Founderplus
Tentang Kami

Belajar dari Flip Cara Mahasiswa Membangun Bisnis

Published on: Monday, Feb 23, 2026 • Updated: Monday, Feb 23, 2026

Belajar dari Flip Cara Mahasiswa Membangun Bisnis

Dunia pasca-kampus, sering kali mengejutkan bagi yang belum bersiap, mengandalkan ijazah saja di era sekarang terasa kurang cukup. Masa kuliah sebenarnya adalah momentum emas untuk memulai bisnis. Mengapa? Karena status mahasiswa memberikan akses luas ke jaringan, fasilitas riset, dan yang paling penting, dimana toleransi risiko yang sangat tinggi. Kegagalan saat masih kuliah tidak akan seberat kegagalan saat sudah memiliki beban finansial keluarga.


Masih Terjebak dalam Teori dan Ketakutan Modal

Sumber: Freepick

Hambatan terbesar dalam memulai bisnis di kalangan mahasiswa bukan terletak pada ketersediaan uang, melainkan pada pola pikir. Sering kali, ada anggapan bahwa bisnis harus dimulai dengan modal puluhan juta atau kantor fisik yang mentereng. Akibatnya, banyak ide bagus hanya berakhir di catatan buku kuliah tanpa pernah dieksekusi.

Masalah lain adalah analysis paralysis, dimana kondisi ketidakmampuan dalam mengambil keputusan karena terlalu banyak memikirkan, menganalisis, atau meneliti pilihan secara berlebihan. Bisnis yang sukses tidak lahir dari rencana yang sempurna di atas kertas, melainkan dari keberanian untuk menguji ide secepat mungkin.


Membangun Portofolio Melalui Bisnis

Sumber: Freepick

Menjalankan bisnis saat kuliah memberikan pengalaman yang tidak didapatkan di ruang kelas, seperti negosiasi dengan suplier, manajemen konflik tim, hingga pengelolaan arus kas. Pengalaman praktis ini menjadi portofolio nyata yang jauh lebih berharga dari pada deretan nilai di transkrip akademik. Bahkan jika bisnis tersebut tidak bertahan lama, mentalitas pengusaha yang terbentuk akan menjadi aset berharga di masa depan. Namun, agar pengalaman berharga tersebut tidak mengorbankan tanggung jawab pendidikan, diperlukan pendekatan yang sistematis dalam mengubah niat menjadi tindakan nyata.


Berawal dari ide Hingga Eksekusi Nyata

Sumber: Freepick

Membangun bisnis memerlukan struktur yang jelas agar operasional usaha tidak mengganggu kewajiban akademik. Langkah-langkah pembangunan bisnis dapat dikelompokkan ke dalam beberapa fase strategis agar eksekusi berjalan lebih terukur:

  1. 1. Fase dalam Ide atau Problem First

Sebelum melangkah ke aspek teknis, seorang pengusaha harus memulai dari fase ideasi. Di tahap ini, fokus utama adalah mengidentifikasi masalah nyata di lapangan sebelum menentukan solusi produk. Konsep ini mengajarkan kita untuk tidak mencari produk yang ingin dijual, melainkan mencari masalah yang ingin diselesaikan.

  1. 2. Fase Validasi atau Lean Launching

Setelah masalah ditemukan, langkah berikutnya adalah masuk ke fase validasi melalui metode Lean Launching. Fase ini bertujuan untuk menguji apakah solusi yang ditawarkan benar-benar diterima oleh pasar sebelum mengalokasikan sumber daya yang lebih besar. Melalui tahap ini, risiko kegagalan dapat diminimalisir karena keputusan diambil berdasarkan data dari lapangan, bukan sekadar asumsi pribadi.

Dalam proses validasi ini, penggunaan konsep Minimum Viable Product atau MVP sangat disarankan, karena MVP adalah versi paling sederhana dari sebuah produk yang hanya memiliki fitur inti untuk menyelesaikan masalah utama pelanggan. Konsep ini digunakan karena memungkinkan pengujian ide secara cepat dan hemat biaya. Dengan MVP, tim bisa mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna dan segera melakukan perbaikan jika produk dirasa kurang memenuhi ekspektasi pasar.

  1. 3. Fase Operasional atau Sistemasi

Jika produk telah terbukti diterima oleh pasar, maka bisnis harus bergeser ke fase operasional melalui sistemasi. Sistemasi adalah proses penyusunan alur kerja yang teratur agar bisnis dapat berjalan secara konsisten tanpa harus selalu dikendalikan secara manual setiap saat. Hal ini sangat krusial bagi pebisnis yang juga memiliki tanggung jawab lain, seperti studi atau pekerjaan utama.

Bisnis harus tetap berjalan secara mandiri, bahkan saat pemilik sedang berada di dalam ruang ujian. Penggunaan teknologi sederhana sangat membantu proses ini, seperti pemanfaatan WhatsApp Business untuk otomatisasi pesan atau Notion untuk manajemen tugas tim. Dokumentasi setiap alur kerja sangat penting agar bisnis tidak bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik pemilik, sehingga sistem tetap berfungsi secara efektif dan efisien.


Bisnis Flip yang Dibangun Oleh 3 Mahasiswa Ini

Sumber: @flip_id/X

Contoh paling nyata bagi mahasiswa adalah kisah berdirinya Flip pada tahun 2015. Berawal dari bangku kuliah di Universitas Indonesia, ketiga pendirinya Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar, dan Ginanjar Ibnu Solikhin, menemukan masalah sederhana namun cukup mengganggu yaitu mahalnya biaya administrasi transfer antar bank sebesar Rp 6.500. Di lingkungan mahasiswa, nominal tersebut sangat berarti untuk keperluan harian seperti pembayaran di kantin atau iuran kelompok.

Flip memulai perjalanannya sebagai solusi MVP yang sangat sederhana. Pada awal peluncurannya, Flip hanyalah sebuah formulir Google Form manual yang digunakan untuk mendata permintaan transfer tanpa biaya admin dari sesama mahasiswa. Strategi ini membuktikan bahwa bisnis besar tidak selalu dimulai dengan infrastruktur canggih, melainkan dengan memvalidasi kebutuhan nyata pelanggan terlebih dahulu. Kini, Flip telah tumbuh menjadi perusahaan fintech raksasa yang melayani jutaan pengguna dan mendapatkan kepercayaan investor global. Pelajaran bagi mahasiswa adalah jangan meremehkan masalah kecil di sekitar; solusi yang berangkat dari kebutuhan harian bisa menjadi pintu masuk menuju bisnis yang berkelanjutan.

Jangan Berjalan Tanpa Arah

Sumber: Freepick

Membangun bisnis memang penuh tantangan, namun bukan berarti harus dilakukan dengan cara meraba-raba. Belajar dari mentor dan mengikuti kurikulum yang teruji akan memangkas waktu belajar yang penuh dengan kesalahan tidak perlu.

Fundamental bisnis yang kuat adalah pondasi agar usaha tidak hanya musiman, tapi berkelanjutan. Founderplus academy hadir sebagai akselerator bagi mahasiswa yang ingin belajar membangun bisnis secara terstruktur, mulai dari validasi ide hingga strategi ekspansi. Masa depan dimulai dari keputusan yang diambil hari ini. Bergabunglah dengan jaringan calon founder muda lainnya di founderplus academy.

Bangun sistem bisnis yang jalan, bukan cuma ide di kepala

15 sesi mentoring intensif selama 2 bulan. Bangun sistem operasi bisnis Anda bersama praktisi berpengalaman. Batch 2026 sekarang dibuka.

Daftar BOS Sekarang