
Banyak founder terjebak di tahap ide karena terlalu mengandalkan intuisi internal dalam pengembangan produk. Di sisi lain, data riset pasar yang bersifat kuantitatif seringkali gagal menangkap aspek emosional dan sensori yang membuat sebuah produk menjadi ikonik. Fenomena kesuksesan dari ke-3 varian coffee dan 1 minuman non coffee, ke-4 varian ini adalah Butterscotch Sea Salt, Creme Caramel Latte, Tiramisu Latte, dan Creme Caramel Crumble.
Fore Coffee memberikan pelajaran berharga bagi ekosistem startup,bahwa Product-Market Fit atau PMF dapat dicapai lebih cepat melalui kolaborasi kurasi rasa yang mendalam, bukan sekadar kontrak pemasaran di permukaan. Namun, sebelum masuk ke dalam strategi kolaborasi tersebut, penting untuk membedah akar permasalahan yang sering membuat produk baru kandas di tengah jalan.
Kebuntuan Inovasi dan Risiko Kegagalan Produk Baru

Dalam operasional bisnis F&B maupun startup produk konsumsi, peluncuran menu baru adalah fase yang penuh risiko. Statistik menunjukkan bahwa mayoritas produk baru gagal bertahan di pasar dalam satu tahun pertama karena ketidakmampuan memenuhi ekspektasi selera konsumen yang dinamis. Masalah utama yang sering dihadapi founder adalah "ruang hampa" antara visi tim pengembang produk atau research and development dengan realitas keinginan pasar.
Seringkali, produk diciptakan berdasarkan apa yang dianggap unik secara teknis, namun asing bagi lidah konsumen massal. Tanpa adanya jembatan yang mampu memvalidasi rasa dari sudut pandang konsumen sebelum peluncuran besar-besaran, biaya operasional dan pemasaran yang dikeluarkan berisiko menjadi sia-sia. Nah, dari sini terlihat bahwa dibutuhkan figur pembeda yang bertindak sebagai filter akhir agar produk tidak hanya unik, tetapi juga relevan. Salah satu contoh nyata dari penerapan filter ini, dapat dilihat pada pergeseran model kerja sama yang dilakukan Fore Coffee.
Kolaborasi Kurasi untuk Memastikan Produk Sesuai Selera Pasar

Keputusan Fore Coffee menggandeng (Alm) Vidi Aldiano pada tahun 2022, sebagai Chief Savor Advisor bukan sekadar langkah pemasaran biasa. Peran ini menempatkan public figure sebagai penasihat ahli dengan tanggung jawab besar dalam mengevaluasi, mengurasi, hingga mengembangkan standar cita rasa menu. Langkah strategis ini sekaligus memperkenalkan cara baru dalam pola kolaborasi bisnis: pergeseran peran public figure dari sekadar "wajah iklan" menjadi "kontributor inovasi" yang nyata. Nah, dari sini terlihat bahwa keterlibatan pihak eksternal dengan sensitivitas tinggi terhadap tren pasar mampu memangkas durasi trial-and-error yang biasanya membebani laboratorium internal.
Yang menarik, kolaborasi ini tidak menempatkan public figure sebagai objek, melainkan subjek yang memiliki hak intervensi terhadap formulasi produk. Dalam dunia startup, ini disebut sebagai co-creation. Kenapa ini penting? Karena figur seperti (Alm) Vidi Aldiano memiliki kedekatan organik dengan audiens Millennial dan Gen Z yang menjadi target utama Fore. Menggunakan "taste" dari public figure yang dipercaya audiens sebagai standar kurasi adalah bentuk validasi produk yang sangat efektif sebelum produk menyentuh pasar yang lebih luas. Dampak nyata dari strategi co-creation ini bukan sekadar narasi pemasaran, melainkan keberhasilan angka yang cukup fenomenal.
Dibalik Sukses 10 Juta Gelas Butterscotch Sea Salt

Praktiknya gimana? Pengembangan seri "The Classic Treasure", khususnya varian Butterscotch Sea Salt, melibatkan belasan kali revisi formulasi. Menurut laporan resmi dari manajemen Fore Coffee, Vidi Aldiano terlibat aktif dalam panel uji rasa atau sensory test untuk memastikan keseimbangan antara aroma mentega yang manis dengan sentuhan garam laut yang gurih.
Berdasarkan data dari press release Fore Coffee, varian ini berhasil terjual lebih dari 10 juta gelas sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 hingga 2023 dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan gerai di berbagai wilayah. Keberhasilan ini tervalidasi melalui data dari Validnews dan Marketeers, yang mencatat bahwa menu ini akhirnya berubah status dari edisi musiman menjadi menu permanen karena permintaan pasar yang tetap tinggi pasca-masa kampanye berakhir.
Ini membuktikan bahwa ketika rantai pasok dan teknologi Fore digabungkan dengan kurasi rasa yang presisi dari (Alm) Vidi Aldiano, hasilnya adalah produk yang memiliki daya tahan lama di pasar. Strategi ini meminimalisir bias internal founder yang seringkali terlalu mencintai ide sendiri tanpa melihat objektivitas pasar. Berangkat dari kesuksesan tersebut, ada beberapa langkah taktis yang bisa segera diadopsi oleh para founder.
Implementasi Bagi Founder Startup
Keberhasilan kolaborasi ini juga didukung oleh pemanfaatan data digital. Mengacu pada studi dalam Jurnal JIEAP (2025), sinergi antara konten digital yang otentik dengan kualitas produk yang konsisten menciptakan engagement yang tinggi di media sosial. Bagi founder, pelajaran utamanya adalah pentingnya mencari mitra strategis yang tidak hanya memiliki reach atau jangkauan, tetapi juga kompetensi kurasi yang selaras dengan nilai merek.
Proses kurasi ini juga menjadi bentuk mitigasi risiko finansial. Dengan memastikan produk memiliki "peminat" sejak tahap pengembangan, anggaran pemasaran tidak lagi digunakan untuk mencoba meyakinkan pasar, melainkan untuk memperluas jangkauan dari produk yang memang sudah diinginkan. Dengan demikian, efisiensi modal dapat tercapai sekaligus memperkuat posisi merek di mata konsumen.
Apa yang Bisa Founder Pelajari dari Strategi Fore Coffee

Membangun bisnis yang berkelanjutan memerlukan keberanian untuk membuka ruang bagi perspektif luar dalam proses inti pengembangan produk. Kasus Butterscotch Sea Salt menunjukkan bahwa integritas produk adalah fondasi utama, dan kolaborasi strategis adalah mesin penggeraknya. Founder harus mulai melihat kemitraan sebagai sarana untuk memperkuat validasi ide, bukan hanya sebagai tambahan dalam anggaran promosi.
Memahami dinamika pasar dan mengeksekusi strategi produk yang tepat membutuhkan ketajaman analisis serta pengalaman lapangan yang mumpuni. Jika sedang menghadapi tantangan dalam memvalidasi model bisnis atau memerlukan sudut pandang strategis untuk pertumbuhan startup, pemanfaatan sumber daya yang tepat menjadi kunci untuk melompat lebih jauh.
Kalau ingin memahami lebih banyak strategi bisnis dari berbagai studi kasus perusahaan dan startup lainnya, jangan lewatkan artikel insight terbaru di Founderplus.id.