OKR Gagal di Startup Scale Up? Ini 4 Penyebab Utamanya!

Published on: Sunday, Feb 01, 2026 • Updated: Sunday, Feb 01, 2026

OKR Gagal di Startup Scale Up? Ini 4 Penyebab Utamanya!

Saat startup memasuki fase scale, kompleksitas bisnis meningkatkan dengan cepat. Tim bertambah, struktur mulai terbentuk, dan ekspektasi pertumbuhan ikut naik. Di titik ini, banyak founder mulai mengadopsi OKR atau Objectives and Key Results sebagai alat untuk menjaga fokus dan alignment.

 

Secara konsep, OKR terlihat seperti solusi yang tepat. Framework ini menjanjikan kejelasan arah, transparansi tujuan, dan eksekusi yang terukur. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit startup yang justru merasa OKR “ngestagnan” atau hanya menjadi rutinitas administratif tanpa dampak nyata.
 

Masalahnya bukan pada OKR itu sendiri, melainkan pada kesiapan organisasi saat framework ini diterapin.


1. OKR Datang Lebih Cepat dari Kesiapan Organisasi

 

Startup yang baru scale sering kali masih berada dalam fase transisi. Proses kerja belum sepenuhnya stabil, peran dan tanggung jawab masih berkembang, dan pengambilan keputusan masih terpusat pada founder atau segelintir orang.
 

Ketika OKR diterapin di kondisi seperti ini, tujuan memang tertulis jelas, tetapi cara mencapainya belum sepenuhnya dipahami oleh tim. Akibatnya, OKR hanya menjadi daftar target, bukan alat eksekusi startegi. Tim tau apa yang ingin dicapai, tapi belum tau bagaimana dan kenapa hal itu penting.

 

2. OKR Dipakai Sebagai Target, Bukan Alat Strategi

 

Kesalahan yang sering terjadi itu adalah menyamakan OKR dengan KPI. objective ditulis terlalu operasional, sementara Key Result hanya berisi angka target tanpa konteks perubahan yang ingin dicapai.

 

Di fase Scale bisnis seharusnya menggunakan OKR untuk mendorong fokus dan prioritas strategis. Namun tanpa pemahaman yang tepat, OKR justru berubah menjadi alat kontrol tambahan. Tim sibuk mengejar angka, tapi kehilangan arah besar yang seharusnya dituju.
 

Dalam kondisi ini, OKR tidak membantu mempercepat pertumbuhan, justru menambah beban koordinasi.


3. Knowledge Masih Teerpusat, Alignment Sulit Dieksekusi

 

Banyak startup gagal menjalankan OKR karena knowledge penting masih tersimpan di kepala founder atau manajemen inti. Alasan di balik strategi, konteks keputusan, dan penalaman menghadapi masalah belum terdokumentasi dengan baik.
 

Tanpa knowledge yang dibagikan, OKR sulit menjadi alat alignment. Tim mengeksekusi Key Result berdasarkan asumsi masing-masing, bukan pemahaman yang sama. Hasilnya, progres terlihat berjalan, tetapi arahnya tidak selalu selaras.


OKR membutuhkan fondasi Knowledge yang rapih agar setiap orang memahami konteks, bukan sekedar instruksi.

 

4. OKR Butuh Sistem Pendukung, Bukan Berdiri Sendiri

 

OKR bukan solusi instan, tapi framework bekerja efektif jika didukung oleh sistem pengambilan keputusan yang jelas, ritme evaluasi yang konsisten, dan budaya diskusi yang terbuka.

 

Tanpa check-in rutin, review yang relatif, dan ruang untuk penyesuaian, OKR akan kehilangan fungsinya sebagai alat pembelajaran organisasi. Startup yang baru scale sering kali melewatkan bagian ini karena terlalu fokus pada kecepatan eksekusi.

 

Padahal, justru di fase pertumbuhan inilah struktur dan ritme kerja menjadi krusial.


Pelajaran Penting Dibaliknya

 

Kegagalan OKR di startup yang baru scale bukan karena framework-nya enggak cocok, tapi karena fondasi bisnisnya belum sepenuhnya siap. OKR seharusnya menjadi alat untuk menyelaraskan strategi, bukan sekedar sistem penetapan target.
 

Sebelum menerapkan OKR, bisnis perlu memastikan bahwa knowledge, proses, dan arah strategis sudah cukup jelas untuk dibagikan ke seluruh tim. Dengan fondasi yang tepat, OKR bisa menjadi akselerator pertubuhan, bukan beban tambahan.

 

Jika kamu sedang berada di fase ini, dan mau memastikan OKR benar-benar berjalan efektif. Program Business Operating System Transformation dari Founderplus Academy dirancang untuk bantu founder membenahi fondasi tersebut. Bukan sekedar belajar framework, tapi membangun sistem bisnis yang benar-benar bisa dijalankan, dimulai dari penyusunan strategi, OKR, hingga ritme eksekusi yang rapih dan terukur.

 

Lewat pendampingan intensif selama 2 bulan bersama praktisi bisnis, kamu akan dibantu menstranformasi bisnis dari yang relatif menjadi lebih terstruktur dan system driven.Cocok untuk founder yan ingin memastikan OKR bukan hanya tertulis rapih, tapi benar-benar bekerja mendukung pertumbuhan bisnis.

 

Daftar sekarang, jangan sampai ketinggalan!!!

👉 Klik Link disini

Bangun bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

Program intensif 3 bulan untuk membangun bisnis dari nol. Validasi ide, bangun MVP dengan bimbingan praktisi. Enable other businesses to grow. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar Launchpad Sekarang
Details