Cara pakai kalkulator ini
- Isi pendapatan bulan ini, yaitu total uang masuk dari penjualan dalam sebulan terakhir.
- Isi fixed expense (biaya tetap seperti gaji, sewa, langganan) dan variable expense (biaya yang naik turun mengikuti penjualan seperti bahan baku dan komisi).
- Set asumsi growth income per bulan. Kalau penjualan cenderung stagnan, isi 0%. Kalau sedang turun, boleh diisi minus.
- Hasilnya langsung terhitung: tabel proyeksi 6 bulan berisi income, total expense, dan net cash flow per bulan, lengkap dengan status kesehatan arus kas.
Rumus yang dipakai
Income bulan ke-n = Pendapatan Bulan Ini x (1 + Growth%)^(n-1). Growth diterapkan majemuk, jadi bulan ke-3 dengan growth 5% berarti pendapatan dikali 1,05 dua kali.
Total Expense = Fixed Expense + Variable Expense, diasumsikan sama setiap bulan.
Net Cash Flow = Income bulan itu - Total Expense.
Status kesehatan dihitung dari jumlah bulan negatif dalam 6 bulan proyeksi: 0 bulan berarti sehat, 1-2 bulan perlu perhatian, 3 bulan atau lebih berarti bahaya.
Cara membaca hasilnya
Perhatikan dua hal. Pertama, net cash flow bulan pertama: kalau sudah negatif sekarang, Anda sedang membakar cadangan kas setiap bulan dan pertanyaannya tinggal berapa lama kas bertahan. Kedua, tren 6 bulannya: kalau growth pendapatan tidak cukup menutup biaya, baris merah akan muncul di bulan-bulan berikutnya. Itu sinyal untuk bergerak sekarang, bukan nanti, karena masalah arus kas paling murah diperbaiki sebelum kejadian. Ingat juga bahwa kalkulator ini mengasumsikan semua penjualan langsung jadi kas. Kalau bisnis Anda banyak piutang dengan tempo, kondisi kas nyata Anda biasanya lebih ketat dari angka di sini.
