Founderplus
Tentang Kami
Business Operations

Cara Tentukan Strategi Bisnis dan Positioning UKM

Published on: Thursday, Apr 09, 2026 By Tim Founderplus

Cara Tentukan Strategi Bisnis dan Positioning UKM

Banyak UKM yang sibuk tiap hari tapi tidak punya strategi. Mereka reaktif, bukan proaktif. Apapun yang datang dilayani, apapun yang diminta dikerjakan. Hasilnya: capek tapi tidak kemana-mana.

Anda mungkin pernah merasakan ini. Ada customer yang tanya, "Bisa bikin produk custom?" Anda iya-in. Ada yang minta diskon besar, Anda pertimbangkan. Ada tren baru, Anda ikutan. Semuanya terasa urgent, tapi satu tahun kemudian posisi bisnis tidak banyak berubah.

Ini bukan masalah kerja keras. Ini masalah tidak punya strategi bisnis dan positioning yang jelas. Tanpa dua elemen ini, bisnis jalan di tempat, meski Anda lembur tiap hari.

Apa Itu Strategi Bisnis?

Strategi bisnis bukan daftar panjang hal yang mau Anda lakukan. Bukan juga visi yang indah tanpa execution plan. Strategi adalah serangkaian keputusan tentang di mana Anda akan bermain dan bagaimana Anda akan menang.

Michael Porter, profesor Harvard Business School yang dikenal sebagai bapak strategi modern, bilang tegas: "The essence of strategy is choosing what not to do." Strategi bukan soal melakukan semua hal, tapi memilih hal yang tepat untuk dilakukan, dan dengan berani menolak yang lain.

Untuk UKM, strategi bisnis berarti menjawab 3 pertanyaan utama:

  1. Siapa target customer Anda yang spesifik? Bukan "semua orang", tapi segmen yang jelas.
  2. Apa yang membuat Anda berbeda dari kompetitor? Value proposition yang jelas.
  3. Aktivitas apa yang Anda pilih untuk fokus, dan apa yang TIDAK Anda lakukan? Trade-off yang konsisten.

Strategi yang baik memberikan clarity. Saat ada peluang baru datang, Anda punya filter: apakah ini sesuai strategi? Kalau tidak, tolak, sekalinya menarik.

Baca juga: Apa Itu Business Operating System? Panduan Lengkap untuk UKM

Apa Itu Positioning?

Positioning adalah tempat unik yang bisnis Anda tempati di benak customer, relatif terhadap kompetitor. Ini bukan tentang slogan marketing yang bagus, tapi tentang bagaimana customer benar-benar melihat Anda.

Menurut Harvard Business School Institute for Strategy & Competitiveness, positioning strategis adalah hasil dari pilihan-pilihan yang Anda buat tentang jenis value yang akan Anda ciptakan dan bagaimana value itu diciptakan dengan cara yang berbeda dari kompetitor.

Positioning yang kuat harus menghasilkan salah satu dari dua hal: premium price (Anda bisa charge lebih mahal) atau lower cost (Anda bisa lebih efisien).

Contoh positioning yang jelas:

  • Warteg Bahari: "Warteg paling murah di Jakarta Selatan, nasi + lauk lengkap Rp15.000." Positioning: cost leadership.
  • Kinfolk Coffee: "Specialty coffee dengan single-origin beans, barista terlatih SCA, harga kopi mulai Rp45.000." Positioning: differentiation.
  • Bengkel Motor Klasik Jaya: "Khusus servis motor Honda CB tahun 70-90an, punya spare part langka." Positioning: niche focus.

Customer yang datang ke masing-masing tempat ini tahu persis kenapa mereka datang. Mereka tidak bingung, dan mereka tidak compare apple-to-apple dengan kompetitor lain.

Compass on map representing strategic direction Sumber: Unsplash

3 Tipe Strategi untuk UKM

Michael Porter mengidentifikasi 3 strategi generik yang bisa dipilih bisnis untuk mencapai competitive advantage. Untuk UKM, ini bisa disederhanakan jadi 3 pilihan utama:

1. Cost Leadership: Jadi yang Paling Efisien

Strategi ini tentang menjadi produsen dengan cost paling rendah di industri Anda, sehingga bisa menjual dengan harga lebih murah sambil tetap profitable.

Cocok untuk: UKM dengan volume besar, operasional terstandarisasi, dan fokus efisiensi.

Contoh riil: Warteg atau warung makan Padang dengan sistem prasmanan. Mereka masak dalam jumlah besar, menu terbatas, tidak ada custom order, sehingga cost per porsi rendah. Mereka menang karena harga murah tapi porsi besar.

Yang harus dijaga: Proses operasional yang ketat, waste minimal, supplier cost rendah, no-frills service.

2. Differentiation: Jadi yang Paling Berbeda

Strategi ini tentang menciptakan produk atau layanan yang dianggap unik oleh customer, sehingga mereka rela bayar premium.

Cocok untuk: UKM yang punya keahlian spesifik, produk handmade, atau experience yang tidak bisa ditiru mudah.

Contoh riil: Barbershop dengan konsep vintage, pakai alat cukur klasik, interior tahun 50-an, free kopi dan majalah lama. Harga potong rambut Rp150.000, jauh di atas barbershop biasa yang Rp30.000. Customer bayar untuk experience, bukan cuma potongan rambut.

Yang harus dijaga: Kualitas konsisten, brand image kuat, customer service excellent, inovasi berkelanjutan.

3. Focus/Niche: Jadi yang Paling Ahli di Segmen Sempit

Strategi ini tentang melayani segmen customer tertentu dengan sangat baik, atau fokus pada produk kategori spesifik, sehingga Anda jadi "ahlinya" di mata customer.

Cocok untuk: UKM yang punya expertise mendalam di satu area, atau akses ke niche market yang terabaikan.

Contoh riil: Catering khusus menu diet keto untuk karyawan startup di Jakarta Selatan. Tidak melayani acara pernikahan, tidak terima order catering umum, hanya fokus meal prep keto untuk profesional sibuk. Positioning sangat jelas, customer yang butuh tidak perlu mikir lama.

Yang harus dijaga: Deep expertise, reputasi kuat di niche, tidak tergoda expand terlalu cepat ke segmen lain.

Baca juga: Cara Membuat Visi Misi Bisnis yang Jelas dan Actionable untuk UKM

Kenapa "Semua Orang" Bukan Target Customer

Ini kesalahan terbesar yang saya lihat di UKM: tidak berani memilih target customer yang spesifik. "Siapa target customer Anda?" Jawabnya: "Semua orang yang butuh [produk X]."

Masalahnya, semakin luas target Anda, semakin lemah positioning Anda. Customer tidak tahu kenapa harus pilih Anda dibanding kompetitor. Value proposition jadi generik. Marketing message jadi bland.

Bandingkan dua positioning ini:

Generik: "Catering untuk berbagai acara, mulai dari ulang tahun, pernikahan, kantor, arisan, semuanya bisa."

Spesifik: "Catering sehat untuk kantor startup di Jakarta Selatan. Menu bergizi seimbang, porsi terukur, delivery tepat waktu jam makan siang, paket bulanan mulai 50 pax."

Yang kedua jauh lebih kuat. Customer yang pas dengan profil ini langsung tahu, "Ini untuk gue." Mereka tidak perlu compare dengan catering pernikahan atau catering rumahan. Anda tidak bersaing harga dengan 100 catering lain, tapi bersaing value dengan mungkin 5-10 pemain di niche yang sama.

Kalau Anda mau bisnis yang jelas arahnya, pilih segmen yang spesifik. Anda bisa expand nanti setelah dominan di satu segmen.

5 Langkah Menyusun Strategi Bisnis untuk UKM

Sekarang, bagaimana menyusun strategi bisnis yang actionable? Tidak perlu konsultan mahal atau dokumen 50 halaman. Ikuti 5 langkah ini:

Langkah 1: Analisis Posisi Saat Ini

Mulai dari data yang Anda punya. Lihat 6-12 bulan terakhir:

  • Siapa customer terbaik Anda? Yang paling profitable, paling repeat order, paling mudah dilayani.
  • Produk/layanan mana yang paling profitable? Bukan yang paling laku, tapi yang margin-nya paling besar.
  • Revenue breakdown: Berapa persen dari customer besar vs kecil? Dari produk A vs B?

Dari sini Anda tahu: apa yang sebenarnya bekerja di bisnis Anda hari ini. Jangan andalkan asumsi, pakai data riil.

Langkah 2: Pahami Kompetitor

Identifikasi 3-5 kompetitor utama Anda. Untuk masing-masing, tanyakan:

  • Mereka kuat di mana? Harga murah? Brand kuat? Lokasi strategis? Produk lengkap?
  • Mereka lemah di mana? Customer service lambat? Produk kurang inovatif? Harga terlalu mahal?
  • Target customer mereka siapa? Apakah overlap dengan Anda?

Buat tabel sederhana. Anda akan lihat pola: di mana ada gap yang belum diisi kompetitor? Di mana mereka semua compete di hal yang sama?

Langkah 3: Tentukan Keunggulan Anda

Berdasarkan analisis di atas, tentukan: Apa yang bisa Anda lakukan lebih baik dari kompetitor?

Ini bukan soal apa yang Anda mau jadi. Ini soal apa yang secara realistis bisa Anda ungguli, berdasarkan:

  • Resources Anda: Tim, modal, supplier, lokasi, teknologi.
  • Expertise Anda: Keahlian yang Anda dan tim punya.
  • Market gap: Kebutuhan customer yang belum terpenuhi.

Contoh: Anda punya catering, tapi chef Anda jago masak menu Asia fusion dan Anda punya network di komunitas startup. Keunggulan Anda bukan harga murah (tidak bisa lawan warteg), tapi menu unik + understanding terhadap culture startup (meeting sambil makan, dietary preference vegan/halal, presentasi makanan instagramable).

Langkah 4: Pilih Positioning Anda

Dari 3 tipe strategi di atas (cost leadership, differentiation, niche), pilih satu. Hanya satu. Jangan coba-coba jadi semuanya.

Tulis positioning statement Anda dalam 1-2 kalimat:

Format: "Kami adalah [kategori bisnis] untuk [target customer spesifik], yang menawarkan [unique value], berbeda dari kompetitor karena [differentiation point]."

Contoh: "Kami adalah catering sehat untuk kantor startup di Jakarta Selatan, yang menawarkan menu bergizi Asia fusion dengan dietary options lengkap, berbeda dari catering konvensional karena kami paham culture startup dan bisa deliver dengan fleksibel sesuai jam kerja mereka."

Positioning ini akan jadi filter untuk semua keputusan strategis ke depan.

Baca juga: Business Model dan Value Creation: Fondasi Bisnis UKM yang Kuat

Langkah 5: Terjemahkan ke Aktivitas Harian

Strategi tanpa eksekusi adalah mimpi. Setelah positioning jelas, tentukan:

Aktivitas yang HARUS dilakukan:

  • Contoh: Kalau positioning Anda premium differentiation, aktivitas wajib: quality control ketat, training tim rutin, invest di branding.

Aktivitas yang TIDAK dilakukan:

  • Contoh: Kalau positioning Anda niche catering startup, Anda TIDAK terima order catering pernikahan, meski ada yang minta. Ini trade-off yang konsisten.

Buat checklist operasional yang sejalan dengan strategi. Setiap keputusan bisnis, tanya: apakah ini align dengan positioning kita? Kalau tidak, jangan lakukan, meski menggiurkan.

Kalau Anda mau sistem operasional yang jelas untuk mengeksekusi strategi ini, cek BOS by Founderplus. Program mentoring 2 bulan ini membantu UKM menyusun strategi bisnis, positioning, dan sistem operasional yang jalan tanpa Anda harus mikromanage terus.

Strategi dalam Konteks Business Operating System

Strategi bisnis dan positioning adalah jembatan antara visi (kemana Anda mau pergi) dan eksekusi (bagaimana Anda sampai ke sana).

Dalam framework Business Operating System (BOS), strategi ada di level kedua setelah visi-misi. Urutannya:

  1. Visi-Misi: Arah jangka panjang, purpose bisnis.
  2. Strategi & Positioning: Pilihan tentang di mana bermain dan bagaimana menang.
  3. Business Model: Bagaimana bisnis generate revenue dan deliver value.
  4. Struktur & Accountability: Siapa bertanggung jawab atas apa.
  5. KPI & OKR: Metrics untuk mengukur progress eksekusi strategi.

Tanpa strategi yang jelas, OKR dan KPI Anda tidak punya konteks. Tim akan sibuk mencapai target, tapi target itu belum tentu mengarah ke positioning yang Anda inginkan.

Sebaliknya, strategi tanpa metrics adalah visi tanpa akuntabilitas. Anda tidak tahu apakah eksekusi strategi berjalan atau tidak.

Baca juga: Bisnis Chaos Kalau Anda Pergi? Cara Membangun Bisnis yang Jalan Tanpa Owner

Kesalahan Umum dalam Strategi dan Positioning

1. Ikut-Ikutan Kompetitor Tanpa Keunggulan Sendiri

Anda lihat kompetitor jualan produk X, Anda ikutan. Mereka diskon, Anda diskon juga. Mereka buka cabang, Anda buka cabang. Hasilnya: Anda jadi imitasi murahan, tanpa differentiation.

Solusi: Fokus pada keunggulan unik Anda. Kalau tidak bisa lebih baik, jangan masuk. Temukan angle yang berbeda.

2. Strategi Hanya di Kepala Owner

Anda punya strategi, tapi tidak pernah dikomunikasikan ke tim. Hasilnya: tim eksekusi berdasarkan asumsi mereka sendiri, yang mungkin tidak sejalan dengan strategi Anda.

Solusi: Tulis strategi dan positioning dalam dokumen 1-2 halaman. Share ke seluruh tim. Review setiap quarter dalam meeting. Pastikan semua orang paham: kita mau kemana, dan kenapa kita pilih jalan ini.

3. Tidak Ada Review Berkala

Anda bikin strategi 3 tahun lalu, tidak pernah di-review lagi. Pasar berubah, kompetitor berubah, tapi strategi Anda tetap sama. Atau sebaliknya: strategi berubah tiap bulan karena Anda reaktif terhadap setiap tren.

Solusi: Review strategi besar setiap 1 tahun atau saat ada perubahan signifikan di pasar (misal: pandemi, regulasi baru, kompetitor besar masuk). Review eksekusi strategi (apakah kita on-track) setiap quarter melalui quarterly planning. Jangan terlalu kaku, tapi jangan terlalu sering berubah.

FAQ

Apa itu strategi bisnis dalam konteks UKM?

Strategi bisnis adalah serangkaian keputusan tentang di mana Anda akan bermain dan bagaimana Anda akan menang. Untuk UKM, ini berarti memilih segmen customer yang tepat, menentukan value proposition yang berbeda dari kompetitor, dan fokus pada aktivitas yang menciptakan keunggulan.

Apa itu positioning dan kenapa penting?

Positioning adalah posisi unik bisnis Anda di benak customer relatif terhadap kompetitor. Tanpa positioning yang jelas, customer tidak punya alasan spesifik untuk memilih Anda. UKM yang punya positioning kuat bisa charge lebih mahal karena customer tahu persis kenapa mereka membayar.

Apakah UKM kecil perlu strategi formal?

Tidak perlu dokumen 50 halaman, tapi Anda perlu kejelasan tentang 3 hal: siapa target customer, apa yang membuat Anda berbeda, dan aktivitas apa yang Anda TIDAK lakukan. Strategi yang baik adalah tentang memilih, termasuk memilih apa yang tidak dilakukan.

Bagaimana cara tahu positioning saya sudah tepat?

Tiga tanda positioning tepat: (1) Customer bisa menjelaskan ke orang lain kenapa mereka pilih Anda dalam 1 kalimat, (2) Anda tidak perlu bersaing harga terus-menerus, (3) Customer yang datang sudah sesuai profil ideal Anda, bukan asal datang.

Seberapa sering strategi bisnis perlu di-review?

Review strategi besar setiap 1 tahun atau saat ada perubahan signifikan di pasar. Tapi review taktis (eksekusi strategi) sebaiknya setiap quarter melalui quarterly planning. Strategi yang tidak pernah di-review akan ketinggalan, tapi strategi yang terlalu sering berubah membuat tim bingung.

Kesimpulan

Strategi bisnis dan positioning bukan hanya untuk perusahaan besar. UKM yang punya strategi jelas jauh lebih fokus, lebih profitable, dan tidak terjebak perang harga.

Mulai dari positioning yang spesifik. Pilih satu dari tiga strategi generik (cost leadership, differentiation, atau niche focus). Tulis positioning statement yang jelas. Terjemahkan ke aktivitas harian. Review secara berkala.

Kalau Anda merasa bisnis Anda jalan tapi tidak kemana-mana, mungkin yang Anda butuhkan bukan kerja lebih keras, tapi strategi yang lebih jelas. Pelajari lebih lanjut cara menyusun strategi dan sistem operasional bisnis di BOS by Founderplus. Program mentoring 2 bulan ini membantu Anda menyusun strategi bisnis, positioning, dan sistem yang jalan tanpa mikromanage.

Bangun sistem bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

15 sesi mentoring intensif selama 2 bulan. Bangun sistem operasi bisnis Anda bersama praktisi berpengalaman. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar BOS Sekarang