Founderplus
Tentang Kami

Kalkulator ROI Marketing (ROAS)

Bandingkan ROI, CPL, dan CPA Google Ads, Instagram Ads, dan email marketing Anda secara real-time. Gratis, tanpa install.

Memuat kalkulator...

Angka cuma gejala. Cek akar masalahnya dengan Tes Kesehatan Bisnis, gratis 5 menit.

Mulai

Cara pakai kalkulator ini

  1. Isi AOV (Average Order Value), yaitu nilai rata-rata satu transaksi di bisnis Anda. Kalau ragu, bagi total omzet bulan lalu dengan jumlah transaksinya.
  2. Untuk tiap channel iklan, isi tiga angka: spend (total biaya iklan), jumlah leads yang masuk, dan conversion rate (persentase leads yang jadi pembeli).
  3. Hasilnya langsung terhitung: tabel perbandingan ROI, revenue, CPA, dan CPL per channel, diurutkan dari channel dengan ROI tertinggi.
  4. Cek indikator kesehatan di bawah tabel untuk tahu apakah channel terbaik Anda sudah lewat ambang ROI 200%.

Rumus yang dipakai

Kalkulator ini menghitung tiap channel dengan rumus berikut:

Pelanggan = Leads x Conversion Rate / 100 (dibulatkan ke bawah)

Revenue = Pelanggan x AOV

Profit = Revenue - Spend

ROI = Profit / Spend x 100%

CPL = Spend / Leads, dan CPA = Spend / Pelanggan

Kalau Anda terbiasa dengan ROAS: ROAS = Revenue / Spend, jadi ROI = (ROAS - 1) x 100%. ROAS 3x sama artinya dengan ROI 200%.

Cara membaca hasilnya

Tabel diurutkan dari ROI tertinggi, jadi baris paling atas adalah channel yang paling efisien mengubah budget menjadi profit. Patokan praktisnya: ROI 200% ke atas (setara ROAS 3x) sehat, 50-200% masih bisa dioptimalkan, di bawah 50% berarti channel itu nyaris atau sudah rugi. Jangan berhenti di ROI: bandingkan juga CPA dengan gross profit per transaksi Anda. Kalau CPA Rp150 ribu sementara margin kotor per order hanya Rp100 ribu, channel itu tetap bocor walau terlihat ramai. Gunakan angka CPL untuk menilai kualitas targeting, lalu geser budget bertahap ke channel teratas sambil memperbaiki conversion rate channel yang tertinggal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya ROI marketing dan ROAS?

ROAS (Return on Ad Spend) adalah revenue dibagi biaya iklan: ROAS 3x artinya tiap Rp1 juta iklan menghasilkan Rp3 juta revenue. ROI marketing menghitung keuntungannya: (Revenue - Biaya Iklan) / Biaya Iklan x 100%. Keduanya terhubung lewat rumus ROI = (ROAS - 1) x 100%, jadi ROAS 3x sama dengan ROI 200%.

Bagaimana cara menghitung ROI iklan?

Hitung dulu jumlah pelanggan: leads dikali conversion rate. Lalu revenue = pelanggan x AOV (nilai rata-rata per transaksi). ROI = (Revenue - Spend) / Spend x 100%. Contoh: spend email marketing Rp1 juta menghasilkan 200 leads, konversi 5% berarti 10 pelanggan, dengan AOV Rp500 ribu revenue-nya Rp5 juta, jadi ROI = (5jt - 1jt) / 1jt = 400%.

Berapa ROAS yang bagus untuk iklan di Indonesia?

Patokan umum yang dipakai banyak pengiklan e-commerce di Indonesia: ROAS 3x sampai 4x sudah tergolong sehat, setara ROI 200% sampai 300%. Di bawah 2x biasanya sudah rugi setelah HPP, ongkir, dan biaya operasional dihitung. Kalkulator ini memakai patokan ROI 200% ke atas sehat, 50-200% perlu perhatian, dan di bawah 50% bahaya.

Kenapa CPL dan CPA penting selain ROI?

CPL (cost per lead) adalah biaya untuk mendapatkan satu calon pembeli, CPA (cost per acquisition) biaya untuk mendapatkan satu pembeli yang benar-benar transaksi. ROI bisa terlihat positif padahal CPA Anda lebih besar dari gross profit per transaksi, artinya tiap penjualan baru justru menggerus kas. Selalu bandingkan CPA dengan margin kotor per order, bukan hanya dengan harga jual.

ROI iklan saya negatif. Apa langkah berikutnya?

Ada tiga tuas yang bisa ditarik: naikkan conversion rate (perbaiki landing page, kecepatan balas chat, dan follow-up), naikkan AOV (bundling atau upsell), atau turunkan CPL (perbaiki targeting dan materi iklan). Setelah itu geser budget bertahap ke channel dengan ROI tertinggi di tabel hasil. Jangan matikan semua channel sekaligus, karena data perbandingannya justru hilang.

Angka sudah di tangan. Sekarang apa?

Ceritakan tantangan bisnis Anda lewat sesi konsultasi gratis, kami bantu petakan prioritas dan rekomendasi programnya.