
Menjelang Lebaran, banyak brand mulai mengeluarkan berbagai promo untuk menarik perhatian konsumen. Diskon produk, paket bundling, hingga program beli satu gratis satu menjadi strategi yang cukup umum dilakukan, terutama di sektor makanan dan minuman atau F&B.
Momentum ini sering dimanfaatkan karena pola konsumsi masyarakat biasanya meningkat menjelang hari raya. Aktivitas berkumpul bersama keluarga, tradisi berbagi, hingga mobilitas yang lebih tinggi membuat pengeluaran konsumen ikut meningkat pada periode tersebut.
Dalam situasi seperti ini, persaingan antar brand sering menjadi lebih intens. Banyak bisnis mencoba menarik pelanggan dengan menurunkan harga atau menawarkan promo yang lebih agresif dibanding kompetitor. Kondisi ini sering disebut sebagai perang harga.
Namun tidak semua brand sepenuhnya bergantung pada strategi tersebut. Beberapa bisnis mencoba mengombinasikan promo dengan strategi lain agar tetap kompetitif tanpa harus terus menurunkan harga.
Salah satu contoh datang dari Kopi Kenangan. Brand kopi lokal yang berdiri pada tahun 2017 ini membangun strategi bisnis yang memungkinkan mereka tetap bersaing di pasar kopi yang padat pemain, termasuk pada periode dengan intensitas promo tinggi seperti menjelang Lebaran.
Berikut beberapa strategi yang membantu brand ini tetap kompetitif.
1. Membangun Positioning di Pasar atau Affordable Premium Coffee

Strategi utama Kopi Kenangan adalah menentukan positioning produk, dan sudah cukup jelas sejak awal. Brand ini memposisikan produknya sebagai, kopi berkualitas premium dengan harga yang tetap terjangkau bagi pasar mass market, yang sering disebut sebagai konsep affordable premium coffee.
Pendekatan ini membuat Kopi Kenangan tidak harus bersaing langsung dengan dua segmen ekstrem di industri kopi:
- Coffee Chain Internasional
Kedai kopi multinasional, dengan mengoperasikan ratusan hingga ribuan gerai di berbagai negara, memiliki standar produk, merek, dan layanan yang seragam secara global, sehingga harga yang ditawarkan pun tergolong premium
- Kopi Mass Market
Produk kopi yang ditujukan untuk konsumen umum secara luas, sehingga harga yang di jual sangat murah
Dengan strategi ini, konsumen melihat produk Kopi Kenangan sebagai pilihan yang menawarkan kualitas lebih tinggi tetapi tetap memiliki harga yang relatif terjangkau.
Dalam momentum seperti Lebaran ketika banyak brand menawarkan diskon besar, positioning seperti ini membantu brand tetap memiliki nilai produk yang jelas di mata konsumen.
2. Model Gerai “Grab and Go” yang Lebih Efisien

Strategi berikutnya adalah model operasional gerai yang relatif efisien.
Kopi Kenangan sejak awal mengembangkan konsep grab and go coffee shop, yaitu gerai dengan ukuran relatif kecil yang fokus pada pembelian cepat tanpa menyediakan area duduk besar seperti kafe tradisional.
Pendekatan ini membantu menekan beberapa biaya operasional seperti:
- Biaya Sewa Lokasi
- Biaya Operasional Gerai
- Kebutuhan Tenaga Kerja
Dengan struktur biaya yang lebih efisien, brand memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk menjalankan berbagai strategi promosi atau penyesuaian harga ketika kompetisi pasar meningkat, termasuk pada periode promo besar seperti Ramadan dan Lebaran.
3. Memanfaatkan Channel Digital untuk Distribusi

Strategi lain yang membantu Kopi Kenangan tetap kompetitif adalah pemanfaatan teknologi dan channel digital.
Brand ini tidak hanya mengandalkan penjualan melalui gerai fisik, tetapi juga memanfaatkan berbagai platform digital seperti aplikasi mobile dan layanan delivery seperti GoFood dan GrabFood.
Pendekatan ini membantu brand memperluas jangkauan distribusi produk, tanpa harus selalu membuka gerai baru.
Dalam momentum seperti Ramadan dan menjelang Lebaran, ketika mobilitas masyarakat meningkat dan banyak konsumen memesan makanan atau minuman secara online, kanal digital seperti ini menjadi salah satu sumber penjualan yang penting.
Selain itu, platform digital juga membantu brand membaca data perilaku pelanggan yang dapat digunakan untuk merancang promo yang lebih relevan.
4. Tetap Menggunakan Promo, tetapi Tidak Bergantung Sepenuhnya

Perlu dicatat bahwa Kopi Kenangan juga menjalankan berbagai program promosi, termasuk diskon dan paket bundling dalam periode tertentu.
Namun strategi brand ini tidak sepenuhnya bergantung pada promo harga untuk menarik pelanggan.
Kombinasi antara positioning produk yang jelas, operasional yang efisien, serta distribusi digital membantu brand tetap kompetitif bahkan ketika banyak pemain lain di industri kopi berlomba menawarkan harga yang lebih rendah.
Pendekatan ini membuat brand tetap memiliki fleksibilitas dalam menjalankan promo pada momentum tertentu seperti Lebaran, tanpa harus sepenuhnya terjebak dalam perang harga yang dapat menekan margin bisnis.
Ketika Strategi Menjadi Pembeda di Tengah Persaingan Harga
Momentum seperti Ramadan dan menjelang Lebaran sering menjadi periode dengan persaingan promo yang cukup intens, terutama di industri F&B. Banyak brand mencoba menarik perhatian konsumen melalui diskon, bundling produk, hingga berbagai program promosi lainnya.
Namun dalam jangka panjang, strategi bersaing tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar diskon yang diberikan. Positioning produk yang jelas, efisiensi operasional, serta kemampuan membangun pengalaman brand yang relevan dengan konsumen sering menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan sebuah bisnis.
Kasus Kopi Kenangan menunjukkan bahwa kombinasi strategi tersebut dapat membantu brand tetap kompetitif di pasar yang semakin padat pemain. Promo tetap menjadi bagian dari strategi, tetapi bukan satu-satunya cara untuk menarik pelanggan.
Bagi banyak founder, memahami bagaimana menyusun positioning bisnis, mengelola operasional, hingga menentukan strategi pertumbuhan menjadi hal yang semakin penting di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Berbagai insight mengenai strategi bisnis, framework operasional, serta tools yang dapat membantu bisnis bertumbuh dapat ditemukan melalui berbagai pembahasan lainnya di Founderplus.id, yang secara rutin membahas perspektif praktis bagi founder dan pelaku bisnis dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.