Founderplus
Tentang Kami

Kalkulator ROI Investasi Bisnis

Geser angkanya, lihat estimasi leads, cost per lead, dan ROI campaign marketing Anda secara real-time. Gratis, tanpa install.

Memuat kalkulator...

Angka cuma gejala. Cek akar masalahnya dengan Tes Kesehatan Bisnis, gratis 5 menit.

Mulai

Cara pakai kalkulator ini

  1. Isi jumlah pengunjung bulanan: total orang yang melihat landing page, toko online, atau profil bisnis Anda dari campaign tersebut.
  2. Isi conversion rate: persentase pengunjung yang jadi leads (mengisi form, chat WhatsApp, atau tanya harga).
  3. Isi total biaya marketing untuk campaign itu, termasuk biaya iklan dan jasa.
  4. Isi harga jual produk atau nilai rata-rata transaksi Anda. Hasilnya langsung terhitung: leads, qualified leads, cost per lead, revenue potensial, dan ROI lengkap dengan status kesehatannya.

Rumus yang dipakai

Leads: Pengunjung Bulanan x Conversion Rate

Qualified Leads: 30% x Leads (asumsi leads yang serius berpotensi membeli)

Cost per Lead: Biaya Marketing / Leads

Revenue Potensial: Qualified Leads x Harga Jual Produk

ROI: (Revenue Potensial - Biaya Marketing) / Biaya Marketing x 100%

Cara membaca hasilnya

ROI di atas 100% artinya setiap rupiah yang Anda keluarkan kembali lebih dari dua kali lipat, campaign layak diperbesar. ROI 50-100% masih bagus tapi ada ruang perbaikan. Di bawah 50% berarti campaign perlu dibedah: cek dulu cost per lead Anda. Kalau cost per lead tinggi, masalahnya di biaya iklan atau targeting. Kalau cost per lead wajar tapi ROI tetap rendah, masalahnya di harga produk atau kualitas leads. Ingat, revenue di sini adalah potensi, bukan uang masuk. Validasi dengan closing rate riil bisnis Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu ROI dan kenapa penting untuk keputusan marketing?

ROI (Return on Investment) mengukur berapa keuntungan yang Anda dapat dibanding uang yang Anda keluarkan. Contoh: keluar Rp2 juta untuk iklan lalu menghasilkan Rp5 juta, berarti ROI Anda 150%. Tanpa angka ini, Anda tidak tahu campaign mana yang layak ditambah budget-nya dan mana yang sebenarnya membakar uang.

Bagaimana cara menghitung ROI marketing?

Rumus dasarnya: ROI = (Pendapatan - Biaya) / Biaya x 100%. Kalkulator ini menghitungnya dari hulu: pengunjung bulanan dikali conversion rate menghasilkan leads, 30% dari leads dianggap qualified, lalu qualified leads dikali harga produk menjadi revenue potensial. ROI dihitung dari revenue potensial dikurangi biaya marketing, dibagi biaya marketing.

Berapa ROI marketing yang bagus untuk UKM?

Patokan di kalkulator ini: ROI 100% ke atas sangat bagus (setiap Rp1 yang keluar kembali jadi Rp2 atau lebih), 50-100% masih bagus, dan di bawah 50% perlu perhatian. Banyak campaign digital yang sehat berada di kisaran 100-300%, tergantung margin produk dan biaya akuisisi di industri Anda.

Kenapa qualified leads dihitung 30% dari total leads?

Tidak semua orang yang mengisi form atau chat benar-benar siap membeli. Angka 30% adalah asumsi konservatif yang umum untuk campaign digital: dari 100 leads, sekitar 30 yang serius berpotensi jadi pembeli. Bandingkan dengan data closing Anda sendiri. Kalau closing rate riil Anda 10%, revenue potensial di hasil kalkulator perlu Anda diskon sepertiganya.

ROI saya di bawah 50%, apa yang harus diperbaiki dulu?

Ada tiga tuas yang bisa Anda mainkan di kalkulator ini. Pertama, naikkan conversion rate dengan memperbaiki landing page dan penawaran, dari 2% ke 4% saja ROI langsung dua kali lipat. Kedua, turunkan biaya marketing dengan targeting yang lebih tajam. Ketiga, naikkan nilai transaksi lewat bundling atau upsell. Geser slidernya satu per satu untuk melihat tuas mana yang paling berdampak.

Angka sudah di tangan. Sekarang apa?

Ceritakan tantangan bisnis Anda lewat sesi konsultasi gratis, kami bantu petakan prioritas dan rekomendasi programnya.