Founderplus
Tentang Kami
Growth

Business Development Adalah: Tugas, Skill, dan Bedanya dengan Sales

TTim Founderplus18 Juni 20267 menit bacaDiperbarui 02 Jul 2026
Business Development Adalah: Tugas, Skill, dan Bedanya dengan Sales

Business development adalah proses mencari, membangun, dan mengembangkan peluang pertumbuhan jangka panjang untuk bisnis Anda, mulai dari riset pasar baru, membangun kemitraan strategis, sampai menjalin hubungan dengan calon klien besar sebelum masuk tahap closing. Intinya, business development bekerja di hulu proses bisnis, menyiapkan peluang, sementara sales fokus menutup transaksi yang sudah matang.

Banyak owner UKM menganggap dua peran ini sama karena sama-sama berurusan dengan calon klien. Padahal kalau bisnis Anda cuma mengandalkan closing harian tanpa ada yang membangun pipeline dan relasi baru, pertumbuhan akan mentok begitu pasar yang ada sekarang sudah jenuh.

Kenapa Business Development Penting untuk Bisnis Anda

Menurut Jobstreet Indonesia, business development menyusun strategi dengan jangka waktu panjang yang hasilnya bisa memerlukan waktu lebih dari setahun, berbeda dengan sales yang ditarget bulanan atau kuartalan. Artinya, business development adalah investasi yang manfaatnya baru terasa belakangan, tapi menentukan apakah bisnis Anda bisa tumbuh melebihi kapasitas klien lama.

HubSpot menggambarkan perbedaan ini sebagai "lining them up" versus "knocking them down". Business development menyiapkan barisan peluang, sales yang merobohkannya jadi transaksi. Kalau Anda cuma punya satu dari dua fungsi ini, bisnis rentan stagnan begitu sumber leads lama mengering.

Business Development vs Sales vs Marketing

Ketiga fungsi ini sering tercampur di UKM karena sering dikerjakan satu orang saja. Berikut perbedaannya secara garis besar.

Aspek Business Development Sales Marketing
Fokus utama Membangun peluang & kemitraan baru Menutup transaksi Membangun awareness & permintaan
Jangka waktu Panjang, bisa lebih dari setahun Pendek-menengah, bulanan/kuartalan Menengah-panjang
Ukuran sukses Pipeline baru, jumlah kemitraan, pasar baru Revenue closing, jumlah deal Leads, traffic, brand awareness
Cara kerja Riset, networking, negosiasi kerja sama Presentasi, follow up, closing Campaign, konten, iklan
Hubungan dengan klien Relasional, jangka panjang Transaksional Massal, kurang personal

Ketiganya idealnya berjalan beriringan. Kalau Anda sedang membenahi sisi penjualan, pelajari juga strategi penjualan B2B untuk UKM supaya proses closing tidak menyia-nyiakan peluang yang sudah dibangun tim business development.

Tugas Harian Seorang Business Development

Berikut gambaran kerja harian yang biasa dilakukan, baik oleh posisi khusus maupun owner yang merangkap.

  1. Riset pasar dan kompetitor. Memetakan siapa pemain besar, celah yang belum digarap, dan tren yang mulai naik di industri Anda.
  2. Mencari dan memvalidasi calon partner atau klien strategis. Bukan asal kontak, tapi menyaring mana yang benar-benar cocok dengan kapasitas bisnis Anda sekarang.
  3. Membangun hubungan lewat networking. Ikut acara industri, join komunitas, atau follow up ringan tanpa buru-buru menjual.
  4. Menyiapkan proposal kerja sama. Ini beda dari proposal harga sales, isinya lebih ke skema kolaborasi jangka panjang. Kalau bagian ini masih terasa berat, pelajari cara membuat proposal penawaran B2B yang menang.
  5. Kolaborasi lintas tim. Peluang yang ditemukan business development perlu dieksekusi bareng sales, produk, dan operasional supaya tidak berhenti di tahap wacana.

Skill yang Wajib Dimiliki

  • Networking. Kemampuan membangun relasi tanpa niat langsung menjual adalah modal utama, karena kebanyakan peluang besar lahir dari koneksi yang dirawat lama sebelum ada transaksi.
  • Riset pasar dan analisis kompetitor. Anda perlu tahu ke mana arah industri bergerak sebelum kompetitor lebih dulu masuk.
  • Negosiasi dan komunikasi persuasif. Beda dengan negosiasi harga di sales, di sini Anda menegosiasikan skema kerja sama yang saling menguntungkan.
  • Strategic thinking. Bisa melihat gambaran besar, mana peluang yang worth dikejar dan mana yang cuma membuang waktu.
  • Kesabaran follow up jangka panjang. Banyak peluang business development baru berbuah setelah berbulan-bulan komunikasi, jadi ketahanan mental penting. Kalau Anda belum punya tim sales sama sekali, pelajari juga cara founder jualan tanpa tim sales sebagai titik awal sebelum membagi peran ini.

Kapan UKM Perlu Menugaskan Orang Business Development Pertama

Ada beberapa sinyal yang bisa Anda pakai sebagai patokan.

  • Revenue mentok di angka yang sama beberapa bulan berturut-turut, padahal tim sales sudah bekerja maksimal dengan leads yang ada.
  • Pertumbuhan cuma datang dari klien lama, tidak ada channel atau segmen baru yang masuk.
  • Anda sebagai owner kewalahan mencari peluang baru sambil masih mengurus operasional harian.
  • Kompetitor mulai masuk ke pasar atau kemitraan yang seharusnya bisa Anda ambil lebih dulu.

Kalau tanda-tanda ini sudah terlihat tapi Anda ragu harus merekrut posisi baru atau cukup membenahi strategi dulu, ada baiknya pelajari kapan UKM sebaiknya melibatkan konsultan bisnis untuk membantu memetakan prioritasnya.

Cara Memulai Business Development Tanpa Merekrut Orang Baru

Kalau bisnis Anda belum siap membuka posisi khusus, Anda tetap bisa menjalankan fungsi ini dengan sistem sederhana. Kuncinya bukan seberapa banyak waktu yang Anda punya, tapi seberapa konsisten Anda menjalankannya.

  1. Blok waktu rutin setiap minggu. Sisihkan 2-3 jam khusus untuk aktivitas hulu, misalnya setiap Jumat pagi. Tanpa jadwal tetap, riset pasar dan networking selalu kalah prioritas dari urusan operasional yang terasa lebih mendesak.
  2. Buat daftar 20 target strategis. Tulis nama perusahaan, komunitas, atau calon partner yang paling relevan dengan bisnis Anda. Daftar pendek yang digarap serius jauh lebih efektif daripada menghubungi ratusan kontak secara acak.
  3. Catat setiap interaksi. Cukup pakai spreadsheet sederhana berisi nama, tanggal kontak terakhir, topik pembicaraan, dan langkah berikutnya. Kebanyakan peluang hilang bukan karena ditolak, tapi karena lupa di-follow up.
  4. Tetapkan satu metrik mingguan. Misalnya dua percakapan baru per minggu atau satu proposal kerja sama per bulan. Metrik kecil yang konsisten lebih berguna daripada target besar yang cuma jalan sebulan.
  5. Review setiap kuartal. Lihat mana relasi yang berkembang jadi peluang nyata dan mana yang stagnan, lalu geser fokus ke yang menunjukkan traksi.

Dengan pola ini, saat nanti Anda merekrut orang business development pertama, dia tidak mulai dari nol. Sudah ada daftar target, riwayat interaksi, dan metrik yang tinggal dilanjutkan.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Ada beberapa jebakan yang sering membuat upaya business development di UKM berhenti di tengah jalan.

  • Terlalu cepat menjual. Mengirim penawaran harga di kontak pertama hampir selalu mematikan relasi yang seharusnya bisa berkembang jadi kemitraan jangka panjang.
  • Mengukur dengan metrik sales. Kalau Anda menuntut hasil closing dalam sebulan dari aktivitas business development, Anda akan kecewa dan berhenti sebelum hasilnya sempat muncul.
  • Mengejar semua peluang sekaligus. Energi yang tersebar ke sepuluh arah biasanya tidak menghasilkan apa-apa. Pilih satu atau dua segmen, garap sampai tuntas, baru ekspansi.
  • Tidak melibatkan tim. Peluang yang ditemukan owner tapi tidak diteruskan ke tim sales dan operasional akan berhenti jadi wacana di kepala satu orang.

Contoh Nyata di Indonesia

Banyak software house dan agency kreatif di Indonesia awalnya hanya mengandalkan referral dari klien lama. Begitu pertumbuhan mentok, mereka mulai menugaskan satu orang khusus untuk riset tender pemerintah atau korporat, membangun relasi dengan procurement, dan menjajaki kemitraan reseller.

Baca juga: Cara Menjadi Vendor Perusahaan Besar

Hasilnya baru terlihat beberapa bulan kemudian, tapi begitu satu kontrak korporat masuk, nilainya jauh lebih besar dan stabil dibanding mengandalkan proyek kecil satu-satu dari referral.

FAQ

Business development adalah pekerjaan sales dengan nama lain, benar begitu?

Tidak sepenuhnya. Sales fokus menutup transaksi yang sudah matang dalam jangka pendek, sementara business development bekerja lebih ke hulu, yaitu mencari pasar baru, membangun kemitraan, dan menyiapkan peluang yang baru terasa hasilnya dalam hitungan bulan sampai tahun. Keduanya saling melengkapi, bukan menggantikan.

Berapa kisaran biaya kalau UKM mau punya orang business development sendiri?

Sebagai gambaran kasar saja, gaji business development level junior sampai menengah di Indonesia umumnya ada di kisaran Rp6-15 juta per bulan tergantung industri dan kota, di luar insentif komisi. Angka pastinya bisa berbeda jauh antar perusahaan, jadi jadikan ini estimasi awal, bukan patokan. Kalau belum siap merekrut full time, banyak owner UKM memilih merangkap peran ini sendiri dulu sambil membangun sistemnya.

Apakah UKM kecil sudah butuh business development, atau ini cuma buat perusahaan besar?

UKM kecil justru sering butuh lebih awal, karena pertumbuhan mereka biasanya bergantung pada segelintir klien atau channel. Anda tidak perlu langsung merekrut posisi khusus, mulai saja dengan menyisihkan waktu rutin untuk riset pasar dan membangun relasi baru.

Skill apa yang paling penting untuk mulai belajar business development?

Networking dan riset pasar. Dua skill ini yang menentukan apakah Anda bisa menemukan peluang yang tepat sebelum kompetitor, sementara skill lain seperti negosiasi dan strategic thinking bisa diasah sambil jalan.

Bagaimana cara mengukur keberhasilan business development kalau bukan dari angka closing?

Lihat dari jumlah pipeline baru yang terbentuk, jumlah kemitraan atau kerja sama yang berjalan, dan apakah ada segmen pasar baru yang mulai terbuka. Metrik ini memang tidak setransaksional sales, tapi lebih menggambarkan fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Mau Membangun Fungsi Business Development yang Rapi di Bisnis Anda?

Menjalankan business development sendirian sambil mengurus operasional harian memang berat. Kadang yang dibutuhkan bukan menambah kerjaan, tapi menata ulang siapa mengerjakan apa.

Founderplus menjadi partner bisnis untuk UKM dan perusahaan yang butuh konsultasi bisnis maupun in-house training untuk tim internal, termasuk membenahi fungsi business development, sales, dan kemitraan supaya tidak tumpang tindih. Anda bisa jadwalkan sesi konsultasi gratis di founderplus.id untuk memetakan struktur yang paling pas dengan kondisi tim Anda sekarang.

Integrasikan AI ke bisnis Anda, bukan cuma ikut tren

Konsultasi dan integrasi AI bersama praktisi: dari audit, implementasi AI agent dan otomasi, sampai adopsi tim. Mulai dari sesi diagnostic AI gratis 60 menit.

Konsultasi AI via WhatsApp