Founderplus
Tentang Kami

Kalkulator Harga Jual Produk

Geser target margin, biaya produksi, dan harga kompetitor. Range harga jual optimal langsung terhitung, gratis tanpa install.

Memuat kalkulator...

Angka cuma gejala. Cek akar masalahnya dengan Tes Kesehatan Bisnis, gratis 5 menit.

Mulai

Cara pakai kalkulator ini

  1. Set target margin yang Anda inginkan, dari 5% sampai 90%. Kalau belum yakin, mulai dari 40%.
  2. Isi biaya produksi (COGS) per unit produk Anda: bahan baku, kemasan, dan biaya langsung lainnya.
  3. Isi harga jual kompetitor terdekat untuk produk sejenis.
  4. Hasilnya langsung terhitung: harga minimum agar margin tercapai, harga kompetitif, harga premium, volume BEP, dan status kesehatan harga Anda dibanding kompetitor.

Rumus yang dipakai

Harga Minimum = COGS / (1 - target margin). Ini harga terendah supaya target margin tetap tercapai. Contoh: COGS Rp200.000, margin 40%, harga minimum Rp333.333.

Harga Kompetitif = harga kompetitor x 0,9, yaitu 10% di bawah kompetitor untuk strategi penetrasi pasar.

Harga Premium = harga kompetitor x 1,15, yaitu 15% di atas kompetitor untuk positioning kualitas.

Volume BEP = Rp10 juta / (harga minimum - COGS). Asumsi fixed cost Rp10 juta per bulan, hasilnya jumlah unit yang harus terjual supaya bisnis balik modal bulanan.

Cara membaca hasilnya

Tiga angka harga itu adalah range main Anda. Harga minimum adalah lantai: jual di bawah ini berarti margin Anda tidak tercapai. Status indikator membandingkan lantai itu dengan kompetitor: sehat kalau harga minimum masih di bawah harga kompetitor, perlu perhatian kalau lebih mahal sampai 20%, dan perlu diperbaiki kalau lebih dari 20% di atasnya. Kalau masuk zona merah, masalahnya bukan di harga tapi di struktur biaya. Turunkan COGS dulu, atau geser produk ke segmen yang bersedia bayar premium.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menentukan harga jual produk yang benar?

Mulai dari struktur biaya sendiri, bukan dari harga kompetitor. Pertama hitung HPP (biaya produksi per unit), lalu tentukan target margin untuk mendapat harga minimum. Baru setelah itu posisikan terhadap kompetitor: mau lebih murah untuk rebut pasar, atau lebih mahal dengan diferensiasi. Banyak owner UKM menjual rugi tanpa sadar karena langsung ikut harga pasar tanpa tahu HPP-nya sendiri.

Apa rumus harga jual berdasarkan target margin?

Harga Jual Minimum = HPP / (1 - target margin). Contoh: HPP Rp200.000 dengan target margin 40% berarti Rp200.000 / 0,6 = Rp333.333. Hati-hati, ini beda dengan markup. Markup 40% dari HPP hanya menghasilkan Rp280.000, dan margin sebenarnya cuma 28,6% dari harga jual. Kalkulator ini memakai rumus margin, jadi persentase yang Anda set benar-benar persentase profit dari harga jual.

Berapa target margin yang wajar untuk produk UKM?

Sebagai patokan umum gross margin: retail atau dagang sehat di atas 40%, manufaktur di atas 25%, F&B umumnya 60-70% per porsi, dan jasa di atas 50%. Margin ini harus cukup menutup biaya operasional (sewa, gaji, marketing) dan masih menyisakan net profit. Kalau margin Anda di bawah patokan itu, cek dulu apakah HPP bisa ditekan sebelum buru-buru menaikkan harga.

Apa artinya kalau harga minimum saya lebih mahal dari kompetitor?

Kalkulator ini memberi status berdasarkan perbandingan itu: sehat kalau harga minimum Anda masih di bawah atau sama dengan harga kompetitor, perlu perhatian kalau lebih mahal sampai 20%, dan berbahaya kalau lebih dari 20% di atas kompetitor. Di zona kuning Anda masih bisa menang dengan diferensiasi (kualitas, layanan, garansi). Di zona merah pilihannya dua: turunkan HPP atau pindah ke segmen premium yang berbeda.

Sudah dapat range harga, lalu apa langkah berikutnya?

Cek angka Volume BEP di hasil kalkulator: berapa unit yang harus terjual untuk menutup fixed cost bulanan. Kalau angkanya tidak realistis dengan kapasitas jualan Anda, naikkan margin atau tekan biaya. Setelah itu uji harga di pasar, mulai dari sisi atas range, karena menurunkan harga jauh lebih mudah daripada menaikkannya. Pantau margin tiap bulan karena biaya bahan baku bergerak terus.

Angka sudah di tangan. Sekarang apa?

Ceritakan tantangan bisnis Anda lewat sesi konsultasi gratis, kami bantu petakan prioritas dan rekomendasi programnya.