Bagaimana Cara Ngelead di Saat Keahlian Tim Melampaui Kita

Published on: Tuesday, Jan 20, 2026 • Updated: Tuesday, Jan 20, 2026

Bagaimana Cara Ngelead di Saat Keahlian Tim Melampaui Kita

Ada fase di mana seorang leader sadar bahwa orang-orang di timnya lebih jago secara teknis. Engineer lebih paham sistem, marketer lebih tajam membaca pasar, atau spesialis yang jam terbangnya jauh di atas kita. 

 

Di titik ini, banyak leader mulai ragu. Takut nggak dianggap, takut salah ambil keputusan, atau justru jadi terlalu mengontrol. Padahal, kondisi ini bukan tanda gagal memimpin. 

 

Edmondson, profesor Harvard Business School, menjelaskan bahwa memimpin tim dengan tingkat keahlian tinggi adalah realita umum dalam organisasi modern berbasis pengetahuan (The Fearless Organization, 2018). 

 

  1. 1. Leader Modern Tidak Harus Jadi yang Paling Ahli 

  2.  

Edmondson menekankan bahwa semakin kompleks pekerjaan, semakin kecil kemungkinan satu orang menguasai semuanya. Karena itu, wajar jika seorang leader memimpin orang-orang yang lebih ahli di bidangnya masing-masing. 

 

Di sini, peran leader bukan lagi menjadi sumber jawaban teknis, tetapi memastikan keahlian tim bisa bergerak ke arah yang sama. Memimpin orang yang lebih pintar bukan ancaman, melainkan sinyal bahwa organisasi sedang berkembang. 
 

  1. 2. Mengakui Keterbatasan Bukan Tanda Lemah 

 

Dalam The Fearless Organization, Edmondson memperkenalkan konsep psychological safety, yaitu kondisi di mana anggota tim merasa aman untuk berbicara, berpendapat, dan mengakui kesalahan tanpa takut disalahkan. 

 

Salah satu cara membangun rasa aman ini adalah ketika leader berani mengakui bahwa ia tidak selalu punya jawaban terbaik. Sikap ini bukan mengurangi otoritas, justru membangun kepercayaan. Tim dengan keahlian tinggi membutuhkan ruang untuk berkontribusi, bukan leader yang selalu merasa harus benar. 

 

  1. 3. Fokus ke Arah, Bukan Detail Teknis 

 

Peran utama leader adalah memberikan kejelasan tujuan dan konteks. Bukan mengatur setiap detail teknis yang sudah menjadi kompetensi tim. 

 

Leader perlu memastikan: 

  • - Kenapa pekerjaan ini penting 

  • - Dampak apa yang ingin dicapai 

  • - Prioritas mana yang harus dijaga 

 

Sementara cara mencapainya sebaiknya menjadi ruang diskusi tim. Di situlah keahlian mereka benar-benar digunakan secara maksimal. 

 

  1. 4. Respek Dibangun dari Sikap, Bukan Kepintaran 

 

Dalam tim yang lebih pintar dari leader-nya, respek tidak lahir dari seberapa banyak kita tahu. Edmondsonmenekankan bahwa kepercayaan justru dibangun dari konsistensi sikap. 

 

Cara leader mendengarkan, merespons masukan, dan bersikap adil jauh lebih menentukan daripada kemampuan teknis semata. Tim tidak mencari leader yang sempurna, tapi leader yang bisa dipercaya. 

 

Pelajaran Penting Dibaliknya

 

Memimpin tim yang kemampuannya di atas kita memang menantang, terutama secara ego. Namun, seperti yang dijelaskan Amy Edmondson, kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling pintar, melainkan menciptakan kondisi agar tim bisa berkontribusi secara optimal. Arah yang jelas, rasa aman, dan kolaborasi yang sehat justru menjadi kunci utama. 

 

Kalau kamu ingin mengembangkan peran tersebut, Founderplus Academy melalui Leadership and Team Management Course membantu kamu membangun fondasi kepemimpinan yang bukan cuma soal memimpin, tapi juga membangun tim yang produktif dan sehat secara komunikasi.  

 

Course ini membahas, pengalaman nyata membangun tim di startup teknologi. Mulai dari mengelola stres dan kompleksitas proyek, mencegah bad team management, hingga membuat meeting yang benar-benar efektif dan punya arah. Click linknya di sini ya.

Bangun bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

Program intensif 3 bulan untuk membangun bisnis dari nol. Validasi ide, bangun MVP dengan bimbingan praktisi. Enable other businesses to grow. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar Launchpad Sekarang
Details