Founderplus
Tentang Kami
Growth

Procurement Adalah: Proses dan Cara Kerjanya

TTim Founderplus19 Juni 20267 menit bacaDiperbarui 03 Jul 2026
Procurement Adalah: Proses dan Cara Kerjanya

Procurement adalah proses pengadaan barang atau jasa yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya, mulai dari identifikasi kebutuhan, pencarian dan seleksi vendor, negosiasi kontrak, penerbitan pesanan pembelian, sampai pembayaran dan evaluasi kinerja pemasok. Menurut CIPS (Chartered Institute of Procurement & Supply), procurement adalah aktivitas mengakuisisi barang, jasa, atau pekerjaan dari sumber eksternal, dan cakupannya jauh lebih luas dari sekadar "membeli".

Bagi pemilik UKM, procurement bukan istilah HR atau finance semata. Ini adalah pintu masuk sekaligus penghalang setiap kali Anda mencoba menjual produk atau jasa ke perusahaan besar dan BUMN.

Kenapa UKM Wajib Paham Procurement

Di perusahaan besar, hampir tidak ada pembelian yang diputuskan satu orang secara personal. Semua permintaan barang atau jasa harus melewati divisi procurement yang bekerja dengan checklist baku, standar dokumen, dan alur persetujuan berjenjang.

Kalau Anda tidak paham alur ini, penawaran Anda bisa tertahan di meja procurement meski produk Anda sebenarnya cocok dan harganya kompetitif. Ini yang membuat banyak UKM merasa "sudah pitching bagus tapi tidak pernah ditindaklanjuti".

Memahami procurement juga membantu Anda menyusun strategi penjualan B2B yang lebih realistis, karena Anda tahu siapa sebenarnya yang mengevaluasi penawaran dan kapan waktu terbaik untuk masuk.

Procurement vs Purchasing: Apa Bedanya

Dua istilah ini sering dianggap sama, padahal cakupannya berbeda jauh. Purchasing adalah bagian kecil dari procurement.

Aspek Procurement Purchasing
Cakupan Strategis, end-to-end Taktis, transaksional
Fokus utama Sourcing vendor, negosiasi, manajemen risiko Membuat PO, terima barang, bayar tagihan
Jangka waktu Membangun hubungan vendor jangka panjang Transaksi sekali jalan
Contoh aktivitas RFP/RFQ, evaluasi vendor, penyusunan kontrak Eksekusi pesanan, verifikasi invoice

Purchasing terjadi setelah keputusan vendor sudah final. Procurement adalah keseluruhan proses sebelum sampai ke titik itu, termasuk kenapa vendor tersebut dipilih.

Tahapan Proses Procurement di Perusahaan

Alurnya relatif mirip di sebagian besar korporat dan BUMN di Indonesia, hanya beda level formalitas.

  1. Identifikasi kebutuhan. Divisi user menentukan barang atau jasa apa yang dibutuhkan, berikut spesifikasi dan volumenya.
  2. Persetujuan anggaran. Permintaan ini diajukan ke manajemen atau finance untuk dicek ketersediaan budget.
  3. Sourcing dan seleksi vendor. Tim procurement mencari calon vendor, biasanya lewat RFQ (request for quotation) atau RFP (request for proposal).
  4. Evaluasi penawaran dan negosiasi. Penawaran dinilai dari harga, kualitas, dan rekam jejak, lalu dinegosiasikan.
  5. Penerbitan purchase order. Vendor terpilih menerima PO resmi sebagai dasar hukum pengiriman.
  6. Penerimaan dan verifikasi. Barang atau jasa diterima, dicek kesesuaiannya dengan spesifikasi di kontrak.
  7. Pembayaran dan evaluasi vendor. Setelah invoice diverifikasi, pembayaran diproses, lalu kinerja vendor dicatat untuk kontrak berikutnya.

Di tahap keempat, kualitas dokumen Anda sangat menentukan. Pelajari cara membuat proposal penawaran B2B yang menjawab spesifikasi, bukan sekadar daftar harga.

Jenis-Jenis Procurement yang Perlu Anda Kenali

Tidak semua pengadaan diperlakukan sama oleh perusahaan. Memahami kategorinya membantu Anda tahu di kotak mana produk atau jasa Anda akan dinilai, dan seberapa ketat prosesnya.

Direct procurement

Pengadaan barang atau bahan yang langsung masuk ke produk akhir perusahaan. Contohnya pabrik makanan membeli tepung, gula, dan kemasan. Kategori ini biasanya paling ketat karena kualitas bahan langsung memengaruhi kualitas produk yang dijual ke konsumen. Kalau Anda supplier bahan baku, siapkan sertifikasi mutu, sampel, dan bukti konsistensi pasokan, karena tiga hal itu yang paling sering diminta.

Indirect procurement

Pengadaan untuk kebutuhan operasional yang tidak masuk ke produk akhir. Contohnya alat tulis kantor, jasa kebersihan, katering karyawan, furnitur, atau perlengkapan seragam. Ini pintu masuk paling realistis bagi mayoritas UKM karena nilai kontraknya lebih kecil, prosesnya lebih cepat, dan keputusan sering cukup di level manajer, bukan direksi.

Services procurement

Pengadaan jasa profesional seperti konsultan, agensi digital, jasa perawatan mesin, pelatihan karyawan, atau tenaga alih daya. Penilaiannya lebih subjektif dibanding barang, sehingga portofolio, testimoni klien, dan rekam jejak tim menjadi faktor penentu yang lebih besar daripada sekadar harga.

Sebagai vendor, kenali produk Anda masuk kategori yang mana. Strategi menawar jasa katering karyawan jelas berbeda dengan strategi menawar bahan baku produksi, meski keduanya sama-sama lewat pintu procurement.

Dokumen yang Biasanya Diminta Tim Procurement

Banyak UKM gugur bukan karena produknya kalah, tapi karena dokumennya tidak lengkap saat proses kualifikasi vendor. Sebelum mendekati perusahaan besar, pastikan dokumen berikut sudah siap:

  1. Legalitas usaha. Akta pendirian dan perubahannya, NIB, serta SK Kemenkumham untuk badan usaha berbentuk PT.
  2. Dokumen perpajakan. NPWP badan, surat keterangan status PKP atau non-PKP, dan bukti lapor SPT tahunan terakhir. Perusahaan besar hampir selalu mengecek kepatuhan pajak vendor.
  3. Rekening dan laporan keuangan. Rekening atas nama badan usaha, bukan pribadi, plus laporan keuangan sederhana satu sampai dua tahun terakhir.
  4. Company profile dan daftar pengalaman. Ringkasan usaha, daftar klien, dan bukti pekerjaan sejenis yang pernah diselesaikan.
  5. Sertifikasi pendukung. Sesuai industri, misalnya sertifikat halal, izin edar BPOM, ISO, atau K3 untuk jasa lapangan.

Simpan semua dokumen ini dalam satu folder digital yang rapi. Saat tim procurement meminta kelengkapan, vendor yang bisa mengirim dalam hitungan jam selalu meninggalkan kesan lebih profesional dibanding yang butuh dua minggu.

Kesalahan Umum UKM Saat Menghadapi Procurement

Dari pola yang sering terjadi di lapangan, ada beberapa kesalahan yang berulang:

  • Mengandalkan satu kontak personal. Kenal dengan satu manajer memang membantu membuka pintu, tapi keputusan akhir tetap lewat proses resmi. Kalau kontak Anda pindah kerja, hubungan bisnis ikut hilang jika Anda tidak pernah terdaftar resmi sebagai vendor.
  • Mengirim penawaran generik. Dokumen RFQ biasanya memuat spesifikasi detail. Penawaran yang tidak menjawab poin per poin akan dianggap tidak serius dan langsung tersisih di penilaian administrasi.
  • Tidak menghitung termin pembayaran. Korporat umumnya membayar 30 sampai 90 hari setelah invoice. UKM yang tidak menyiapkan arus kas untuk menutup jeda ini sering kewalahan justru setelah menang kontrak.
  • Menyerah setelah satu kali ditolak. Kegagalan di satu tender bukan akhir. Vendor yang rutin ikut proses, memperbaiki dokumen, dan menjaga komunikasi biasanya lolos di kesempatan kedua atau ketiga karena namanya sudah dikenal tim procurement.

Contoh Nyata Procurement di Indonesia

Contoh paling gamblang ada di sektor pemerintah. Lewat portal e-katalog LKPP, instansi pemerintah dan BUMN membeli barang atau jasa dari vendor yang sudah terdaftar dan lolos verifikasi, tanpa perlu tender ulang setiap kali ada kebutuhan.

Pola serupa berlaku di perusahaan swasta besar. Sebelum diajak kerja sama, vendor baru harus melewati proses kualifikasi procurement internal, mirip dengan yang dibahas di cara menjadi vendor perusahaan besar.

Baca juga: Dapat Deal B2B Instansi Besar Tanpa Orang Dalam

Tips Supaya UKM Lolos Proses Procurement

  1. Siapkan legalitas lebih dulu. Akta badan usaha, NPWP, NIB, dan laporan keuangan harus siap sebelum Anda mengajukan diri, bukan setelah diminta.
  2. Pelajari spesifikasi, bukan tebak-tebakan. Baca dokumen RFQ/RFP dengan teliti dan jawab persis apa yang diminta, jangan kirim brosur generik.
  3. Ajukan harga kompetitif tapi realistis. Harga terlalu murah justru mencurigakan bagi tim procurement yang berpengalaman.
  4. Bangun relasi dengan user departemen. Procurement menyeleksi dokumen, tapi user yang memakai produk Anda sering jadi penentu rekomendasi kontrak berikutnya, sesuatu yang juga berlaku dalam strategic partnership jangka panjang.

FAQ

Apa itu procurement dalam bisnis?

Procurement adalah proses pengadaan barang atau jasa yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya, mulai dari identifikasi kebutuhan, pemilihan vendor, negosiasi kontrak, sampai pembayaran dan evaluasi kinerja vendor. Prosesnya jauh lebih luas dari sekadar transaksi beli-jual.

Apa beda procurement dan purchasing?

Purchasing adalah bagian kecil dari procurement, yaitu eksekusi transaksi pembelian seperti membuat PO, menerima barang, dan membayar tagihan. Procurement mencakup proses strategis sebelum dan sesudah transaksi, termasuk sourcing vendor, negosiasi kontrak, dan manajemen hubungan jangka panjang dengan pemasok.

Apa saja tahapan proses procurement di perusahaan?

Umumnya ada tujuh tahapan yaitu identifikasi kebutuhan, persetujuan anggaran, pencarian dan seleksi vendor, evaluasi penawaran serta negosiasi, penerbitan purchase order, penerimaan dan verifikasi barang atau jasa, lalu pembayaran dan evaluasi kinerja vendor.

Kenapa UKM yang mau jualan ke korporat harus paham procurement?

Karena hampir semua pembelian di perusahaan besar wajib melalui proses procurement resmi, bukan keputusan personal satu orang saja. UKM yang tidak memahami alurnya sering gagal di tahap administrasi meski produknya sebenarnya cocok dengan kebutuhan perusahaan.

Apa tips supaya UKM lolos proses procurement perusahaan besar?

Siapkan legalitas dan dokumen keuangan lebih dulu, pelajari spesifikasi kebutuhan sebelum mengajukan penawaran, ajukan harga yang kompetitif tapi realistis, dan bangun komunikasi dengan user departemen selain tim procurement.


Memahami procurement adalah bekal dasar sebelum Anda serius menyasar klien korporat. Kalau Anda butuh pendamping untuk memetakan alur procurement calon klien, menyusun dokumen penawaran, atau melatih tim internal soal negosiasi B2B, Founderplus bisa jadi partner bisnis Anda lewat sesi konsultasi bisnis maupun program in-house training untuk perusahaan. Jadwalkan sesi konsultasi gratis di founderplus.id/book-demo untuk membahas kebutuhan spesifik bisnis Anda.

Integrasikan AI ke bisnis Anda, bukan cuma ikut tren

Konsultasi dan integrasi AI bersama praktisi: dari audit, implementasi AI agent dan otomasi, sampai adopsi tim. Mulai dari sesi diagnostic AI gratis 60 menit.

Konsultasi AI via WhatsApp