Founderplus
Tentang Kami

Kalkulator Retensi & Churn Pelanggan

Geser angkanya, lihat retention rate, churn rate, dan LTV pelanggan Anda secara real-time. Gratis, tanpa install.

Memuat kalkulator...

Angka cuma gejala. Cek akar masalahnya dengan Tes Kesehatan Bisnis, gratis 5 menit.

Mulai

Cara pakai kalkulator ini

  1. Isi jumlah pelanggan di awal periode, jumlah pelanggan di akhir periode, dan berapa pelanggan baru yang masuk di periode itu. Periodenya bebas: bulanan atau kuartalan, yang penting konsisten.
  2. Isi MRR atau revenue rata-rata per pelanggan per bulan.
  3. Isi rata-rata masa bertahan pelanggan (dalam bulan) dan gross margin bisnis Anda.
  4. Hasilnya langsung terhitung: retention rate, churn rate, jumlah pelanggan hilang, estimasi revenue yang hilang, LTV, dan batas CAC maksimal, lengkap dengan status kesehatan retensi.

Rumus yang dipakai

Pelanggan bertahan = Pelanggan Akhir Periode - Pelanggan Baru

Retention rate (CRR) = Pelanggan Bertahan / Pelanggan Awal x 100% (maksimal 100%)

Churn rate = 100% - CRR

Revenue hilang = jumlah pelanggan hilang x MRR per pelanggan

LTV = MRR per pelanggan x rata-rata masa bertahan (bulan) x gross margin

CAC maksimal = LTV / 3, supaya rasio LTV:CAC tetap minimal 3:1.

Cara membaca hasilnya

CRR 85% ke atas artinya retensi Anda sehat, fokus bisa digeser ke akuisisi. CRR 60-84.9% masuk zona waspada: cek pengalaman pelanggan di bulan-bulan pertama, biasanya di situ bocornya. CRR di bawah 60% berarti prioritas utama Anda bukan cari pelanggan baru, tapi menambal kebocoran dulu. Angka revenue hilang menunjukkan berapa rupiah yang menguap tiap periode karena churn, dan batas CAC maksimal menjaga Anda tidak membayar lebih mahal untuk akuisisi daripada nilai pelanggan itu sendiri.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu churn rate dan kenapa penting untuk bisnis saya?

Churn rate adalah persentase pelanggan yang berhenti membeli atau berhenti berlangganan dalam satu periode. Churn yang tinggi artinya bisnis Anda seperti ember bocor: berapa pun pelanggan baru yang masuk, revenue susah naik karena pelanggan lama terus pergi. Menahan pelanggan lama hampir selalu lebih murah daripada mencari pelanggan baru, jadi churn adalah angka pertama yang perlu Anda pantau setelah penjualan.

Bagaimana cara menghitung churn rate pelanggan?

Hitung dulu pelanggan yang bertahan: Pelanggan Akhir Periode dikurangi Pelanggan Baru. Lalu Customer Retention Rate (CRR) = Pelanggan Bertahan / Pelanggan Awal x 100%. Churn rate = 100% - CRR. Contoh: awal bulan 100 pelanggan, akhir bulan 85, pelanggan baru 20. Yang bertahan 65 orang, CRR 65%, churn rate 35%. Kalkulator di halaman ini menghitung semuanya otomatis.

Berapa churn rate yang normal untuk bisnis di Indonesia?

Patokan kalkulator ini: CRR 85% ke atas (churn maksimal 15% per periode) tergolong sehat, CRR 60-84.9% masuk zona waspada, dan CRR di bawah 60% berarti bocornya serius. Konteks industri tetap berpengaruh: bisnis langganan seperti SaaS atau kelas online idealnya di zona sehat, sementara F&B dengan repeat purchase 30 hari sekitar 75% sudah tergolong baik.

Apa hubungan churn dengan LTV dan CAC?

Makin lama pelanggan bertahan, makin besar Lifetime Value (LTV) nya. Kalkulator ini menghitung LTV = revenue per pelanggan per bulan x rata-rata masa bertahan x gross margin. Dari situ Anda dapat batas biaya akuisisi: CAC maksimal = LTV dibagi 3, supaya rasio LTV:CAC minimal 3:1. Contoh: langganan Rp 299.000/bulan, bertahan 8 bulan, margin 100%, LTV Rp 2.392.000, berarti CAC jangan lebih dari sekitar Rp 797.000.

Churn rate saya tinggi. Apa langkah pertama untuk menurunkannya?

Cari tahu dulu kapan pelanggan pergi. Kalau kebanyakan berhenti di 30-60 hari pertama, masalahnya biasanya di onboarding: pelanggan belum merasakan nilai produk Anda. Perbaiki pengalaman awal, follow up aktif di minggu pertama, dan ukur lagi bulan berikutnya. Kalau churn merata sepanjang waktu, cek kualitas produk dan layanan, lalu bandingkan kohort pelanggan per bulan masuk untuk menemukan polanya.

Angka sudah di tangan. Sekarang apa?

Ceritakan tantangan bisnis Anda lewat sesi konsultasi gratis, kami bantu petakan prioritas dan rekomendasi programnya.