoc northstar-group.com
Openspace Ventures Tech, consumer, enterprise $2M - $15M Series A, Series B Xfers (Fazz), Doctor Anywhere, CARRO openspace.vc
MDI Ventures Digital infrastructure, enterprise tech, fintech $1M - $10M Seed to Series B Kata.ai, Nodeflux, eFishery mdi.vc
BRI Ventures Fintech, financial inclusion, agritech $500K - $5M Seed to Series A Tanihub, Modalku, Dana briventures.id
Mandiri Capital Indonesia Fintech, digital banking, supply chain $1M - $10M Seed to Series B Moka, Amartha, PrivyID mandiri-capital.co.id

Catatan tentang Tier 1: VC-VC ini menerima ratusan hingga ribuan pitch deck setiap tahun. Conversion rate dari pitch ke investasi biasanya kurang dari 2%. Warm intro dari founder yang sudah ada di portfolio mereka adalah cara paling efektif untuk mendapatkan meeting pertama.

Daftar VC Indonesia 2026: Tier 2 (VC Aktif dan Spesialis)

VC di tier ini mungkin tidak sebesar Tier 1 dalam hal AUM (Assets Under Management), tapi mereka sangat aktif berinvestasi dan sering kali punya spesialisasi yang bisa memberikan value-add lebih di sektor tertentu.

VC Fokus Industri Ticket Size Stage Portfolio Notable Website
Intudo Ventures Indonesia-focused, berbagai sektor $500K - $10M Seed to Series B Pintu, Stockbit, Greenly intudoventures.com
Skystar Capital Consumer tech, new retail, digital media $200K - $3M Pre-Seed, Seed Lemonilo, Sociolla, Greenly skystarcapital.com
Prasetia Dwidharma Fintech, SaaS, deep tech $100K - $2M Pre-Seed, Seed Xendit (awal), Verihubs prasetia.com
Kejora Capital Consumer internet, e-commerce, SaaS $500K - $5M Seed to Series A Shipper, Bobobox, CrediBook kejoraventures.com
Convergence Ventures Data-driven businesses, fintech $100K - $3M Seed, Series A Lemonilo, SIRCLO, Finantier convergencevc.com
Genesia Ventures Japan-Indonesia bridge, digital economy $100K - $1M Pre-Seed, Seed Qoala, BukuWarung, Pinhome genesiaventures.com
Arise (MDI + Finch Capital) Fintech, insurtech, digital finance $500K - $5M Seed to Series A Dana, Qoala, Ayoconnect arise.co

Catatan tentang Tier 2: VC spesialis sering kali menjadi pilihan lebih baik daripada VC generalist untuk startup di sektor tertentu. Misalnya, kalau Anda membangun startup fintech, Prasetia Dwidharma atau Arise bisa memberikan insight dan koneksi industri yang lebih relevan.

Daftar VC Indonesia 2026: Tier 3 (VC Global dengan Kehadiran di Indonesia)

VC global ini punya kantor regional di Asia Tenggara atau secara aktif berinvestasi di startup Indonesia. Mereka biasanya masuk di tahap yang lebih lanjut atau melalui program khusus.

VC / Program Fokus Ticket Size Stage Catatan Website
Peak XV Partners (ex-Sequoia SEA) Tech generalist, semua sektor $1M - $100M+ Seed to Growth Salah satu VC paling aktif di SEA, rebranding dari Sequoia India/SEA peakxv.com
Y Combinator Tech generalist, global $500K (standar) Pre-Seed, Seed Program remote, batch-based, equity 7% standar ycombinator.com
500 Global Tech generalist, emerging markets $50K - $500K Pre-Seed, Seed Ada program khusus Southeast Asia 500.co
GGV Capital Consumer, enterprise, tech $5M - $50M+ Series A ke atas Fokus di growth stage, sangat selektif ggvc.com
Antler Berbagai sektor $100K - $200K Pre-Seed Builder program, membantu dari tahap co-founder matching antler.co
Iterative SaaS, marketplace, fintech $150K - $500K Pre-Seed Accelerator model, batch-based, fokus SEA iterative.vc

Catatan tentang VC Global: Untuk startup Indonesia yang mengincar VC global, pastikan cerita Anda bisa di-pitch dalam konteks opportunity di Asia Tenggara, bukan hanya Indonesia. VC global berpikir dalam skala regional atau bahkan global.

Accelerator dan Incubator Aktif di Indonesia

Selain VC tradisional, ada juga program accelerator dan incubator yang bisa menjadi stepping stone menuju pendanaan VC.

Program Fokus Benefit Durasi Catatan
Google for Startups Accelerator AI/ML, tech for good Mentoring, Google Cloud credits, jaringan 10-12 minggu Non-equity, sangat kompetitif
AWS Startup Loft Cloud-native startups AWS credits, technical mentoring Ongoing Non-equity, berbasis support
Plug and Play Indonesia Berbagai sektor Corporate partnership, mentoring, potential investment 3 bulan Partnership dengan korporasi besar Indonesia

Accelerator bisa menjadi jalur masuk yang efektif, terutama kalau Anda belum punya jaringan di ekosistem VC. Banyak alumnus accelerator yang kemudian sukses raise dari VC karena validasi dan koneksi yang didapat selama program.

Di program inkubasi Founderplus, kami membantu founder connect langsung dengan VC yang tepat untuk stage bisnis Anda. Bukan sekadar daftar nama, tapi warm intro yang sudah dikurasi berdasarkan fit antara startup Anda dengan thesis investasi VC.

Cara Memilih VC yang Tepat untuk Startup Anda

Punya daftar VC itu langkah awal. Langkah berikutnya yang lebih kritis adalah memilih mana yang paling cocok. Jangan spray and pray, yaitu mengirim deck ke semua VC berharap ada yang nyangkut. Pendekatan itu jarang berhasil dan bisa merusak reputasi Anda.

1. Match Stage Investasi

Ini filter pertama yang paling mendasar. Kalau Anda masih di tahap pre-seed dengan MVP dan belum ada revenue, jangan buang waktu pitch ke VC yang hanya invest di Series A ke atas. Sebaliknya, kalau Anda sudah punya revenue Rp 1 miliar per bulan, VC seed mungkin tidak punya ticket size yang cukup untuk kebutuhan Anda.

Baca panduan lengkap tahapan funding startup untuk memahami di stage mana Anda berada dan siapa yang biasa invest di stage tersebut.

2. Cek Fokus Industri

Setiap VC punya thesis investasi yang menentukan sektor mana yang mereka targetkan. VC yang fokus di fintech tidak akan invest di startup agritech, meskipun startup Anda bagus. Ini bukan masalah kualitas startup Anda, tapi masalah expertise dan mandat fund.

3. Pastikan Tidak Ada Konflik Portfolio

Kalau VC sudah invest di kompetitor langsung Anda, kemungkinan besar mereka tidak akan invest di startup Anda juga. Cek portfolio setiap VC sebelum approach.

4. Evaluasi Value-Add di Luar Uang

Uang dari semua VC warnanya sama. Yang membedakan adalah apa yang bisa mereka berikan selain modal: jaringan, expertise operasional, akses ke pelanggan, bantuan hiring, atau koneksi ke VC tahap selanjutnya.

Tanyakan ke founder lain yang sudah di-invest VC tersebut: "Seberapa aktif VC ini membantu setelah investasi? Apakah mereka hadir saat dibutuhkan?" Jawaban dari pertanyaan ini sering kali lebih penting dari angka di term sheet.

5. Pertimbangkan Chemistry

Fundraising bukan hanya transaksi finansial. VC akan menjadi bagian dari perjalanan bisnis Anda selama bertahun-tahun. Anda akan berinteraksi dengan mereka di saat baik dan buruk. Pastikan ada chemistry dan kepercayaan mutual. Kalau di pertemuan pertama saja sudah terasa tidak nyaman, bayangkan bagaimana rasanya saat situasi bisnis sedang sulit.

Persiapan Sebelum Approach VC

Anda sudah tahu mau approach VC yang mana. Sekarang, pastikan persiapan Anda sudah matang. VC berpengalaman bisa langsung tahu mana founder yang well-prepared dan mana yang masih "coba-coba." Kesan pertama sangat menentukan.

Data Room

Siapkan folder yang berisi semua dokumen penting bisnis Anda, terstruktur rapi dan mudah diakses:

  • Dokumen legal: Akta pendirian, NPWP, izin usaha, perjanjian antar founder
  • Cap table: Struktur kepemilikan saham terkini
  • Financial statements: Laporan keuangan minimal 12 bulan terakhir
  • Projections: Proyeksi keuangan 3-5 tahun ke depan dengan asumsi yang jelas
  • Product metrics: Dashboard traction terkini

Pitch Deck

Deck Anda harus bisa berdiri sendiri tanpa penjelasan verbal. Ikuti struktur yang sudah terbukti efektif: problem, solution, market, business model, traction, team, financials, ask. Baca panduan lengkap pitch deck investor untuk detail setiap slide.

Financial Model

Bukan sekadar spreadsheet berisi angka fantasi. Financial model yang kredibel punya asumsi yang bisa dipertanggungjawabkan, skenario best-case dan worst-case, serta menunjukkan path to profitability yang realistis. VC akan menguji asumsi Anda satu per satu.

Pastikan Anda sudah menguasai metrik keuangan kunci seperti LTV, CAC, burn rate, dan runway. Semua ini dibahas mendalam di panduan unit economics startup.

Unit Economics yang Solid

Ini tidak bisa ditekankan cukup: VC ingin melihat bahwa bisnis Anda secara fundamental bisa menghasilkan profit. LTV/CAC ratio minimal 3:1, gross margin yang sehat, dan tren yang menunjukkan improvement dari waktu ke waktu.

Pelajari cara approach VC step-by-step di kursus Advance Fundraising di Academy Founderplus. Materi mencakup strategi approach, cara negosiasi term sheet, dan teknik valuasi yang digunakan VC.

Elevator Pitch yang Tajam

Sebelum meeting formal, Anda mungkin bertemu VC di event atau melalui intro singkat. Siapkan cara pitch versi 30 detik yang bisa langsung membuat mereka penasaran ingin tahu lebih.

Strategi Approach yang Efektif

Persiapan sudah matang, sekarang saatnya eksekusi. Berikut strategi yang terbukti efektif di ekosistem startup Indonesia.

Prioritaskan Warm Intro

Cold email ke VC punya response rate yang sangat rendah, biasanya di bawah 5%. Warm intro dari seseorang yang dipercaya VC bisa meningkatkan peluang meeting pertama secara drastis. Siapa yang bisa memberikan warm intro? Founder di portfolio VC tersebut, mentor, advisor, atau sesama founder yang punya koneksi.

Bangun Relationship Sebelum Butuh

Jangan baru kenal VC saat butuh uang. Idealnya, mulai bangun relasi 6-12 bulan sebelum Anda berencana raise. Kirim update bulanan tentang progress bisnis Anda. Hadiri event yang sering dihadiri VC target. Engagement yang konsisten membuat VC familiar dengan bisnis Anda jauh sebelum proses fundraising dimulai.

Jalankan Proses yang Terstruktur

Buat timeline fundraising yang jelas: 2 minggu untuk riset dan shortlist VC, 2 minggu untuk mengamankan intro, 4-6 minggu untuk pitching dan follow-up, 2-4 minggu untuk due diligence dan closing. Jalankan meeting dengan beberapa VC secara paralel untuk menciptakan sense of urgency.

Pelajari dari Setiap Penolakan

Penolakan adalah bagian normal dari proses fundraising. Rata-rata founder mendapat lebih dari 50 penolakan sebelum closing satu deal. Yang penting adalah belajar dari setiap penolakan: apakah masalahnya di produk, market, tim, atau cara presentasi? Gunakan feedback ini untuk memperbaiki pitch Anda di meeting berikutnya.

Kesalahan Umum Saat Approach VC

Berdasarkan pengalaman mendampingi ratusan founder, berikut kesalahan yang paling sering terjadi.

Approach VC tanpa riset. Mengirim deck ke VC tanpa memahami thesis investasi mereka. Ini langsung menunjukkan bahwa Anda tidak serius dan tidak detail-oriented.

Minta NDA sebelum meeting. Hampir tidak ada VC yang mau tanda tangan NDA sebelum melihat pitch. Ini malah memberi kesan negatif. VC melihat ratusan startup dan reputasi mereka bergantung pada trust.

Terlalu fokus pada valuasi. Terutama di tahap awal, valuasi bukan satu-satunya faktor yang penting. Terms lain seperti liquidation preference, anti-dilution, dan board seats bisa berdampak lebih besar pada kendali dan payout Anda di masa depan.

Raise terlalu kecil atau terlalu besar. Raise terlalu kecil berarti Anda akan segera butuh raise lagi sebelum mencapai milestone berikutnya. Raise terlalu besar di valuasi yang tinggi menciptakan ekspektasi yang sulit dipenuhi. Target runway 18-24 bulan setelah raise.

Mengabaikan angel investor sebagai opsi. Tidak semua startup harus langsung approach VC. Untuk tahap sangat awal, angel investor sering kali lebih cocok karena proses lebih cepat, terms lebih fleksibel, dan mereka bisa memberikan mentoring hands-on.

FAQ

Berapa lama proses mendapatkan pendanaan dari VC di Indonesia?

Rata-rata proses fundraising dari VC memakan waktu 3-6 bulan, dari perkenalan awal hingga closing. Tahap pre-seed bisa lebih cepat, sedangkan Series A ke atas biasanya lebih lama karena due diligence yang lebih mendalam.

Apakah startup harus sudah punya revenue untuk bisa dapat pendanaan VC?

Tidak selalu. Beberapa VC bersedia invest di tahap pre-seed atau seed tanpa revenue, asalkan ada bukti validasi pasar yang kuat. Namun untuk Series A ke atas, revenue dan traction konsisten biasanya menjadi syarat minimum.

Berapa ticket size rata-rata VC di Indonesia untuk tahap seed?

Untuk tahap seed, ticket size VC di Indonesia biasanya berkisar antara $100K hingga $2M. Beberapa VC seperti East Ventures dan Genesia Ventures sangat aktif di range ini, sementara VC yang lebih besar biasanya mulai dari Series A.

Apa bedanya corporate VC dengan VC independen?

Corporate VC seperti MDI Ventures atau BRI Ventures mendapat dana dari perusahaan induk dan sering mencari sinergi strategis. VC independen mengelola dana dari LP eksternal dan biasanya lebih fleksibel dalam thesis investasi.

Bagaimana cara mendapatkan warm intro ke VC?

Manfaatkan jaringan sesama founder, hadiri event startup, dan aktif di komunitas. Cek portfolio VC target Anda, lalu minta intro dari founder yang sudah di-invest VC tersebut. Warm intro melalui koneksi yang dipercaya VC memiliki conversion rate jauh lebih tinggi daripada cold email.

Langkah Selanjutnya: Dari Daftar ke Aksi

Memiliki daftar VC Indonesia yang lengkap adalah langkah pertama. Tapi daftar tanpa eksekusi hanyalah informasi yang tidak berguna. Berikut action plan yang bisa Anda jalankan minggu ini:

  1. Tentukan stage Anda. Review tahapan funding startup dan identifikasi di mana posisi bisnis Anda saat ini.
  2. Shortlist 10-15 VC. Dari daftar di atas, pilih VC yang match dengan stage, industri, dan ticket size yang Anda butuhkan.
  3. Riset mendalam setiap VC. Baca tentang portfolio mereka, thesis investasi, dan partner yang paling relevan.
  4. Siapkan deck dan data room. Pastikan semua dokumen sudah siap sebelum mulai approach.
  5. Cari warm intro. Identifikasi siapa di jaringan Anda yang bisa menghubungkan Anda dengan VC target.
  6. Mulai proses. Jadwalkan meeting pertama dan jalankan proses fundraising secara terstruktur.

Kalau Anda serius ingin raise funding dan butuh bimbingan lebih intensif, program inkubasi Founderplus bisa membantu. Kami mendampingi founder dari persiapan pitch deck hingga closing deal, termasuk memfasilitasi perkenalan langsung dengan VC yang tepat untuk bisnis Anda.

Untuk Anda yang ingin belajar mandiri terlebih dahulu, kursus Advance Fundraising 1, 2, dan 3 di Academy Founderplus membahas seluruh proses fundraising secara mendalam, mulai dari kapan harus raise, cara menghitung valuasi, hingga teknik negosiasi term sheet. Ada juga kursus khusus Scorecard Valuation Method yang mengajarkan cara VC menilai valuasi startup di tahap awal.

Fundraising adalah marathon, bukan sprint. Tapi dengan persiapan yang tepat dan target VC yang sudah dikurasi, Anda bisa menjalani proses ini dengan jauh lebih percaya diri. Selamat berburu pendanaan.

Bangun bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

Program intensif 3 bulan untuk membangun bisnis dari nol. Validasi ide, bangun MVP dengan bimbingan praktisi. Enable other businesses to grow. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar Launchpad Sekarang