Founderplus
Tentang Kami
Business & Finance

Cara Pitch ke Investor: Framework Presentasi yang Meyakinkan

Published on: Saturday, Mar 28, 2026 By Tim Founderplus

Anda punya produk yang sudah jalan. Traction mulai menunjukkan angka yang menjanjikan. User bertambah setiap minggu. Tapi begitu berdiri di depan investor, tiba-tiba semua data itu terasa sulit disampaikan. Slide berganti, tapi narasi terasa terputus-putus. Waktu habis sebelum Anda sampai ke bagian yang paling penting.

Situasi ini sangat umum. Banyak founder yang punya produk bagus tapi kehilangan peluang pendanaan bukan karena bisnisnya lemah, melainkan karena cara menyampaikannya tidak efektif. Pitch yang buruk bisa membuat startup dengan potensi besar terlihat biasa saja. Sebaliknya, pitch yang terstruktur bisa membuat investor langsung tertarik untuk bicara lebih lanjut.

Artikel ini adalah panduan lengkap tentang cara pitch ke investor, mulai dari elevator pitch 30 detik sampai full pitch 15 menit. Anda akan mendapatkan framework, contoh script, dan tips praktis yang bisa langsung dipraktikkan. Jika Anda belum menyiapkan deck, baca dulu panduan Pitch Deck Investor: Struktur 10 Slide yang Benar-Benar Dibaca sebagai fondasi.

Jenis-Jenis Pitching: Kenali Formatnya, Pilih yang Tepat

Tidak semua pitching itu sama. Konteks menentukan format mana yang harus Anda gunakan. Salah memilih format bisa berakibat fatal: terlalu panjang di acara networking, atau terlalu singkat di meeting formal.

Ada tiga format utama pitching yang harus dikuasai setiap founder.

Aspek Elevator Pitch 2-Minute Pitch Full Pitch
Durasi 30 detik 2 menit 10-15 menit
Konteks Networking, pertemuan tidak terencana, chat singkat Demo day, kompetisi startup, intro meeting Meeting formal dengan investor, pitch session
Tujuan Membuat investor penasaran dan minta waktu bicara lagi Memberikan gambaran lengkap untuk menarik minat lanjutan Meyakinkan investor untuk masuk ke tahap due diligence
Isi Problem dan solusi dalam satu napas Problem, solusi, traction, ask Narasi lengkap dari problem sampai ask, didukung data
Deck Tidak perlu Opsional, 3-5 slide Wajib, 10-15 slide
Follow-up Tukar kontak, jadwalkan meeting Kirim deck lengkap, jadwalkan deep dive Due diligence, term sheet discussion

Setiap format punya fungsinya masing-masing. Founder yang paling siap adalah yang bisa switching antara ketiga format ini dengan natural, tergantung situasi.

Elevator Pitch: 30 Detik yang Menentukan

Bayangkan Anda bertemu seorang investor di sebuah acara. Anda punya waktu selagi menunggu kopi disajikan. Tiga puluh detik. Itu semua waktu yang Anda punya untuk membuat orang ini tertarik dengan startup Anda.

Elevator pitch bukan tentang menjelaskan semua aspek bisnis Anda. Ini tentang membuat investor cukup penasaran untuk berkata, "Ceritakan lebih lanjut."

Formula Elevator Pitch

Gunakan struktur ini sebagai kerangka:

[Nama startup] membantu [target customer] yang mengalami [masalah spesifik] dengan [solusi singkat], dan kami sudah [bukti traction terkuat].

Struktur ini memastikan Anda menyentuh empat elemen kritis dalam waktu singkat: siapa yang Anda bantu, masalah apa yang Anda selesaikan, bagaimana cara Anda menyelesaikannya, dan bukti bahwa solusi Anda bekerja.

Contoh Elevator Pitch

Berikut contoh untuk beberapa jenis startup:

Startup SaaS untuk UMKM: "StockMate membantu pemilik toko retail yang kehilangan rata-rata 3 juta rupiah per bulan karena produk kedaluwarsa yang tidak terpantau. Kami membangun sistem inventory otomatis yang mengirim notifikasi restock dan prediksi kedaluwarsa, dan dalam 6 bulan terakhir sudah digunakan 2.000 toko dengan retention rate 85 persen."

Startup Edtech: "KelasKita membantu orang tua kelas menengah yang frustrasi dengan kualitas bimbingan belajar online anaknya. Platform kami mencocokkan siswa dengan tutor terverifikasi berdasarkan gaya belajar, dan bulan lalu kami proses 5.000 sesi dengan rating rata-rata 4.8."

Startup Fintech: "PinjamanKu membantu pekerja informal yang ditolak bank untuk pinjaman darurat. Kami menggunakan data alternatif untuk credit scoring, dan sudah menyalurkan 2 miliar rupiah dengan NPL di bawah 3 persen."

Tips Menyempurnakan Elevator Pitch

Pertama, latih sampai terasa natural, bukan hafalan. Elevator pitch yang terdengar seperti sedang membaca script justru mengurangi kredibilitas. Tujuannya adalah menyampaikan informasi penting dengan nada percakapan biasa.

Kedua, sesuaikan angka traction dengan apa yang paling impressive. Kalau revenue kuat, sebutkan revenue. Kalau growth rate yang menonjol, sebutkan growth rate. Pilih satu metrik yang paling "wow."

Ketiga, akhiri dengan sesuatu yang mengundang respons. Bisa berupa pertanyaan implisit atau pernyataan yang membuat investor ingin tahu lebih banyak.

2-Minute Pitch: Ketika Ada Waktu Sedikit Lebih

Format dua menit biasanya digunakan di demo day, kompetisi startup, atau saat Anda mendapat intro singkat dengan investor. Waktu dua menit terasa sedikit, tapi sebenarnya cukup untuk menyampaikan cerita yang compelling kalau strukturnya benar.

Struktur 2-Minute Pitch

Bagi dua menit Anda ke dalam lima blok:

Blok 1 -- Hook (15 detik): Mulai dengan fakta mengejutkan atau cerita singkat yang langsung menarik perhatian. Bukan "Perkenalkan, saya Budi dari startup X." Tapi "Tahukah Anda bahwa 4 juta toko retail di Indonesia kehilangan total 15 triliun rupiah per tahun karena produk expired?"

Blok 2 -- Problem dan Solusi (30 detik): Jelaskan masalah secara spesifik, lalu solusi Anda dalam kalimat yang jelas. Jangan terlalu teknis. Investor harus langsung paham tanpa penjelasan tambahan.

Blok 3 -- Traction (30 detik): Ini bagian yang membuat investor benar-benar mendengarkan. Sampaikan metrik terkuat Anda: revenue, growth rate, jumlah pengguna aktif, retention. Gunakan angka, bukan kata sifat.

Blok 4 -- Tim dan Keunggulan (20 detik): Satu kalimat tentang mengapa tim Anda yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Hubungkan pengalaman tim dengan domain masalah.

Blok 5 -- The Ask (25 detik): Apa yang Anda cari, berapa yang Anda butuhkan, dan untuk apa dana tersebut akan digunakan. Akhiri dengan ajakan yang jelas.

Contoh 2-Minute Pitch

"Empat juta toko retail di Indonesia kehilangan total 15 triliun rupiah per tahun karena produk kedaluwarsa yang tidak terpantau. Pemilik toko masih mengecek stok manual, sering lupa, dan baru sadar saat produk sudah tidak bisa dijual.

StockMate menyelesaikan masalah ini dengan sistem inventory otomatis berbasis AI yang mengirim notifikasi restock, memprediksi kedaluwarsa, dan mengoptimalkan pesanan ke distributor. Setup hanya butuh 15 menit, tanpa perlu ganti sistem yang sudah ada.

Dalam 8 bulan sejak launch, 2.000 toko sudah aktif menggunakan StockMate. MRR kami Rp 180 juta, tumbuh 30 persen bulan ke bulan. Rata-rata toko menghemat Rp 2,5 juta per bulan setelah menggunakan sistem kami. Retention rate 85 persen.

Saya Budi, sebelumnya 7 tahun memimpin supply chain operations di Unilever Indonesia. Co-founder saya Rina adalah ex-engineer Tokopedia yang membangun sistem warehouse management mereka.

Kami sedang raising 10 miliar untuk ekspansi ke 25.000 toko dalam 18 bulan. Alokasi utama untuk sales team dan pengembangan fitur analytics lanjutan. Saya akan sangat senang bisa share deck lengkap dan berdiskusi lebih detail."

Perhatikan: setiap kalimat punya fungsi. Tidak ada filler. Setiap informasi disampaikan untuk membangun kepercayaan secara bertahap.

Full Pitch: Presentasi Lengkap ke Investor

Full pitch adalah saat Anda mendapat waktu 10 sampai 15 menit untuk presentasi lengkap, biasanya dalam meeting formal dengan investor. Ini adalah momen di mana semua persiapan Anda diuji. Di sinilah storytelling, data, dan personal connection harus bekerja bersamaan.

Storytelling Framework: Dari Hook Sampai Ask

Pitch yang bagus bukan kumpulan slide berisi angka. Pitch yang bagus adalah cerita yang kebetulan didukung data. Otak manusia dirancang untuk merespons narasi, bukan bullet point.

Gunakan framework storytelling berikut:

1. Hook (1 menit)

Buka dengan sesuatu yang membuat investor langsung fokus. Bisa berupa:

  • Statistik yang mengejutkan: "Di Indonesia, 60 persen UMKM retail tutup dalam 3 tahun pertama, dan penyebab nomor satu bukan persaingan, tapi masalah inventory management."
  • Cerita personal: "Dua tahun lalu, ayah saya hampir menutup toko kelontong yang sudah dibangun 20 tahun karena kerugian produk expired yang menumpuk setiap bulan."
  • Pertanyaan provokatif: "Bagaimana kalau saya bilang ada pasar senilai 15 triliun rupiah yang belum tersentuh teknologi sama sekali?"

Hook yang kuat membuat investor menaruh HP mereka dan benar-benar mendengarkan.

2. Problem (2 menit)

Gambarkan masalah dengan cara yang membuat investor merasakan beratnya. Gunakan kombinasi data dan cerita konkret. Jelaskan siapa yang mengalami masalah ini, seberapa besar dampaknya, dan mengapa solusi yang ada sekarang belum memadai.

Ini juga saat yang tepat untuk menunjukkan bahwa Anda sudah melakukan validasi ide secara menyeluruh. Investor menghargai founder yang memahami masalah dari dekat, bukan dari balik layar laptop.

3. Solution (2 menit)

Transisi dari problem ke solusi harus terasa natural, seperti jawaban yang sudah menunggu untuk ditemukan. Jelaskan solusi Anda dalam bahasa sederhana, tunjukkan demo atau screenshot kalau memungkinkan, dan hubungkan langsung ke problem yang baru saja dipaparkan.

4. Traction dan Business Model (3 menit)

Ini adalah bagian yang investor paling menunggu. Tunjukkan bukti bahwa solusi Anda bekerja di dunia nyata. Revenue, growth rate, retention, unit economics. Jelaskan juga bagaimana model bisnis Anda menghasilkan uang.

5. Market dan Competition (2 menit)

Tunjukkan bahwa pasar ini cukup besar dan Anda punya posisi yang jelas di dalamnya. Jangan mengklaim tidak punya kompetitor. Tunjukkan bahwa Anda memahami lanskap persaingan dan punya keunggulan yang bisa dipertahankan.

6. Tim (1 menit)

Jelaskan mengapa tim Anda adalah yang paling tepat untuk mengeksekusi ini. Hubungkan pengalaman setiap anggota tim dengan masalah yang sedang diselesaikan.

7. The Ask (1-2 menit)

Tutup dengan permintaan yang jelas: berapa yang Anda butuhkan, untuk apa, dan milestone apa yang akan dicapai. Jangan ragu-ragu di bagian ini. Kejelasan menunjukkan kepercayaan diri dan kesiapan.

Membangun Koneksi dengan Audiens

Pitch yang hanya menyampaikan informasi adalah presentasi biasa. Pitch yang membangun koneksi emosional dengan investor adalah pitch yang menghasilkan deal.

Beberapa teknik membangun koneksi:

Gunakan kontak mata. Jangan membaca slide. Bicara ke investor, bukan ke layar. Kalau ada tiga investor di ruangan, bagi kontak mata secara merata.

Personalisasi. Kalau Anda tahu investor pernah berinvestasi di sektor serupa, sebutkan. "Saya tahu Anda pernah back XYZ yang menyelesaikan masalah serupa di segmen B2B. Kami melihat peluang yang sama di segmen retail."

Tunjukkan passion yang terkontrol. Investor ingin melihat bahwa Anda peduli dengan masalah ini, tapi tetap bisa berpikir jernih. Passion tanpa data membuat Anda terlihat naif. Data tanpa passion membuat Anda terlihat tidak committed.

Baca respons audiens. Perhatikan bahasa tubuh investor. Kalau mereka mulai melihat HP atau tampak bosan, percepat bagian yang sedang Anda sampaikan. Kalau mereka mengangguk atau condong ke depan, Anda di jalur yang tepat.

Slide-by-Slide Guide

Untuk panduan detail apa yang harus ada di setiap slide, dari title sampai the ask, baca artikel pillar kami tentang struktur 10 slide pitch deck. Artikel tersebut membahas isi, kesalahan umum, dan contoh pendekatan yang benar untuk setiap slide.

Membuat Pitch Deck yang Efektif

Pitch deck adalah alat bantu visual yang mendukung narasi Anda, bukan pengganti narasi. Deck yang efektif memperkuat apa yang Anda sampaikan secara verbal, bukan menduplikasi kata-kata Anda di layar.

Judul Deck yang Menarik

Slide pertama adalah kesan pertama. Banyak founder melewatkan ini dengan hanya menampilkan logo dan nama perusahaan. Padahal, slide title adalah kesempatan untuk menyampaikan elevator pitch dalam bentuk tulisan.

Format yang efektif untuk slide title:

  • Nama startup (logo)
  • Tagline satu kalimat yang menjelaskan apa yang Anda lakukan
  • Round yang sedang dibuka (misalnya "Seed Round -- Rp 10 Miliar")
  • Informasi kontak founder

Tagline harus spesifik dan bisa dipahami tanpa penjelasan tambahan. Bukan "Revolutionizing Indonesian commerce" yang tidak menjelaskan apa-apa. Tapi "Platform inventory management yang membantu toko retail mengurangi kerugian produk expired 60 persen."

Prinsip Visual yang Bekerja

Satu pesan per slide. Kalau slide Anda mencoba menyampaikan tiga hal sekaligus, investor tidak akan mengingat satupun. Setiap slide harus punya satu takeaway yang jelas.

Data dalam bentuk visual. Grafik pertumbuhan lebih powerful daripada tabel angka. Chart yang menunjukkan tren naik langsung menyampaikan pesan tanpa perlu dibaca.

Konsistensi desain. Gunakan satu palet warna, satu font family, dan layout yang konsisten dari slide pertama sampai terakhir. Inkonsistensi visual mengirim sinyal bahwa Anda kurang teliti.

Whitespace adalah teman. Jangan takut dengan ruang kosong di slide. Slide yang padat justru membuat investor kewalahan. Beri mata mereka ruang untuk fokus pada informasi yang paling penting.

Data yang Harus Ada

Investor membuat keputusan berdasarkan data, bukan cerita saja. Pastikan deck Anda mencakup:

  • Metrik traction utama (MRR, MAU, growth rate)
  • Unit economics (CAC, LTV, margin)
  • Market size (TAM, SAM, SOM)
  • Proyeksi keuangan 3 tahun dengan asumsi yang jelas
  • Milestone yang akan dicapai dengan dana yang diminta

Setiap angka harus bisa Anda jelaskan dan pertahankan saat sesi tanya jawab. Jangan pernah memasukkan angka yang tidak bisa Anda backing dengan logika atau data.

Tips Pitching yang Sering Dilupakan

Setelah ratusan sesi pitching diamati, ada pola kesalahan yang terus berulang. Berikut tips yang jarang dibahas tapi berdampak besar.

Persiapan yang Sering Dilewati

Riset investor sebelum pitch. Jangan pitch ke investor yang tidak relevan dengan sektor Anda. Cari tahu portofolio mereka, thesis investasi, dan ukuran ticket yang biasa mereka investasikan. Memahami perbedaan angel investor dan VC akan membantu Anda menyesuaikan pendekatan. Anda juga bisa melihat daftar VC Indonesia untuk menemukan investor yang paling cocok.

Siapkan satu halaman executive summary. Beberapa investor akan meminta dokumen singkat sebelum mau meeting. Satu halaman yang merangkum bisnis Anda bisa menjadi pembuka pintu.

Latihan di depan orang yang bisa memberikan feedback jujur. Bukan teman yang akan bilang "bagus" apapun yang Anda sampaikan. Cari mentor atau sesama founder yang bisa memberikan kritik konstruktif.

Body Language yang Meyakinkan

Konten pitch bisa sempurna, tapi kalau body language Anda mengirim sinyal yang salah, investor akan ragu.

Berdiri dengan tegap tapi rileks. Jangan kaku seperti tentara, tapi jangan juga terlalu santai sampai terlihat tidak serius.

Gunakan gesture untuk memperkuat poin. Tangan yang bergerak natural saat menjelaskan membuat presentasi lebih hidup. Tapi hindari gerakan repetitif yang justru mengganggu.

Jangan bersembunyi di balik podium atau laptop. Kalau memungkinkan, berdiri di samping layar, bukan di belakangnya. Ini menunjukkan keterbukaan dan percaya diri.

Perhatikan kecepatan bicara. Saat nervous, kebanyakan orang bicara lebih cepat. Sadari ini dan sengaja perlambat. Jeda sebelum poin penting justru menambah dampak.

Handling Q&A dengan Percaya Diri

Sesi tanya jawab sering menjadi pembeda antara pitch yang berhasil dan yang gagal. Investor menggunakan Q&A untuk menguji seberapa dalam pemahaman Anda tentang bisnis sendiri.

Antisipasi pertanyaan umum. Ada pertanyaan yang hampir pasti ditanyakan: "Bagaimana kalau kompetitor besar masuk?", "Apa yang terjadi kalau growth melambat?", "Kenapa valuasi segini?" Siapkan jawaban untuk 20 pertanyaan paling mungkin.

Jawab dengan singkat lalu elaborasi kalau diminta. Jangan memberikan jawaban panjang lebar untuk pertanyaan yang bisa dijawab dalam dua kalimat. Investor menghargai kejelasan.

Kalau tidak tahu, akui dengan jujur. "Itu pertanyaan yang bagus dan jujur saya belum punya data yang cukup untuk menjawabnya. Boleh saya follow up setelah meeting ini?" Jawaban ini jauh lebih baik daripada mengarang jawaban yang terlihat tidak meyakinkan.

Kesalahan Fatal Saat Pitching

Beberapa kesalahan bisa langsung menghentikan peluang Anda, tidak peduli seberapa bagus produk atau traction yang Anda punya.

1. Tidak Menunjukkan Traction

Ini kesalahan paling fatal. Investor ingin melihat bukti, bukan janji. Kalau Anda belum punya traction sama sekali, mungkin belum waktunya untuk pitching ke investor. Fokus dulu pada validasi dan customer interview, bangun traction awal, baru mulai fundraising.

2. Tidak Tahu Angka-Angka Kunci

Ketika investor bertanya "berapa CAC Anda?" atau "bagaimana unit economics-nya?" dan Anda tidak bisa menjawab, red flag langsung terangkat. Anda harus menguasai semua metrik kunci bisnis Anda di luar kepala.

3. Mengklaim Tidak Punya Kompetitor

Kalimat "kami tidak punya kompetitor" adalah salah satu red flag terbesar bagi investor. Kalau tidak ada kompetitor, mungkin tidak ada pasar. Yang investor ingin dengar adalah bahwa Anda memahami lanskap persaingan dan punya alasan yang jelas mengapa pendekatan Anda lebih baik.

4. Terlalu Fokus pada Produk, Bukan Bisnis

Banyak founder teknis yang menghabiskan 80 persen waktu pitch membahas fitur dan teknologi. Investor tidak membeli teknologi, mereka membeli bisnis. Mereka ingin tahu tentang market, revenue model, growth trajectory, dan return on investment.

5. Pitch yang Terlalu Panjang atau Tidak Terstruktur

Kalau investor harus bertanya "jadi, apa yang startup kamu lakukan?" setelah 5 menit presentasi, ada masalah serius dengan struktur pitch Anda. Pesan utama harus jelas dalam 60 detik pertama.

Setelah Pitch: Follow-Up yang Tepat

Pitch yang bagus tidak berakhir saat Anda keluar dari ruangan. Follow-up yang profesional bisa menjadi pembeda.

Kirim email ucapan terima kasih dalam 24 jam setelah meeting. Lampirkan deck Anda (versi yang sudah diupdate kalau ada koreksi dari sesi tanya jawab), satu halaman executive summary, dan timeline untuk langkah selanjutnya.

Kalau investor meminta data tambahan, kirim dalam 48 jam. Kecepatan respons menunjukkan profesionalisme dan keseriusan Anda.

Jangan hanya menunggu jawaban. Terus update investor tentang perkembangan startup Anda. Monthly update singkat yang menunjukkan progress traction bisa mengubah "not now" menjadi "let's talk" beberapa bulan kemudian.

Memahami tahapan funding startup akan membantu Anda menentukan timing yang tepat untuk setiap investor. Jangan pitch ke investor Series A kalau startup Anda masih di tahap yang lebih awal.

Mempersiapkan Diri untuk Pitching yang Lebih Baik

Pitching adalah skill yang bisa dilatih. Tidak ada founder yang langsung jago pitch dari percobaan pertama. Yang membedakan founder yang berhasil raise funding adalah volume latihan dan kualitas feedback yang mereka terima.

Beberapa cara melatih pitching:

Rekam diri Anda. Tonton ulang rekaman pitch Anda sendiri. Anda akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang tidak Anda sadari saat presentasi, dari filler words sampai body language yang kurang mendukung.

Pitch ke sesama founder. Founder lain yang pernah pitching bisa memberikan feedback dari perspektif yang unik karena mereka pernah di posisi yang sama.

Ikut kompetisi startup. Demo day dan pitch competition adalah latihan yang bagus karena ada tekanan waktu dan audiens yang nyata.

Di program inkubasi Founderplus, Anda bisa practice pitching langsung di depan investor dan mentor berpengalaman. Feedback dari orang yang sudah melihat ratusan pitch jauh lebih berharga daripada latihan sendiri di depan cermin. Anda mendapat simulasi pitch yang mendekati kondisi nyata, termasuk sesi tanya jawab yang menantang.

Selain itu, kursus Advance Fundraising 3 dan 4 di Academy Founderplus membahas teknik pitching dari A sampai Z. Mulai dari menyusun narasi yang compelling, membangun pitch deck yang investor-ready, sampai teknik advanced untuk membangun kedekatan dengan audiens selama presentasi. Materi ini dirancang khusus untuk founder yang serius mempersiapkan fundraising.

Kalau Anda sudah siap memulai perjalanan fundraising, langkah pertama yang paling berdampak adalah memperkuat fondasi bisnis Anda. Pastikan marketing strategy sudah berjalan dan traction terus tumbuh. Investor tidak hanya menilai presentasi Anda, tapi juga momentum bisnis di balik presentasi tersebut.

Kesimpulan

Pitching ke investor bukan tentang bakat public speaking bawaan lahir. Ini tentang persiapan yang matang, struktur yang jelas, dan latihan yang cukup. Elevator pitch yang tajam membuka pintu percakapan. Dua-minute pitch yang compelling membuat investor ingin tahu lebih banyak. Full pitch yang terstruktur dan didukung data membawa Anda ke tahap due diligence.

Yang paling penting: pitch yang bagus dimulai dari bisnis yang bagus. Tidak ada teknik presentasi yang bisa menutupi fundamentals yang lemah. Pastikan traction Anda nyata, unit economics Anda masuk akal, dan tim Anda solid. Sisanya, latihan dan feedback yang konsisten akan membuat Anda semakin tajam setiap kali berdiri di depan investor.

Mulai dengan menyusun elevator pitch Anda hari ini menggunakan formula di artikel ini. Latih 10 kali. Minta feedback dari orang yang jujur. Lalu perbaiki dan latih lagi. Setiap iterasi membawa Anda lebih dekat ke pitch yang menghasilkan "yes."

FAQ

Berapa lama waktu ideal untuk mempersiapkan pitch ke investor?

Minimal 2-3 minggu persiapan intensif. Ini mencakup penyusunan deck, latihan presentasi minimal 10 kali, dan simulasi sesi tanya jawab. Semakin sering Anda berlatih, semakin natural penyampaian Anda saat hari H.

Apakah pitch deck harus berbeda untuk setiap investor?

Ya, idealnya Anda menyesuaikan pitch untuk setiap investor. Riset fokus investasi, portofolio, dan preferensi mereka. VC yang fokus di edtech punya ekspektasi berbeda dengan VC yang fokus di fintech. Minimal, sesuaikan narasi di slide problem dan traction agar relevan dengan thesis investasi mereka.

Bagaimana cara mengatasi nervous saat pitching?

Latihan adalah obat terbaik. Rekam diri Anda saat latihan, lalu tonton ulang. Lakukan simulasi pitch di depan teman atau mentor. Semakin familiar Anda dengan materi, semakin berkurang rasa gugup. Nervous ringan sebenarnya normal dan bisa membantu Anda tetap tajam.

Apa yang harus dilakukan jika investor mengajukan pertanyaan yang tidak bisa dijawab?

Jujur saja. Katakan bahwa Anda belum punya data untuk menjawab pertanyaan tersebut, lalu tawarkan untuk follow up dengan jawaban yang lengkap dalam 48 jam. Investor lebih menghargai kejujuran daripada jawaban yang dibuat-buat di tempat.

Apakah perlu membawa co-founder saat pitching?

Tergantung konteks. Untuk full pitch, membawa co-founder yang bisa menjawab pertanyaan teknis atau operasional adalah nilai tambah. Tapi pastikan pembagian perannya jelas sebelum meeting. Jangan sampai saling memotong atau terlihat tidak kompak di depan investor.

Bangun bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

Program intensif 3 bulan untuk membangun bisnis dari nol. Validasi ide, bangun MVP dengan bimbingan praktisi. Enable other businesses to grow. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar Launchpad Sekarang