12 Metrik Unit Economics Penting untuk Bisnis di 2026
Setelah bertahun-tahun bakar uang untuk akuisisi pengguna, raksasa e-commerce Asia Tenggara seperti Shopee dan Tokopedia akhirnya mencapai profitability di Q4 2…

Bayangkan Anda baru pertama kali terjun ke dunia fundraising. Anda tahu startup butuh modal. Tapi di mana mulainya? Siapa yang bisa ditemui? Ekosistem ini terasa seperti hutan belantara.
Artikel ini adalah peta itu. Bukan teori fundraising generik, tapi gambaran nyata siapa saja pemain di ekosistem pendanaan Indonesia, bagaimana kondisi pasar saat ini, dan dari mana Anda harus mulai.
Sebelum membahas siapa yang ada di ekosistem ini, penting memahami konteksnya.
Menurut data dari DealStreet Asia, total deal value startup Indonesia di 2024 hanya mencapai USD 437,8 juta dari 85 deal ekuitas, turun 66% dibanding tahun sebelumnya. Ini penurunan paling tajam di Asia Tenggara. Di Q4 2024, hanya ada 13 deal, angka terendah dalam enam tahun terakhir.
Ini bukan kondisi pasar yang ramah untuk founder yang baru mulai fundraising.
Tapi ada sisi lain dari data ini. Early-stage funding justru lebih tahan banting, dengan USD 410 juta dari total tersebut masih mengalir ke startup tahap awal. Pre-seed bahkan diproyeksikan melampaui USD 100 juta pada 2025. Artinya, peluang masih ada, tapi harus dikejar dengan cara yang tepat.
Baca juga: Fundraising Adalah Alat, Bukan Milestone
Venture capital (VC) adalah institusi yang menginvestasikan dana ke startup dengan imbal balik kepemilikan ekuitas. Ini pemain paling dominan dalam ekosistem, dan Indonesia punya beberapa yang sangat aktif.
East Ventures adalah VC paling produktif di Indonesia. Sektor agnostik, masuk dari seed hingga growth stage, dan portofolionya mencakup Tokopedia, Traveloka, hingga Ruangguru. Mereka punya rekam jejak konsisten menemukan winner di pasar Indonesia.
Intudo Ventures mengambil posisi berbeda: Indonesia-only fund. Mereka tidak diversifikasi ke negara lain. Fokus ini berarti Anda bicara dengan tim yang benar-benar mendalami pasar lokal, bukan tim regional yang sesekali masuk Indonesia.
Alpha JWC Ventures dan AC Ventures melengkapi tier pertama ini. Keduanya aktif di early stage dan punya jaringan yang kuat untuk membantu startup terhubung ke investor internasional di round berikutnya.
Layer ini sering diabaikan founder, padahal menarik. MDI Ventures adalah CVC dari Telkom Indonesia. Selain modal, mereka bisa membuka akses ke ekosistem Telkom yang luas, dari distribusi hingga kemitraan korporat.
State-owned banks juga punya lengan VC: Mandiri Capital Indonesia, BRI Ventures, dan BNI Ventures. Ketiganya semakin aktif pasca pandemi. Kelebihan CVC bank adalah jaringan ke sektor keuangan dan akses ke basis nasabah besar.
Baca juga: Perbedaan Angel Investor vs VC
Angel investor adalah individu yang menginvestasikan dana pribadi ke startup tahap sangat awal, biasanya pre-seed hingga seed. Mereka mengambil risiko lebih besar dari VC, dengan tiket investasi lebih kecil, umumnya IDR 100 juta hingga IDR 2 miliar.
Di Indonesia, angel investing masih tergolong informal dibanding Amerika atau Eropa. Tapi ekosistemnya berkembang.
Beberapa jaringan yang bisa dicari founder:
Untuk early stage, sering kali angel investor lebih relevan dari VC. Mereka tidak butuh revenue traction setinggi VC Series A, dan proses keputusannya jauh lebih cepat.
Akselerator adalah program terstruktur yang menggabungkan pendanaan, mentoring, dan jaringan dalam kurun waktu 3-6 bulan. Banyak yang memberikan modal awal dengan tukar equity.
Beberapa program yang paling relevan untuk founder Indonesia:
SKALA adalah akselerator pre-seed pertama di Indonesia yang berbasis metrik. Mereka memberikan USD 50.000 untuk 8% ekuitas, disertai program intensif selama beberapa bulan. Cocok untuk founder yang sudah punya produk awal tapi butuh validasi dan jaringan investor.
Startup Studio Indonesia dari Kemenkominfo fokus pada startup digital tahap pre-seed. Program ini gratis equity, artinya Anda mendapat fasilitas mentoring tanpa harus melepas saham.
BEKUP dari Kemenparekraf ditujukan khusus untuk startup di sektor ekonomi kreatif, dari fashion, kuliner, animasi, hingga game. Ada dua skema: ideate (masih tahap ide) dan growth (sudah berjalan).
Google for Startups Accelerator SEA membuka batch untuk startup dari Asia Tenggara termasuk Indonesia, dengan akses ke infrastruktur Google dan mentor internasional.
Founder Institute Jakarta adalah program global dengan kehadiran di Jakarta, cocok untuk founder di tahap idea-to-pre-seed yang butuh struktur dan akuntabilitas.
Baca juga: 7 Langkah Fundraising untuk Startup Pemula
Jika Anda sedang mempersiapkan diri untuk masuk akselerator atau pitching ke investor, kursus Advance Fundraising 2 (Tahapan-Tahapan Fundraising) di Academy Founderplus membahas langkah demi langkah prosesnya, mulai dari persiapan dokumen sampai negosiasi term sheet. Harga Rp45.600 di academy.founderplus.id.
Ini opsi yang sering diabaikan founder karena dianggap "ribet" atau "lama." Tapi untuk startup yang belum siap menerima equity investment, ini bisa jadi modal awal tanpa dilusi.
Beberapa jalur yang tersedia:
BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) menyediakan program pendanaan berbasis riset dan inovasi teknologi, khususnya untuk startup yang punya komponen R&D kuat.
Danantara, sovereign wealth fund yang baru dibentuk, fokus pada investasi di sektor prioritas nasional: ketahanan pangan, energi, dan infrastruktur digital. Peluang ini relevan untuk startup di sektor-sektor tersebut.
Program hibah kompetitif seperti dari Kementerian Perindustrian dan BPPT juga tersedia, meski volumenya kecil dan persyaratannya spesifik.
Realitasnya: grant pemerintah bukan untuk semua startup. Tapi untuk founder di sektor yang diprioritaskan pemerintah, ini bisa jadi pendanaan non-dilutif yang berharga.
Ekosistem fundraising Indonesia sedang dalam transisi. Beberapa perubahan penting yang perlu dipahami:
Investor lebih selektif soal unit economics. Era 2021-2022 ketika valuasi tinggi dan investor berlomba masuk sudah berakhir. Sekarang, investor meminta jalur profitabilitas yang jelas sebelum mereka masuk. Burn rate tinggi tanpa path to profitability adalah red flag terbesar.
Regulasi OJK POJK 25/2023 memperketat tata kelola VC di Indonesia. Dampaknya positif untuk jangka panjang: ekosistem lebih sehat, tapi proses due diligence lebih ketat.
Multiple voting shares untuk IPO tech kini dimungkinkan. Ini penting untuk founder yang khawatir kehilangan kendali saat perusahaan tumbuh besar dan melakukan IPO.
Sektor baru yang menarik investor: greentech, healthtech, dan agrotech semakin diminati seiring dengan pergeseran fokus dari pure software play ke sektor yang punya dampak nyata ke ekonomi riil Indonesia.
Memahami peta tidak cukup. Anda perlu tahu dari mana harus mulai bergerak.
Pertama, tentukan tahap startup Anda. Pre-idea atau idea stage cocok ke akselerator atau angel. Sudah ada traction? Mulai approach seed VC. Sudah ada revenue yang konsisten? Baru bicara Series A ke atas.
Kedua, bangun warm introduction. Di Indonesia, cold email ke VC jarang berhasil. Jalur terbaik adalah melalui portfolio company mereka, mentor bersama, atau komunitas founder. Investasi waktu di komunitas ini lebih efektif dari riset panjang.
Ketiga, siapkan dokumen dasar sebelum approach. Minimal: pitch deck yang jelas, financial model sederhana, dan proof of traction sekecil apapun. Investor tidak butuh angka yang besar, tapi butuh bukti bahwa Anda sudah bergerak.
Baca juga: Cara Bikin Pitch Deck 5 Menit
Keempat, jangan abaikan bootstrapping dan revenue dulu. Banyak founder di Indonesia terlalu cepat fundraising sebelum produk mereka siap. Investor saat ini justru lebih respek pada founder yang bisa menghasilkan revenue sendiri sebelum minta modal eksternal. Pahami juga cara menyiapkan pitch yang kuat dengan membaca Cara Bikin Pitch Deck yang Memikat Investor dalam 5 Menit dan Cara Pitch ke Investor: Panduan Lengkap.
Jika Anda sedang membangun fondasi bisnis yang solid sebelum fundraising, BOS dari Founderplus mencakup modul Business Model & Value Creation dan Financial Discipline & Cashflow Control, dua hal yang sering menjadi titik lemah saat due diligence investor. 15 sesi, 2 bulan, Rp1.999.000 di bos.founderplus.id.
Ekosistem fundraising Indonesia bukan satu jalur linear. Ada banyak pintu masuk.
Tabel singkat sebagai panduan:
| Tahap | Jalur yang Cocok | Contoh |
|---|---|---|
| Ide / Pre-product | Grant, akselerator non-equity | Startup Studio Indonesia, BEKUP |
| MVP / Early traction | Angel investor, akselerator berbayar | SKALA, angel network |
| Seed traction | Seed VC | East Ventures, Intudo |
| Series A ke atas | Growth VC, corporate VC | Alpha JWC, MDI, BRI Ventures |
Kunci utama: sesuaikan target investor dengan tahap Anda. Mendekati Series A VC saat masih pre-revenue hanya membuang waktu kedua belah pihak.
Baca juga: Cara Fundraising Startup Indonesia
Total deal value startup Indonesia di 2024 adalah USD 437,8 juta dari 85 deal ekuitas, turun 66% secara year-over-year dibanding 2023. Ini merupakan penurunan paling tajam di Asia Tenggara menurut laporan DealStreet Asia.
VC paling aktif di Indonesia antara lain East Ventures (seed hingga growth, sektor agnostik), MDI Ventures (corporate VC dari Telkom), Intudo Ventures (fokus Indonesia-only), Alpha JWC Ventures, dan AC Ventures. State-backed VC seperti Mandiri Capital Indonesia, BRI Ventures, dan BNI Ventures juga semakin aktif.
Program akselerator yang tersedia antara lain SKALA (pre-seed, US$50.000 untuk 8% ekuitas), BEKUP dari Kemenparekraf (khusus ekonomi kreatif), Startup Studio Indonesia dari Kominfo, Google for Startups Accelerator SEA, dan Founder Institute Jakarta.
Ya. Program pemerintah yang tersedia antara lain Startup Studio Indonesia (Kominfo), BEKUP Kemenparekraf untuk startup ekonomi kreatif, serta program riset dan inovasi dari BRIN. Danantara sebagai sovereign wealth fund juga membuka peluang pendanaan untuk sektor prioritas seperti energi dan infrastruktur digital.
Investor 2025 lebih selektif. Prioritas mereka adalah unit economics yang solid, jalur menuju profitabilitas yang jelas, governance yang kuat, dan founder yang bisa menunjukkan capital efficiency. Mereka juga lebih banyak meminta proteksi downside seperti anti-dilution rights dibanding era 2021-2022.
Setelah bertahun-tahun bakar uang untuk akuisisi pengguna, raksasa e-commerce Asia Tenggara seperti Shopee dan Tokopedia akhirnya mencapai profitability di Q4 2…
175 rejection dari investor. $297 juta funding untuk seluruh Indonesia di 2025, turun dari $438 juta tahun sebelumnya. 90% startup gagal. Tapi ada yang berhasil…
Kenapa Perusahaan China Layak Dipelajari, Bukan Cuma Ditakuti Oktober 2024, Kemenkominfo resmi blokir Shein dan Temu di Indonesia. Alasannya eksplisit: melindun…
Rekomendasi singkat: pakai Claude untuk analisa naratif dan laporan bisnis yang mendalam, ChatGPT untuk kalkulasi kompleks berkat code execution Python, dan Gem…
Konsultasi dan integrasi AI bersama praktisi: dari audit, implementasi AI agent dan otomasi, sampai adopsi tim. Mulai dari sesi diagnostic AI gratis 60 menit.
Konsultasi AI via WhatsApp