Founderplus
Tentang Kami
Business & Finance

Kost Rp8 Miliar di Jogja yang Sering Kosong: Pelajaran Due Diligence Sebelum Beli Aset

Published on: Wednesday, Aug 26, 2026

"Ada bangunan kost di daerah kampus Jogja dijual seharga Rp8 Miliar. Kos itu umurnya udah puluhan tahun, bangunannya jelek dan sering kosong karena kalah bersaing sama kos-kosan lain yang lebih modern."

Tweet dari akun @Makaryo0 ini mendapat hampir 10.000 likes di Maret 2026. Bukan karena sensasional, tapi karena banyak orang mengenali pola ini. Entah dari pengalaman sendiri, entah dari cerita keluarga atau teman yang "investasi properti" tapi hasilnya mengecewakan.

Kalimat lanjutannya yang membuat tweet itu viral: "Orang yang ga punya pengetahuan finance dasar tanpa pikir panjang bakal beli buat penghasilan pasif."

Ini bukan cerita tentang satu kost di Jogja. Ini tentang kesalahan due diligence yang terjadi berulang kali di berbagai kota, berbagai jenis aset, dan berbagai level modal.

Anatomi Masalah: Kenapa Kost Rp8 Miliar Bisa Sering Kosong

Untuk memahami kasusnya, mari kita bedah kemungkinan skenarionya berdasarkan kondisi pasar kost di Jogja.

Harga Kost di Area Kampus Jogja

Data dari platform Mamikos dan 99.co menunjukkan harga sewa kost di sekitar kampus UGM berkisar Rp350.000 hingga Rp2,4 juta per bulan, tergantung fasilitas. Kost modern dengan AC, WiFi, dan kamar mandi dalam bisa mencapai Rp1,5-2,4 juta per bulan.

Sekarang bayangkan kost tua Rp8 miliar ini. Misalkan punya 20 kamar (ukuran besar untuk kost lama). Kalau harga sewa per kamar Rp1 juta/bulan (sudah optimistis untuk bangunan lama), pendapatan kotor maksimal:

  • 20 kamar x Rp1 juta x 12 bulan = Rp240 juta/tahun
  • Gross yield: 240 juta / 8 miliar = 3%

Itu dengan asumsi 100% terisi. Dengan kondisi "sering kosong," occupancy mungkin hanya 50-60%.

  • Pendapatan riil (60% occupancy): Rp144 juta/tahun
  • Setelah biaya operasional (~Rp60-80 juta/tahun): Rp64-84 juta
  • Net yield: 0,8-1,05%

Bandingkan dengan yield SBN yang memberikan 5,2% net tanpa effort apa pun. Angkanya tidak bohong.

Kenapa "Sering Kosong"?

Di Jogja, pasokan kost terus bertambah. Setiap tahun, kost-kost modern baru dibangun dengan fasilitas yang menjadi standar mahasiswa generasi sekarang: WiFi kencang, AC, laundry, area komunal, dan keamanan. Kost lama dengan bangunan puluhan tahun tidak bisa bersaing kecuali harganya sangat murah, dan harga murah berarti yield semakin rendah.

Ini adalah fenomena competitive obsolescence. Aset Anda tidak rusak, tapi pasar bergerak meninggalkannya.

Data dari platform Mamikos menunjukkan ada lebih dari 1.000 pilihan kost di sekitar UGM saja, dengan harga mulai Rp350.000/bulan untuk kost sederhana hingga Rp2,4 juta/bulan untuk kost premium. Persaingan di tingkat ini sangat ketat. Kost yang tidak menawarkan nilai lebih, baik dari segi harga maupun fasilitas, akan terus kehilangan penyewa dari tahun ke tahun.

5 Red Flag yang Terlewat Saat Tidak Melakukan Due Diligence

Kasus kost Jogja ini bisa dihindari kalau pembeli melakukan pengecekan sederhana. Berikut red flag yang sering terlewat:

1. Tidak Menghitung Net Yield (Hanya Lihat Gross)

Kesalahan paling umum. Penjual bilang "yield 8%," pembeli langsung tertarik. Padahal itu gross yield sebelum dipotong biaya apa pun. Selalu tanya: berapa yang benar-benar masuk rekening Anda setiap bulan, setelah semua biaya?

2. Tidak Survei Kompetitor di Radius 1 Km

Berapa kost lain yang ada di sekitar lokasi? Berapa harganya? Apa fasilitasnya? Kalau ada 10 kost modern dalam radius 500 meter, kost lama Anda akan kesulitan mendapat penyewa kecuali harga di bawah pasar.

3. Mengabaikan Tren Demand

Berapa jumlah mahasiswa aktif di kampus terdekat? Apakah kampus sedang ekspansi atau justru menyusut? Apakah ada kecenderungan mahasiswa pindah ke area lain? Data ini seharusnya mudah didapat dari universitas atau BPS daerah.

4. Tidak Menghitung Biaya Renovasi

Kost puluhan tahun hampir pasti butuh renovasi besar. Atap, plumbing, electrical, furnitur. Biaya ini bisa mencapai 15-30% dari harga beli. Kalau Anda membeli Rp8 miliar lalu harus renovasi Rp1,5 miliar, total investasi Anda Rp9,5 miliar dan yield semakin kecil.

5. Membeli karena "Harga Tanah Pasti Naik"

Ya, harga tanah di Jogja memang naik. Tapi apresiasi tanah tidak relevan kalau Anda membeli untuk "passive income." Anda tidak bisa membayar tagihan bulanan dengan capital gain yang belum direalisasi. Dan saat Anda mau jual, properti dengan occupancy rendah lebih sulit dijual dari yang Anda bayangkan.

Checklist Due Diligence Sebelum Beli Aset Investasi

Ini berlaku bukan hanya untuk kost-kostan, tapi untuk aset investasi apa pun yang Anda pertimbangkan sebagai founder.

A. Analisis Keuangan

  • Hitung net yield (bukan gross) dengan asumsi occupancy konservatif
  • Bandingkan net yield dengan alternatif investasi (SBN, reksadana, reinvest ke bisnis)
  • Hitung opportunity cost terhadap modal yang dikeluarkan
  • Buat proyeksi cashflow 5 tahun dengan skenario terbaik, realistis, dan terburuk
  • Hitung payback period (berapa tahun untuk balik modal)

B. Analisis Pasar

  • Survei kompetitor langsung dalam radius 1 km
  • Cek data demand (jumlah mahasiswa/pekerja di area tersebut)
  • Identifikasi tren: apakah area tersebut sedang naik atau turun?
  • Cek rencana pembangunan pemerintah di area tersebut

C. Analisis Fisik & Legal

  • Periksa kondisi struktur bangunan (gunakan jasa surveyor jika perlu)
  • Estimasi biaya renovasi yang dibutuhkan
  • Verifikasi sertifikat tanah dan IMB
  • Cek status pajak properti
  • Pastikan tidak ada sengketa atau masalah hukum

D. Analisis Operasional

  • Siapa yang akan mengelola? Anda sendiri atau pihak ketiga?
  • Berapa management fee jika menggunakan operator profesional?
  • Berapa waktu yang harus Anda investasikan per bulan?
  • Apakah Anda punya sistem operasional untuk mengelolanya?

Pelajaran untuk Founder: Beli Aset Seperti Anda Beli Bisnis

Kalau Anda seorang founder, Anda sudah terbiasa menghitung unit economics sebelum memutuskan strategi bisnis. Terapkan kebiasaan yang sama saat membeli aset.

Jangan perlakukan properti investasi seperti barang koleksi. Perlakukan seperti bisnis: harus ada revenue yang terukur, biaya yang terkontrol, dan return yang masuk akal dibanding alternatif.

Prinsip ini berlaku untuk semua jenis aset, bukan hanya properti. Apakah itu membeli franchise, membeli bisnis existing, atau bahkan membeli domain dan website. Setiap aset yang dijadikan investasi harus melalui proses due diligence yang terstruktur. Kalau Anda tidak punya waktu atau keahlian untuk melakukan due diligence sendiri, setidaknya libatkan pihak yang kompeten, baik itu akuntan, surveyor bangunan, atau konsultan properti.

Tweet @Makaryo0 yang viral itu pada dasarnya menyampaikan satu hal: pengetahuan finance dasar bukan opsional, itu kebutuhan.

Kalau Anda belum terbiasa membaca angka-angka keuangan, mulai dari hal sederhana, yaitu belajar membaca laporan keuangan bisnis Anda sendiri. Karena kemampuan itu tidak hanya berguna untuk properti. Itu berguna untuk setiap keputusan bisnis yang melibatkan uang.

Alternatif yang Sering Tidak Dipertimbangkan

Sebelum menutup, ada pertanyaan yang jarang diajukan oleh orang yang sedang "ingin investasi properti": apakah modal Rp8 miliar itu lebih baik dipakai untuk sesuatu yang lain?

Beberapa kemungkinan:

  1. Reinvest ke bisnis sendiri. Kalau bisnis Anda bisa menghasilkan return 20-30%, menaruh Rp8 miliar di kost dengan yield 2% adalah keputusan yang sulit dijustifikasi.

  2. SBN sebagai base income. Rp8 miliar di ORI029 tenor 6 tahun menghasilkan sekitar Rp38 juta/bulan sebelum pajak, tanpa effort apa pun.

  3. Kombinasi. Rp4 miliar di bisnis, Rp4 miliar di SBN. Diversifikasi yang terukur.

Intinya: setiap rupiah yang Anda alokasikan ke satu tempat adalah rupiah yang tidak bisa Anda taruh di tempat lain. Hitung opportunity cost-nya sebelum memutuskan.


Ingin belajar framework pengambilan keputusan keuangan untuk bisnis Anda? Program mentoring BOS di bos.founderplus.id membantu founder membangun fondasi keuangan yang kuat, termasuk cara mengevaluasi aset dan alokasi modal. 15 sesi selama 2 bulan, harga Rp1.999.000.

Mulai dari yang fundamental? Kursus keuangan bisnis di academy.founderplus.id tersedia mulai Rp18.000 untuk Anda yang ingin memahami angka di balik setiap keputusan.

FAQ

Apa itu due diligence dalam konteks beli aset investasi?

Due diligence adalah proses investigasi menyeluruh sebelum membeli aset. Untuk properti, ini meliputi pengecekan legalitas (sertifikat, IMB), kondisi fisik bangunan, analisis keuangan (yield aktual, biaya operasional), riset pasar (kompetitor, demand), dan proyeksi cashflow realistis. Tujuannya agar Anda membeli berdasarkan data, bukan asumsi atau janji penjual.

Kenapa kost-kostan lama kalah saing dengan kost modern?

Kost modern menawarkan fasilitas yang menjadi standar baru bagi penyewa: WiFi kencang, AC, kamar mandi dalam, area coworking, laundry, dan keamanan 24 jam. Kost lama yang tidak di-upgrade akan kehilangan penyewa secara bertahap karena selisih harga dengan kost modern sering tidak terlalu besar, tapi gap fasilitasnya sangat terasa.

Berapa occupancy rate yang realistis untuk kost di Indonesia?

Occupancy rate kost yang baik berkisar 70-90%, tergantung lokasi dan kualitas. Di area kampus, occupancy bisa turun drastis saat liburan semester (2-3 bulan per tahun). Kost lama di area dengan banyak kompetitor modern bisa mengalami occupancy serendah 40-50%. Saat menghitung yield, selalu gunakan asumsi occupancy konservatif, bukan 100%.

Bagaimana cara menghitung apakah harga sebuah kost wajar?

Gunakan metode income capitalization: hitung pendapatan sewa bersih per tahun (setelah semua biaya dan asumsi vacancy realistis), lalu bagi harga properti dengan angka tersebut. Hasilnya adalah berapa tahun untuk balik modal. Jika lebih dari 15-20 tahun, harga properti kemungkinan terlalu mahal untuk dijadikan investasi. Bandingkan juga dengan cap rate properti serupa di area yang sama.

Apakah renovasi bisa menyelamatkan kost lama yang sering kosong?

Bisa, tapi harus dihitung matang. Biaya renovasi total (upgrade fasilitas, perbaikan struktur, furnitur baru) harus diperhitungkan sebagai tambahan modal investasi. Jika total investasi (harga beli + renovasi) menghasilkan yield net di bawah 5%, mungkin lebih baik mencari properti lain atau instrumen investasi yang berbeda. Renovasi tanpa riset pasar hanya membuang uang.

Bangun sistem bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

15 sesi mentoring intensif selama 2 bulan. Bangun sistem operasi bisnis Anda bersama praktisi berpengalaman. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar BOS Sekarang