Founderplus
Tentang Kami
Business & Finance

Kenapa Mixue Tutup Ratusan Gerai? Faktanya dan Pelajaran untuk UKM

IIbrahim Nurul Huda07 Juli 202610 menit baca
Kenapa Mixue Tutup Ratusan Gerai? Faktanya dan Pelajaran untuk UKM

Headline yang Bikin Salah Paham

Anda mungkin sudah baca headline "Mixue Tutup 428 Gerai, Terbanyak di Indonesia dan Vietnam". Kesannya bisnis rantai es krim asal China ini sedang kolaps.

Faktanya justru sebaliknya. Laporan tahunan resmi Mixue Group tahun buku 2025, yang diaudit Ernst & Young dan diterbitkan lewat Hong Kong Stock Exchange (HKEX), justru menunjukkan revenue naik 35,2% dan laba tahun berjalan naik 33,1%. Ini bukan cerita perusahaan yang sedang tumbang.

Angka 428 itu benar secara hitungan, tapi maknanya sering salah dibaca. Ini adalah penurunan bersih jumlah gerai Mixue di luar China daratan, dari 4.895 gerai di akhir 2024 menjadi 4.467 gerai di akhir 2025. Bukan jumlah gerai yang benar-benar ditutup satu per satu.

Secara gross, gerai franchise yang tutup sepanjang 2025 di seluruh dunia (termasuk China) mencapai 2.527 unit. Tapi di tahun yang sama, Mixue membuka 14.496 gerai baru plus menambah 1.354 gerai lewat akuisisi merek bir segar FULU. Hasilnya, jaringan global Mixue justru tumbuh bersih +13.344 gerai (+28,7%) menjadi 59.823 gerai. Yang terjadi bukan penyusutan, melainkan pergeseran geografis: China terus tumbuh pesat, sementara sejumlah pasar luar negeri terkonsolidasi.

Mixue sendiri tidak pernah merilis rincian resmi berapa persis porsi Indonesia dari 428 gerai itu. Kalimat resminya hanya: perusahaan "fokus mengoptimalkan operasional gerai yang sudah ada" di Indonesia dan Vietnam selama periode pelaporan, dan jumlah gerai di dua negara itu menurun. Media Indonesia yang menyebut "Indonesia dan Vietnam paling terdampak" mengambil kesimpulan itu sendiri, bukan mengutip angka resmi per negara.

Dari Es Serut Modal Rp600 Ribu ke Rantai F&B Terbesar Dunia

Untuk paham kenapa korporasinya bisa sekuat ini, Anda perlu tahu seberapa cepat Mixue tumbuh. Semuanya dimulai Juni 1997, saat Zhang Hongchao, seorang mahasiswa di Zhengzhou, membuka lapak es serut dengan modal pinjaman dari neneknya sekitar CN¥3.000.

Butuh waktu satu dekade sebelum model franchise dimulai di 2007, lalu didirikan entitas resmi pengelola jaringan di 2008 saat gerai sudah mencapai 180 unit di Provinsi Henan. Ekspansi internasional baru dimulai September 2018 lewat gerai pertama di Hanoi, Vietnam. Indonesia menyusul di 2020, dengan gerai pertama di Cihampelas Walk, Bandung, lewat pemegang hak master franchise PT Zisheng Pacific Trading.

Dari sana kecepatannya luar biasa. Gerai ke-1.000 di Indonesia dibuka Januari 2023 di Margo City, Depok, kurang dari tiga tahun sejak masuk. Secara global, akhir 2024 Mixue sudah punya 46.479 gerai, melampaui Starbucks dari sisi jumlah lokasi. Setahun kemudian, 2025, Mixue melampaui McDonald's, menjadikannya rantai makanan dan minuman dengan gerai terbanyak di dunia.

Es krim soft serve, produk andalan pertama Mixue sejak 2005 Sumber: Unsplash

Puncak simbolisnya terjadi 3 Maret 2025, saat Mixue Group resmi listing di Hong Kong Stock Exchange dengan kode saham 2097.HK. Harga penawaran HK$202,5 per saham berhasil mengumpulkan dana HK$3,45 miliar (sekitar USD443-444 juta), dengan market cap saat listing sekitar USD9,8 miliar. Tranche ritel Hong Kong oversubscribed 5.258 kali, salah satu rekor tertinggi dalam sejarah IPO Hong Kong.

Kenapa Korporasi Tetap Untung Meski Gerai Franchise Tutup

Ini bagian paling penting untuk dipahami pemilik UKM. Mixue Group secara resmi menyatakan dalam laporan tahunannya: fee franchise dan jasa terkait hanya menyumbang 2,4% dari total revenue di 2025. Sisanya, 97,6%, datang dari penjualan bahan baku dan peralatan ke mitra franchise.

Artinya, model bisnis Mixue lebih tepat disebut perusahaan rantai pasok yang punya logo konsumen, bukan sekadar merek minuman. Selama mitra franchise terus buka toko dan terus membeli bahan baku untuk restock, Mixue Group tetap untung, apa pun yang terjadi pada omzet gerai itu sendiri.

Ini mekanisme struktural, bukan kebetulan. Karena insentif korporasi terikat pada volume pembelian bahan baku, bukan pada omzet penjualan di toko, korporasi bisa tetap sehat secara finansial sekalipun ribuan gerai franchisee-nya kesulitan. Jumlah franchisee global Mixue justru naik dari 20.976 (2024) ke 27.450 (2025), sementara gerai yang dimiliki langsung perusahaan hanya 38 unit dari total hampir 60.000 gerai. Ini model bisnis yang hampir sepenuhnya bertumpu pada franchise.

Menariknya, margin dari penjualan bahan baku dan alat ke franchisee justru turun dari 31,2% (2024) ke 29,9% (2025) akibat kenaikan biaya. Sementara margin dari jasa franchise naik dari 80,4% ke 82,6%. Tekanan biaya bahan baku sebagian pasti diteruskan ke harga yang dibayar mitra lokal.

Anda bisa membandingkan pola ini dengan konglomerat yang membangun profit engine dari rantai pasok tertutup, seperti dibahas di Supply Chain Tertutup ala Salim Group. Bedanya, Salim Group menguasai rantai pasok untuk produk sendiri, sementara Mixue menjual rantai pasoknya ke ribuan mitra independen.

Angka Sebenarnya: Indonesia Tidak Ditinggalkan, Justru Diperluas

Data resmi tentang Indonesia sendiri tidak menunjukkan keruntuhan. Berdasarkan pernyataan resmi juru bicara Mixue Southeast Asia ke The Jakarta Post pada Juni 2026, jumlah gerai Mixue di Indonesia hampir 2.600 unit di akhir 2025. Angka ini relatif stabil dari estimasi sekitar 2.667 gerai di September 2024, bukan anjlok drastis seperti kesan yang ditimbulkan judul-judul berita soal 428 gerai.

Lebih jauh, perusahaan menyebut lebih dari 1.400 pengusaha bergabung sebagai mitra franchise di Indonesia, menciptakan sekitar 12.800 lapangan kerja langsung (96% lebih tenaga kerja lokal) dan sekitar 20.000 lapangan kerja tidak langsung lewat ekosistem logistik, pengolahan makanan, kemasan, dan konstruksi toko.

Yang paling penting, per Juni 2026 Mixue secara resmi mengumumkan rencana ekspansi lanjutan dan investasi tambahan di Indonesia. "Indonesia has emerged as a key contributor to that growth and remains a strategic market for Mixue's long-term development plans," kata Alexs B., Southeast Asia Head of Public Relations Mixue. Pola yang sebenarnya terjadi bukan "Mixue kabur dari Indonesia", tapi "konsolidasi dulu, lalu ekspansi lagi dengan pijakan yang lebih matang".

Grafik pertumbuhan bisnis yang mencerminkan revenue korporasi naik meski jumlah gerai terkonsolidasi Sumber: Unsplash

Soal biaya di level mitra, ini bagian yang paling sering disalahpahami. Klaim viral di media sosial finansial soal "renovasi wajib Rp300-400 juta setiap 3 tahun, kalau tidak dilakukan kontrak diputus" tidak bisa dilacak ke sumber resmi manapun. Yang benar-benar terkonfirmasi dari laporan resmi hanyalah durasi kontrak franchise Mixue berkisar 3-4 tahun. Soal estimasi modal awal, sumber-sumber portal franchise menyebut kisaran Rp200-600 juta, sementara sumber lain yang mengutip dokumen resmi pemegang master franchise menyebut angka bisa mencapai Rp800 juta sampai Rp1 miliar. Rentang yang sangat lebar ini sendiri sudah jadi sinyal bahaya bagi calon mitra.

Pembanding: Chagee dan Cotti Coffee Hadapi Masalah yang Sama, Responnya Beda

Mixue bukan satu-satunya rantai asal China yang ekspansi cepat ke Asia Tenggara. Chagee, merek teh premium yang baru masuk Indonesia di 2025, mengambil arah berbeda: bergeser ke model revenue-sharing berbasis GMV dengan mitra franchise-nya, dengan store count global baru 7.453 gerai di akhir 2025, jauh lebih kecil dan terkontrol dibanding Mixue. Cotti Coffee, didirikan mantan eksekutif Luckin Coffee di 2022, justru versi paling ekstrem dari masalah yang sama: menargetkan 50.000 gerai global publik di akhir 2025, tapi realisasinya hanya sekitar 15.000 gerai per Agustus 2025, dan sekitar 3.000 di antaranya belum benar-benar beroperasi.

Aspek Mixue Chagee Cotti Coffee
Sumber profit utama Jualan bahan baku (97,6%) Bergeser ke revenue-share GMV Direct-management, subsidi delivery
Transparansi data Laporan HKEX teraudit Laporan publik terbatas Diduga ada gerai belum buka
Target vs realisasi Konsolidasi lokal, tetap sehat global Ekspansi hati-hati, "foundation year" 2026 Target meleset jauh

Dari tiga model ini, Mixue setidaknya punya laporan keuangan teraudit yang transparan. Chagee lebih hati-hati karena belajar dari kasus sebelumnya. Cotti paling bermasalah soal transparansi data toko.

Pelajaran untuk UKM yang Mau Franchise atau Buka Cabang

Kasus Mixue memberi pelajaran operasional yang sangat konkret buat Anda yang sedang mempertimbangkan jadi mitra franchise, atau bahkan membangun sistem franchise sendiri.

  1. Pisahkan kesehatan korporasi dari kesehatan unit per gerai. Induk perusahaan bisa untung besar meski gerai individual boncos, kalau model bisnisnya bertumpu pada volume pembelian bahan baku, bukan pada omzet toko. Sebelum ikut franchise apa pun, tanyakan: dari mana sebenarnya profit franchisor didapat?
  2. Hitung unit economics gerai Anda sendiri, jangan percaya proyeksi brosur. Payback period 12-18 bulan yang sering ditulis portal franchise adalah klaim marketing dari era pasar belum jenuh, bukan data independen teraudit. Pakai Unit Economics Calculator untuk menghitung LTV, CAC, dan break-even point berdasarkan angka riil di lokasi Anda, bukan asumsi orang lain.
  3. Waspadai rentang modal yang tidak jelas. Kalau estimasi modal awal dari sumber "resmi" saja bisa berbeda dari Rp200 juta sampai Rp1 miliar, itu tanda struktur biaya belum transparan. Jangan tanda tangan kontrak sebelum Anda dapat rincian biaya yang pasti, bukan kisaran.
  4. Perhatikan kepadatan kompetitor di lokasi Anda sebelum ekspansi. Analisis pasar Vietnam mencatat kompetisi internal antar-franchisee memburuk saat kepadatan gerai melebihi permintaan riil, menekan omzet rata-rata per outlet. Sebelum buka cabang baru, cek dulu sinyal kesiapan lewat Framework Ekspansi: 4 Sinyal Bahwa Bisnis Anda Belum Siap Buka Cabang Baru.
  5. Kalau Anda franchisor, jangan bangun insentif yang lepas dari kesehatan mitra. Ini pelajaran paling actionable dari kasus ini. Struktur bisnis yang membuat Anda untung tanpa peduli mitra Anda sehat atau tidak, itu bom waktu reputasi dan hukum, bukan model bisnis yang berkelanjutan.

Kalau Anda ingin memahami kerangka operasional yang lebih dalam soal kasus ini, kaitkan pelajaran ini dengan framework QCDS: Kenapa Bisnis China Bisa Murah Tapi Kualitas Tetap Naik, yang membahas Mixue dari sisi keseimbangan Quality, Cost, Delivery, dan Service. Anda juga bisa baca 7 Pelajaran Operasional dari Perusahaan China untuk UKM Indonesia untuk konteks yang lebih luas soal pola ekspansi bisnis China di Asia Tenggara.

Baca juga: Cara Menyusun Strategi Bisnis Owner UKM yang Efektif

Semua pelajaran di atas sebenarnya bermuara ke satu hal: sebelum Anda memutuskan scale, baik lewat franchise orang lain atau membuka cabang sendiri, kesehatan unit economics harus lebih dulu jelas daripada ambisi jumlah gerai. Ini juga inti dari pembahasan Cara Scale Bisnis UKM: Dari 1 Cabang ke 10, yaitu pertumbuhan yang aman dimulai dari unit yang sudah terbukti sehat, bukan dari asumsi optimis.

FAQ

Apakah benar Mixue tutup 428 gerai di Indonesia?

Tidak tepat kalau ditulis seperti itu. Angka 428 adalah penurunan bersih jumlah gerai Mixue di seluruh dunia di luar China daratan sepanjang 2025, dari 4.895 menjadi 4.467 gerai, menurut laporan tahunan resmi Mixue Group yang diaudit Ernst & Young. Itu gabungan semua negara di luar China, bukan Indonesia saja, dan Mixue sendiri tidak pernah merilis rincian resmi berapa persis porsi Indonesia. Media menyebut Indonesia dan Vietnam paling terdampak, tapi itu atribusi media, bukan angka resmi perusahaan.

Kenapa Mixue Group tetap untung meski banyak gerai franchise tutup?

Karena mesin uang Mixue Group bukan dari fee franchise, melainkan dari penjualan bahan baku dan peralatan ke mitra franchise. Berdasarkan laporan resmi 2025, fee franchise hanya menyumbang 2,4% dari total revenue, sisanya 97,6% dari jualan bahan baku dan alat. Selama franchisee terus buka toko dan restock bahan baku, korporasi tetap untung, terlepas dari sehat atau tidaknya omzet toko itu sendiri. Revenue 2025 naik 35,2% dan laba naik 33,1% dibanding 2024.

Berapa modal yang dibutuhkan untuk franchise Mixue di Indonesia?

Estimasinya sangat lebar, dari sekitar Rp200 juta sampai Rp1 miliar, tergantung sumber dan komponen yang dihitung. Portal franchise umumnya menyebut Rp200-600 juta untuk deposit, mesin, bahan baku awal, dan renovasi, sementara sumber lain yang mengutip dokumen resmi pemegang master franchise menyebut bisa mencapai Rp800 juta sampai Rp1 miliar. Rentang yang lebar ini sendiri jadi red flag, karena sulit menghitung balik modal kalau modal awalnya saja tidak jelas.

Apakah Mixue keluar dari pasar Indonesia setelah tutup ratusan gerai?

Tidak. Per Juni 2026, Mixue justru mengumumkan rencana ekspansi lanjutan dan investasi tambahan di Indonesia. Perwakilan Mixue menyebut Indonesia sebagai pasar strategis untuk rencana jangka panjang mereka. Yang terjadi sepanjang 2025 lebih tepat disebut konsolidasi, yaitu menutup gerai yang kurang sehat sambil terus membuka gerai baru di tempat lain, bukan mundur dari pasar Indonesia.

Bagaimana cara menghitung unit economics sebelum ikut franchise atau buka cabang?

Hitung dulu tiga hal per gerai secara terpisah dari kesehatan bisnis induk, yaitu total modal awal riil (bukan estimasi terendah dari brosur), biaya operasional bulanan termasuk sewa dan restock bahan baku, dan proyeksi omzet realistis berdasarkan kepadatan kompetitor di lokasi Anda. Kalau tiga angka ini belum menghasilkan margin yang masuk akal sebelum kontrak berakhir, jangan tanda tangan dulu.

Kalau Anda sedang mempertimbangkan ambil franchise atau buka cabang baru, jangan cuma modal nekat dan proyeksi optimis dari brosur. Cek dulu kesehatan operasional bisnis Anda saat ini lewat BOS Quiz, tes kesehatan bisnis gratis 5 menit yang menilai 5 dimensi operasional. Ini langkah kecil yang bisa mencegah Anda mengulang pola yang bikin ribuan mitra franchise Mixue kelimpungan sementara induknya tetap untung.

Integrasikan AI ke bisnis Anda, bukan cuma ikut tren

Konsultasi dan integrasi AI bersama praktisi: dari audit, implementasi AI agent dan otomasi, sampai adopsi tim. Mulai dari sesi diagnostic AI gratis 60 menit.

Konsultasi AI via WhatsApp